Kicaunews.com-Jakarta — Ungkapan kegelisahan terhadap kondisi bangsa kembali mengemuka melalui pernyataan reflektif Babeh Endi yang bertajuk “Negeri Jungkir Balik”. Pernyataan tersebut menjadi kritik sosial tajam atas realitas kehidupan berbangsa yang dinilai semakin menjauh dari nilai-nilai kejujuran, idealisme, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam pandangannya, Babeh Endi tokoh Betawi Condet yang membuat obat herbal atau alami mempertanyakan kesalahan mendasar yang tengah dialami bangsa ini. Ia menilai, banyak fenomena yang menunjukkan kondisi serba terbalik antara apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan. “Semua terlihat di sini serba terbalik,” ungkapnya dalam pernyataan yang beredar di ruang publik,(19/1).
Ia menyoroti sikap sebagian pihak yang mengaku mencintai alam dan lingkungan, namun pada saat yang sama justru melakukan perusakan secara masif, kejam, dan tanpa rasa empati. Kontradiksi tersebut dinilai sebagai cermin krisis moral yang semakin nyata di tengah masyarakat.
Tak hanya soal lingkungan, Babeh Endi juga menyinggung persoalan kejujuran. Menurutnya, ketika kejujuran sering digaungkan dalam pidato dan slogan, pada waktu yang sama justru terjadi praktik pencurian dan penyalahgunaan amanah dalam skala besar. “Kejujuran kini bukan hanya menjadi barang langka, tetapi juga dianggap aneh, bahkan dipandang sebagai sebuah kebodohan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menilai bahwa idealisme yang seharusnya menjadi fondasi perjuangan dan perubahan, justru kerap diperlakukan sebagai bahan candaan. Nilai-nilai luhur dianggap lucu dan tidak relevan, sehingga patut untuk ditertawakan, bukan diperjuangkan.
Pernyataan Babeh Endi tersebut mendapat perhatian luas karena dinilai merepresentasikan keresahan sebagian masyarakat terhadap kondisi sosial, moral, dan tata kelola bangsa saat ini. Kritik tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan tidak cukup hanya dengan retorika, melainkan membutuhkan keberanian untuk kembali menegakkan kejujuran, menjaga alam, serta menghargai idealisme sebagai nilai yang bermartabat.
Melalui refleksi “Negeri Jungkir Balik”, Babeh Endi mengajak semua pihak untuk bercermin dan kembali meluruskan arah, agar antara kata dan perbuatan tidak terus berjalan berlawanan.


















