Jakarta, Kicaunews.com – Artha Graha Peduli (AGP) kembali menggelar program Pasar Murah AGP 2025. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di sekitar 800 titik di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah sekitar unit usaha Artha Graha Group dan jaringan Artha Graha Network, Senin, (15/12/25).
Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas pangan nasional. Salah satu mitra yang turut mendukung kegiatan ini adalah GulaVit, produsen gula yang berkomitmen menyediakan produk berkualitas bagi keluarga Indonesia.
Ketua Umum Artha Graha Peduli, Ronny Leonard, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sosial AGP dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga pangan.
“Partisipasi Pasar Murah AGP merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung arahan Presiden agar ketahanan pangan terjaga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau” ujar Ronny.
Pasar Murah AGP 2025 mulai digelar sejak 11 Desember 2025 dan menyediakan ratusan ribu paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, serta bahan pokok lainnya. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok rentan yang terdampak tekanan ekonomi rumah tangga.
“Kami menyadari tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Melalui Pasar Murah AGP, kami ingin membantu meringankan beban tersebut,” kata Ronny.
Selain distribusi sembako, AGP juga menggelar pelayanan kesehatan gratis bekerja sama dengan AGP Arthakes dan puskesmas setempat. Program ini turut didukung oleh sejumlah mitra seperti Bimoli, Indomie, dan para donatur lainnya.
Ronny menambahkan, AGP akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok secara merata dan terjangkau.
“Pasar Murah AGP telah menjadi agenda rutin tahunan yang mendapat sambutan positif dari masyarakat. Program ini dinilai efektif dalam memberikan solusi jangka pendek terhadap gejolak harga pangan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi” tutupnya. (Iwan)


















