Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Yudhistira Dekot Jaktim : Bang DAI di Nilai Layak ikut Kontestasi Pilkada DKI Jakarta

146
×

Yudhistira Dekot Jaktim : Bang DAI di Nilai Layak ikut Kontestasi Pilkada DKI Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KICAUNEWS.COM, JAKARTA – Sosok Senator RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta, Prof. Dailami Firdaus dinilai layak untuk mengikuti ajang Pilkada Jakarta pada November 2024 mendatang.

Bagi orang yang meminangnya sebagai pasangan calon Pilkada, berpotensi akan memenangi ajang tersebut.

Example 300x600

Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Jakarta Timur, Yudhistira Tasli. Dia mengatakan, Prof. Dailami yang saat ini menjadi Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029 merupakan cerminan cendekiawan asli Betawi yang mumpuni.

“Profesor Dailami merupakan tokoh yang sangat disegani sebagai Betawi intelektual yang agamis,” ujarnya, Kamis (16/5/2024).

Yudhistira menjelaskan, Prof. Dailami merupakan cucu dari ulama besar di Jakarta, KH Abdullah Syafe’i dan putra dari Hj Tuty Alawiyah.

Kepedulian dalam bidang pendidikan dan agama ini diwariskan dengan eksistensi Universitas As-Syafi’iyah dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dengan ratusan ribu jemaah.

“Bang Dailami punya modal kuat basis massa solid yang bisa dikapitalisasi untuk mendulang suara di Pilkada Jakarta tahun 2024,” imbuhnya.

Menurut dia, memilih Prof. Dailami sebagai pasangan dalam Pilkada Jakarta akan memiliki banyak keuntungan dan manfaat, khususnya dari bakal calon Gubernur (Bacagub) DKJ yang berasal dari luar Jakarta.

“Tentu kombinasi antara tokoh daerah dengan tokoh lokal Jakarta bisa menjadi kekuatan dahsyat. Sebab, dengan jumlah populasi Suku Betawi yang mencapai lebih dari 27 persen di Jakarta akan menjadi kekuatan besar,” ungkapnya.

Dewan Kota Jakarta Timur ini berharap, warga Betawi dapat kompak mendukung Dailami sebagai representasi tuan rumah di Jakarta yang harus bisa ikut memimpin Jakarta.

Dia menyebut, berdasarkan data sensus penduduk tahun 2000, Suku Jawa di Jakarta mencapai 35,16 persen, Betawi 27,65 persen, dan Sunda 15,27 persen.

“Harus ada Betawi yang bisa menjadi pemimpin di kampungnya. Kita harus guyub dan bersatu padu. Pasangan Jawa-Betawi atau Sunda-Betawi punya kans besar di sini. Jakarta Timur dengan jumlah penduduk terbesar di Jakarta juga akan menjadi penentu. Menang di Jakarta Timur berpotensi besar menjadi pemenang di Jakarta,” paparnya.

Ia menambahkan, partai-partai politik yang mengusung calon kepala daerah Jakarta dengan figur dari luar Jakarta bisa menjalin komunikasi intens dengan Dailami.

“Sebaliknya, saya juga ingin agar Bang Dailami bisa melakukan lobi-lobi dengan partai politik agar bisa maju sebagai kandidat peserta Pilkada dan memimpin Jakarta ke depan,” pungkasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideosxvideos