Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

1 kan Suara Bagusi Tapsel, Warga Tantom Angkola Tolak Lanjutkan SiLPA

295
×

1 kan Suara Bagusi Tapsel, Warga Tantom Angkola Tolak Lanjutkan SiLPA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tapsel, Kicaunews.com – Ratusan warga Tano Tombangan Angkola menyatakan siap membagusi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Paslon BAGUSI (Bersama Gus dan Syahbuddin).

Pernyataan itu disampaikan warga Tantom Angkola, Tapsel, usai dikukuhkan sebagai Tim Pemenangan BAGUSI, di aula Istana Hasadaon Kota Tua, Rabu (2/10/2024).

Example 300x600

“Kami rasakan betul kalau Tapsel di tiga tahun terakhir mengalami perlambatan pembangunan. Ini mungkin dampak dari SiLPA yang selalu membengkak,” kata Boru Sianturi, di sela pengukuhan tim tersebut.

Ia mengaku, nama SiLPA atau Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran, kini begitu familiar di telinganya, sebab angka SiLPA Tapsel di tiga tahun belakangan selalu menyentuh angka seratus hingga tiga ratusan miliar.

“Saya mengikuti informasi bahwa angka SiLPA Tapsel dikepemimpinan bupati saat ini selalu membengkak. Padahal, kalau itu digunakan untuk pembangunan, tentunya akan dapat dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Boru Sianturi juga menyinggung lemahnya perhatian pemeritah kabupaten terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi di Tantom Angkola yang mayoritas pe.nduduknya menggantungkan kehidupan dari hasil tani.

“Pak Gus dan Pak Syahbuddin, kami tolak lanjutkan SiLPA dan siap bersama bapak berdua membagusi Tapsel. Tolong juga perhatikan kehidupan dan kebutuhan para petani,” pintanya diamini warga lainnya.

Lain hal pula tapi senada dengan kerisauan yang diungkapkan Edison Rambe kepada Paslon BAGUSI nomor urut satu (No. 1) itu. Ia menyuarakan agar wilayah Tapsel paling utamanya di Tantom Angkola bisa dijaga.

“Kami juga mendengar kalau wilayah Tapsel berkurang sekitar 15.755 Ha, bergeser dan masuk ke dalam peta Taput, Tapteng dan Madina. Wilayah yang bergeser itu katanya juga ada dari Tantom Angkola seluas 368 Ha dan Paya Somanggal (Sayurmatinggi) 375 Ha sesuai peta terbaru Badan Informasi Geospasial (BIG),” sebutnya.

Edison menyayangkan ketidakmampuan Pemkab Tapsel dalam menjaga kedaulatan wilayahnya. Sehingga, menurutnya, hal ini menjadi salah satu ‘PR’ (pekerjaan rumah) bagi Paslon BAGUSI jika terrpilih nantinya.

“Kami, Tim Pemenangan BAGUSI Tantom Angkola, akan betul-betul berjuang dengan segala daya dan upaya untuk kemenangan Paslon BAGUSI No. 1 agar Tapsel kembali bangkit” pekik Edison diikuti warga lainnya.

Sementara itu, mantan Bupati Tapsel dua periode, Syahrul M. Pasaribu yang juga hadir di acara pengkuhuan tersebut akui, apa yang diaspirasikan ratusan warga itu hampir sama dengan kecamatan lainnya.

“Mayoritas masyarakat di 15 kecamatan di Tapsel, keluhan tentang ada perlambatan pembangunan hampir semua sektor di tiga tahun terakhir selalu diungkapkan ke saya,” jelasnya sembari mengaku prihatin.

Keluh kesah dan banyaknya aduan warga Tapsel ini yang kemudian membawa pihak Yayasan Haji Hasan Pinayungan (YHHP) sampai pada kesimpulan, harus ada utusan keluarga besar YHHP menjawab semua itu.

Pada akhirnya, melalui musyawarah YHHP dihadiri segenap keluarga besar/ mewakili dari keturunan Alm. H. Hasan Pinayungan bulan Mei lalu, maka diputuskan Gus Irawan harus turun membenahi Tapanuli Selatan.

“Tentu, kami dan kita semua sayang dengan Tapsel tempat kita lahir dan tumbuh besar. Bona Pasogit (kampung halaman) kita ini tak boleh jalan di tempat apalagi mundur karena kepemimpinan yang lemah,” tegas Syahrul.

Paslon BAGUSI diharapkan bisa mengatasi beragam persoalan Tapsel ke depan. Mulai dari soal serapan anggaran yang rendah yang berdampak SiLPA, luas wilayah yang berkurang, dan beragam persoalan lain yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Dampak uang Pemkab Tapsel yang dibiarkan menganggur (SiLPA) di Bank itu menjadi momok terhadap perlambatan pembangunan. Tapi anehnya, pemkab nya kenapa selalu mengalaskan perlambatan pembangunan karena terjadinya pandemi Covid ya, tidakkah ini gambaran dari sikap yang ambivalen,” tanya Syahrul.

Namun apa pun alasan pemimpin Tapsel saat ini, menurut Syahrul yang diketahui sukses memindahkan serta membangun puluhan kantor pemerintahan Pemkab Tapsel ketika itu, ia nilai sebagai jawaban atau pembelaan karena minim kemampuan.

“Saya tidak bermaksud mendegradasi kepemimpinan Tapsel kini. Akan tetapi ini sebuah fakta dan realita yang tidak bisa kita tutup-tutupi. Tapsel dengan semua sumber dayanya, ke depan ini harus dipimpin oleh figur yang mumpuni,” ungkap Syahrul.

“Melalui momentum Pilkada 27 November, warga harus cerdas memilah dan memilih, mana calon pemimpin Tapsel yang punya jam terbang tinggi dan jaringan yang luas untuk membuat Tapsel kembali bangkit,” pesan Sekretaris Wantim Golkar Sumut itu.

Menjawab itu, calon Bupati Tapsel No. 1, Gus Irawan Pasaribu menyatakan dengan segala upaya dan kemampuan yang dia miliki, akan mewujudkan Tapsel kembali bangkit, seperti harapan segenap warga.

“Pulang dan turun ke Tapsel memang jadi panggilan hati bagi saya, di tengah begitu banyak harapan masyarakat dan termasuk keluarga besar sekaligus Partai Gerindra yang memberi penugasan,” terang Gus.

Menurutnya, kalau bukan keterpanggilan hati membenahi kampung halaman itu, seharusnya 1 Oktober kemarin, Gus ikut hadiri pelantikan di Jakarta, untuk diambil sumpah jabatan sebagai Anggota DPR RI.

“Seharusnya kemarin itu saya mengikuti pelantikan untuk menjabat kembali sebagai Anggota DPR RI untuk periode ketiga. Demi memenuhi harapan warga dan Tapsel, saya lepas dan tinggalkan jabatan itu,” ujarnya.

Sehingga, ungkap Gus, salah besar kalau kemudian ada segelintir orang menyebut, bahwa majunya dirinya menjadi calon Bupati Tapsel hanya bersifat settingan atau bahkan drama, karena mengingat rivalnya di Pilkada Tapsel tiada lain masih kerabatnya.

“Ada cerita saya dengar, bahwa saya maju di Pilkada Tapsel ini hanya drakoran! Saya bilang, isu apalagi ini? Saya sudah mundur dari DPR RI, maju menjadi calon Bupati, tapi masih dibilang drakor,” ujarnya merasa geli.

Gus Irawan pun menyikapi terpaan isu demi isu yang dihembuskan dari orang yang tidak bertanggungjawab itu sebagai nutrisi untuk penyemangat, dalam mewujudkan motto ‘Tapsel Kembali Bangkit’ menjadi juara.

Ia juga mengaku sudah menyusun konsep pembangunan Tapsel ke depan dan sudah dituangkan ke visi dan misi Paslon BAGUSI. Dan dirasa visi misi tersebut bisa menjadi solusi kongkrit dalam kemajuan Tapsel.

“Adapun visi Paslon BAGUSI ialah “Tapsel yang Maju dan Berkarakter Unggul, Sehat, Cerdas, dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045,” papar Gus Itawan.

Ia menambahkan, untuk misi disebut Panca Cita, yakni. Pertama: Perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, sarana air bersih, listrik desa (jaringan PLN) dan jaringan telekomunikasi.

Kedua: Peningkatkan pendapatan masyarakat. Ketiga: Penciptaan kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat dan cerdas. Keempat: Reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Kelima: Perbaikan prasarana dan sarana lingkungan permukiman yang asri dan berkelanjutan

“Kelima poin Panca Cita ini, yang Insha Allah jika kita terpilih nanti, akan menjadi landasan kita dalam memimpin sekaligus memberhasilkan pembangunan Tapsel,” imbuh mantan Dirut PT. Bank Sumut itu.

Terakhir, Gus berterimakasih atas komitmen yang sudah diutarakan masyarakat Tantom Angkola untuk bersama-sama membagusi Tapsel dengan Paslon BAGUSI nomor satu.

Sedangkan Jafar Syahbuddin Ritonga, calon Wakil Bupati Tapel, berjanji dirinya bersama Gus Irawan akan membawa Tapsel ke arah yang jauh lebih baik. Menjadikan jabatan itu nanti sebagai pengabdian bernilai ibadah.

“Saya pastikan siap selalu dampingi setiap derap langkah Tulang Gus untuk bagaimana Tapsel yang sama-sama kita cintai ini dapat unggul tetapi berkarakter di semua lini,” ujar pengelola Pesantren Darul Mursyid itu. (ril)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *