BANYUMAS, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus mengintensifkan upaya pemantauan dan pengamanan komoditas strategis, yakni getah pinus.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan target produksi terpenuhi dan pasokan bahan baku ke industri pengolahan berjalan tanpa hambatan.
Pada hari Senin, 6 Oktober 2025, Wakil Administratur KPH Banyumas Barat, Bapak Andi Henu, S.Hut., melaksanakan roadshow atau inspeksi langsung ke lapangan, khususnya di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bokol.
Inspeksi Lapangan Jamin Kelancaran Logistik
Kunjungan kerja ini berfokus pada pengawasan seluruh rantai pasok getah. Bapak Andi Henu memastikan bahwa hasil sadapan di petak-petak hutan dapat dilangsir (diangkut dari lokasi sadapan ke Tempat Penimbunan Getah/TPG) dan kemudian segera dikirimkan ke Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Cimanggu.
“Kami tidak hanya memantau kuantitas sadapan, tetapi yang krusial adalah memastikan alur logistik berjalan cepat.
Getah yang sudah terkumpul harus segera terkirim ke PGT Cimanggu untuk diproses. Ini adalah kunci pemenuhan produksi masak pabrik penghasil getah yang ada di Perhutani,” ujar Bapak Andi Henu.
Komitmen Amankan Target Produksi
Langkah proaktif KPH Banyumas Barat ini merupakan wujud komitmen dalam mengamankan target produksi getah pinus, yang merupakan salah satu komoditas andalan Perum Perhutani.
Pengawasan ketat, mulai dari kualitas penyadapan oleh mitra hingga proses pengiriman, diyakini akan meminimalkan risiko kehilangan dan mempertahankan mutu bahan baku.
“Pengawalan serius di lapangan, dari BKPH hingga PGT, adalah prioritas.
Kami berharap sinergi semua pihak, termasuk mandor, petugas, dan mitra penyadap, terus terjaga agar pasokan ke industri dapat berjalan optimal,” tutup beliau. (Red/Tugiman)


















