Komisi IX Dukung Penanganan Stunting Lewat Olahan Kelor/Marungga NTT

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KICAUNEWS.COM– Komisi IX DPR RI secara resmi menerima audiensi Tim Moringa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pertemuan itu, Pemerintah Provinsi NTT membahas terkait upayanya dalam menurunkan angka Stunting di NTT melalui pemanfaatan produk olahan tumbuhan kelor atau Marungga.

Audiensi tersebut juga dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi IX, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (5/12) kemarin.

ARTIKEL LAINNYA :

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita menyampaikan dukungannya untuk pemanfaatan daun kelor dalam mengatasi stunting. Menurut Felly, angka prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih tergolong tinggi.

“Kami mendukung secara penuh untuk pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu solusi penurunan angka stunting,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Tim Moringa NTT, marungga atau kelor NTT dinilai dapat menjadi menjadi alternatif dan solusi dalam penanganan stunting. Sebab, hak itu telah dibuktikan dari beberapa penelitian baik di Luar Negeri, di Indonesia maupun di NTT bahwa pemberian serbuk Marungga mampu meningkatkan berat dan status gizi.

Dengan memberikan serbuk Marungga NTT dalam penanganan stunting, juga akan bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat secara kelompok mau pun perorangan di Provinsi NTT.

Selain itu, Tim Moringa juga mengusulkan agar Marungga NTT dapat dimasukkan dalam Permenkes untuk menjadi salah satu unsur tambahan olahan pangan pada menu PMT baik bagi balita maupun ibu hamil.

“Serta kami mohon dukungan mengalokasikan anggaran khusus untuk serbuk Marungga NTT baik secara lokal NTT maupun provinsi lain secara nasional diakomodir dalam paket PMT sebagai suplemen bahan makanan yang dapat membantu penyerapan zat gizi menjadi adekuat,” kata pimpinan Tim Moringa.

Baca juga :  Datakan Inventaris Dinas Polri Bag Logistik Laksanakan Supervisi Ke Polsek Jajaran Polres

Senada, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan akan menindaklanjuti permintaan tersebut kepada Kementerian Kesehatan.

“Apabila ada hasil penelitian tentang daun kelor yang semakin sahih bagi pemerintah pusat, alangkah baiknya bahan itu bisa diberikan kepada kami untuk menjadi rujukan kepada pemerintah,” kata Melki Laka Lena.

Disamping itu, anggota DPR dari Fraksi Golkar itu menjelaskan bahwa, sejauh ini pemerintah bersama Komisi IX pada tahun 2022 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp44,8 triliun untuk mendukung program percepatan pencegahan stunting.

“Kami juga setuju agar dana stunting didesentralisasikan saja dikirim ke daerah, sehingga tugas daerah untuk menggunakan dana tersebut berbasis pada kasus stunting lokal karena daerah yang lebih paham,” jelas Melki Laka Lena. (Haji Merah)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *