Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaNasional

Keluarga Korban Sanggah Meninggalnya Dindin Rinaldi karena Bunuh Diri

2959
×

Keluarga Korban Sanggah Meninggalnya Dindin Rinaldi karena Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Pangandaran-kicaunews.com, Pihak keluarga almarhum Dindin Rinaldi (29) Guru Olah Raga SDN 2 Pajaten yang di duga kecelakaan tertabrak kereta api di Sidareja Jawa Tengah pada beberapa hari kebelakang, mengaku merasa belum yakin kalau korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Pihak keluarga berharap Kepolisian Cilacap professional dan transparan dalam mengusut penyebab kematian sebenarnya.

Example 300x600

Diketahui Dindin Rinaldi (29) Guru Olah Raga SDN 2 Pajaten Pangandaran ditemukan tewas bunuh diri atau kecelakaan tertabrak kereta api bertempat di JPL 443 sekitar pukul 17.50 WIB jln Batu Kurung Desa Gunungreja Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

Ayi Surahman Paman dari korban mengatakan, di saat membuka jenajah korban dari kantong mayat merasa kaget bahwa tubuh korban dalam keadaan utuh tidak seperti apa yang di bayangkan sebelumnya.

Setelah di teliti dan di periksa secara seksama Ayi merasa tidak yakin bahwa korban meninggal karena kecelakaan tertabrak kereta api. Bahkan banyak kejanggalan pada kondisi tubuh korban.

Ayi mengatakan berdasarkan kronologis yang diterima dan di cocokkan dengan apa yang di temukan di tubuh korban sangat jauh dari dugaan yang di bayangkan.

“Logikanya kalau orang bunuh diri atau tertabrak kereta api, kondisinya tidak akan se utuh itu dan pakaian yang di pakai, seperti baju atau kaos, celana pasti akan terkoyak minimal sobek-sobek.” ucap Ayi.

Tubuh korban lanjut Ayi, di bagian kedua kaki patah namun patahnya sejajar (simetris) kondisinya utuh terbungkus daging dan mengalami luka bengkak. Celana yang di pakainya tidak ada sobek sedikitpun. Di bagian betis kiri sobek dengan lebar kurang lebih dua jari dengan kedalaman sekitar 3 cm, sobeknya seperti kena senjata tajam. Di bagian pergelangan tangan sebelah kiri si temukan luka seperti bekas sayatan senjata tajam, bagian kepala atas belakang sobek sekitar 5 cm, bagian muka mata kanan memar lebam, bagian bawah telinga kanan sobek. Namun yang anehnya bagian perut sampai ke dada tidak ada luka.

Menurut keterangan sambung Ayi, pada waktu kejadian awal dalam pemberitaan di medsos, ada saksi kejadian 2 orang yaitu ; 1. Sutaryo pekerjaan buruh dan 2. Sarimun.
Namun pada saat kami sebagai keluarga korban hendak membuat LP, Saksi yang awalnya 2 orang menjadi saksi tunggal bernama Tedi seorang petani. Keterangan tersebut di dapat dari SPKT Polresta Cilacap. Yang lebih heran lagi kami dari Polresta Cilacap di arahkan untuk ke Polsek Sidareja untuk mengklarifikasi saksi tersebut.

Bukan hanya itu saja kejanggalan yang membuat kami selaku keluarga korban berasumsi bahwa almarhum meninggal bukan bunuh diri tetapi, setelah kami datang ke tempat kontrakan almarhum di Graha Pajaten Pangandaran di rumah tinggalnya ada darah berceceran di lantai, bahkan kaos jersey, sarung tangan, masker dan sprey berlumuran darah segar. jelas Ayi.

“Kami dari keluarga korban berharap pihak kepolisian yang menangani kejadian ini, untuk mengusut tuntas agar tabir yang sebenarnya terungkap. Wajar kalau kami selaku pihak keluarga almarhum menduga bahwa meninggalnya almarhum bukan di akibatkan bunuh diri atau tertabrak kereta api tapi kami menduga ini motifnya adalah pembunuhan (di bunuh) dengan cara di aniaya lalu di buang ke daerah korban di temukan, dengan tujuan seolah-olah korban mati karena bunuh diri atau tertabrak kerata api.” tegas Ayi.
***NZ***

Example 300250
Example 120x600
xvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideos