banner 970x250

Covid di China ‘Meledak’ Lagi, Kondisi Kembali Mencekam

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Kicaunews.com – Kota Beijing kembali dilanda kenaikan kasus Covid-19. Alhasil, ibu kota China ini harus berada di bawah penguncian ‘nol-Covid’, di mana jalan-jalan menjadi kosong melompong, pusat perbelanjaan sepi, dan penduduk yang menjaga jarak.

Seminggu setelah para pemimpin melonggarkan kebijakan Covid yang membatasi di negara itu, Beijing langsung dilanda kenaikan kasus Covid yang signifikan.

ARTIKEL LAINNYA :

Dampak wabah di kota itu terlihat di distrik perbelanjaan kelas atas Sanlitun pada Selasa lalu. Di sana, toko dan restoran yang biasanya ramai tidak memiliki pelanggan dan hanya menawarkan makanan untuk dibawa pulang.

Kondisi serupa terjadi di seluruh Beijing. Kantor, toko, dan komunitas perumahan melaporkan kekurangan staf atau pengaturan kerja yang berubah karena banyaknya karyawan yang jatuh sakit karena virus. Sementara itu, yang lain tinggal dan bekerja dari di rumah agar tidak tertular.

Seorang pekerja komunitas mengatakan bahwa 21 dari 24 pekerja di kantor komite lingkungannya di Beijing, yang bertugas mengoordinasikan masalah dan kegiatan perumahan, jatuh sakit dalam beberapa hari terakhir.

“Karena sebagian besar atasan kami terinfeksi, tidak banyak pekerjaan yang diberikan kepada kami,” Ucap karyawan itu, Sylvia Sun.

Acara (biasa), ceramah, pertunjukan, kegiatan orang tua-anak pasti tidak akan diadakan.”

Pada Rabu, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menyerah untuk melacak semua kasus Covid baru, dan mengumumkan bahwa infeksi tanpa gejala tidak lagi dimasukkan dalam hitungan kasus harian.

“Tidak mungkin untuk secara akurat mengetahui jumlah sebenarnya dari infeksi tanpa gejala,”Ucap NHC dalam pemberitahuan, mengutip penurunan tingkat pengujian resmi.

Pihak berwenang pada Rabu pagi melaporkan 2.249 kasus Covid bergejala secara nasional untuk hari sebelumnya, 20% di antaranya terdeteksi di ibu kota. Angka-angka itu juga dianggap dipengaruhi oleh pengurangan pengujian. Namun jumlah kasus secara keseluruhan di ibu kota China bisa berkali-kali lebih tinggi dari yang tercatat.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Kelurahan Utama Monitoring PPKM Malam

Rumah sakit besar kota telah mencatat 19.000 pasien dengan gejala flu dari 5 hingga 11 Desember, lebih dari enam kali lipat dari minggu sebelumnya, Ujar seorang pejabat kesehatan.

Jumlah pasien yang mengunjungi klinik demam 16 kali lebih banyak pada Minggu dibandingkan minggu sebelumnya. Di China, di mana tidak ada sistem perawatan primer yang kuat, mengunjungi rumah sakit adalah hal biasa untuk penyakit ringan.

Sun Chunlan, pejabat tinggi China yang bertanggung jawab atas penanganan Covid, menyebut sejauh ini hanya ada 50 kasus parah dan kritis di rumah sakit, yang sebagian besar memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *