Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahNewsParlemenPolitik

Gubernur NTT Dorong Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat, Bangun Karakter Anak

1624
×

Gubernur NTT Dorong Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat, Bangun Karakter Anak

Sebarkan artikel ini
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menghadiri acara Ibadah Pentahbisan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Lahairoi Oebifai di Desa Oenoni, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. (Foto Istimewa, Redaksi Media Group Kicau)
Example 468x60

KUPANG, KICAUNEWS.COM- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah menyiapkan satu kebijakan mengenai Jam Belajar dan Ibadah Keluarga, yang akan diberlakukan setiap pukul 17.30-19.00 WITA, kecuali hari Sabtu.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lama Lena mengatakan, kebijakan yang dicanangkan tersebut, bertujuan untuk mengembalikan peran keluarga, sebagai tiang utama pendidikan dan pembinaan iman anak-anak di rumah.

Example 300x600

“Jam belajar dan jam ibadah keluarga sedang dirancang agar menjadi kebiasaan bersama, di setiap rumah. Ini langkah kecil, tapi penting untuk memperkuat karakter dan keimanan anak-anak sejak dini,” kata Melki Laka Lena, Senin (27/10) saat menghadiri Ibadah Pentahbisan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Lahairoi Oebifai di Desa Oenoni, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menjelaskan bahwa, kebijakan tersebut akan diperkuat dengan sinergi tiga tungku penguatan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat yang akan dilakukan melalui kerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan sampai tingkat RT/RW.

“Semua harus bergerak bersama. Keluarga adalah benteng pertama dan terakhir bagi pembentukan moral dan karakter anak,” terang Gubernur Melki.

Selain itu, Gubenur Melki juga memberikan apresiasi atas semangat jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Lahairoi Oebifai, yang dinilai berhasil membangun rumah ibadah setelah lebih dari dua dekade berproses.

“Kita berdiri di rumah Tuhan yang indah ini bukan karena kekuatan manusia, tetapi karena kasih dan penyertaan Tuhan yang bekerja melalui jemaat-Nya,” kata Melki.

Senada, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie mengatakan, pentingnya peran keluarga dan gereja dalam membentuk karakter generasi muda.

Pdt. Samuel Dalam Suara Gembalanya, mengatakan bahwa, kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian yang menyebut kata “baik” sebanyak tujuh kali, itu merupakan simbol kebaikan dan keteraturan ciptaan Tuhan. “Di momen Bulan Keluarga ini, umat diajak untuk saling melengkapi sebagai ciptaan Tuhan,” kata Pdt. Samuel.

Selain itu, Ia juga menyoroti terkait meningkatnya persoalan sosial dan moral di kalangan anak muda serta menekankan pentingnya keteladanan dari keluarga dan gereja.

Pdt. Samuel diakhir sambutan nya mengajak seluruh jemaat GMIT untuk mendukung program penanaman 50 ribu anakan Asam dan Kopi di Pulau Semau dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dalam rangka Bulan Lingkungan Hidup pada November mendatang.

“Kita jaga bumi dan lingkungan sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. Selamat ulang tahun dan selamat merayakan makna ber-gereja yang sejati dalam kebersamaan,” terangnya.

Seperti diketahui, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) merupakan salah satu denominasi Kristen Protestan terbesar di NTT, dengan wilayah pelayanan mencakup Pulau Timor, Rote, Sabu, Alor, dan sebagian Flores.

GMIT berkiprah dan berperan penting dalam pendidikan, pelayanan sosial, serta pembinaan iman masyarakat di berbagai wilayah NTT, dan selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai moral serta ketahanan sosial umat. (Haji Merah)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *