Pembuat Duplikat TOMBI Kerajaan Konawe dan Rumah Adat, Inilah Pahlawan Kebudayaan Suku Tolaki

banner 120x600
banner 468x60

Sultra, Kicaunews.com – Dimasa berdirinya Kerajaan Konawe pada abad ke 10 silam, Raja Konawe dipimpin seorang perempuan yang bernama WEKOILA Dan dikawal dengan seorang Laki-laki Pemberani yang diberi gelar TAMALAKI yang bernama TAWE LEREHOMA.

Pada saat itu, Raja Konawe membuat aturan bagi rakyatnya yang biasa dikenal dengan sebutan Kalosara yang bermakna “Inae KonaSara Iee Pine Sara, Inae Lia Sara Iee Pine Kasara” yang artinya, Bagi siapa yang berbuat baik akan dibalas kebaikan dan bagi siapa yang berperilaku buruk maka akan dihukum.

ARTIKEL LAINNYA :
Bendera atau TOMBI / Tutuwi Motahano Konawe / Kamokole I Konawe

Kerajaan Konawe memiliki Bendera atau TOMBI / Tutuwi Motahano Konawe / Kamokole I Konawe yang artinya Panji Penutup Matang Kerajaan Konawe atau Bendera Kerajaan Konawe sebagai Lambang Kerajaan Konawe dimasa itu.

Di Abad ke 10 sampai dengan tahun masehi 2014, TOMBI tak pernah terlihat ditengah-tengah masyarakat Suku Tolaki sehingga keberadaannya hampir terlupakan oleh Suku Tolaki.

Namun berkat semangat membangun dan melestarikan Budaya Suku Tolaki, muncul pemikiran ide dan gagasan dari salah satu generasi muda tolaki yang bernama Ajemain Suruambo untuk membuat Duplikat Bendera Kerajaan Konawe (TOMBI) yang sudah lama tak terlihat oleh Masyarakat Suku Tolaki.

Pada akhir tahun 2014 TOMBI Kerajaan Konawe (Duplikat sesuai dengan aslinya) berhasil dibuatnya, lalu keberadaan TOMBI tersebut disampaikan melalui Lembaga Adat Tolaki, Lembaga Kerajaan Nusantara dan Pemerintah Republik Indonesia untuk mendapat pengakuan dari berbagai pihak bahwa TOMBI / BENDERA KERAJAAN KONAWE benar adanya dizaman Kerajaan Konawe pada Abad ke 10.

Bendera itu sendiri terdiri dari 6 warna, yaitu putih, merah, kuning, hitam hijau dan biru yang mempunyai makna bahwa Suku Tolaki Cinta Damai, Pemberani, Sejahtera, Kekayaan alam melimpah dan mempercayai adanya Dewa /Tuhan, Bermodalkan jiwa dan semangat dalam melestarikan Budaya dan Adat Istiadat Nenek Moyang Suku Tolaki.

Baca juga :  Kasat Sabhara Polres Cimahi Terus Intens Melakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan

Bermula di awal tahun 2014 melakukan penelusuran informasi melalui Tono Motuo /Orang Tua yang yang masih hidup dan pernah melihat Tombi dimasa itu, dan dengan metode primer /wawancara langsung sehingga mendapatkan informasi bahwa TOMBI dimasa itu dibawah kekuasaan TAWE LEREHOMA / TAMALAKI masa perang Kerajaan Bone dan Luwu, Kerajaan Bone meminta bala bantuan Kerajaan Konawe, Raja Konawe memerintahkan TAMALAKI / TAWE LEREHOMA dan pasukannya untuk membantu Kerajaan Bone.

Setelah itu, berangkatlah TAMALAKI beserta TOMBI ,dalam perperangan dimenangkan oleh Kerajaan Bone namun sebelum TAMALAKI beserta pasukannya kembali ke Konawe, Raja Bone II memberi Gelar TAMALAKI dengan GELAR atau sebutan PAKANDE ATE yang artinya Laki-Laki Pemberani Pemakan Ati Manusia dari Konawe.

TAWE LEREHOMA /TAMALAKI pada saat itu bermukim di Lerehoma (Sekarang Wilayah Kec.Anggaberi) dan wafat serta di kebumikan di Lerehoma (Anggaberi) Kabupaten Konawe, setelah wafatnya TAWE LEREHOMA selanjutnya TOMBI diserahkan kepada salah satu anak keturunannya yang bernama WEPOINDO yang bermukim di Meluhu/Wonua Ndinudu (Sekarang Wilayah Kelurahan Meluhu) dan setelah wafatnya WEPOINDO maka sejak itu pula TOMBI tersebut sudah tak terlihat lagi keberadaannya akibat dibakar oleh Gerombolan DI/TI sekitar Tahun 1958.

Untuk pertama kalinya TOMBI dikibarkan di Istana Negara pasca sistem Kerajaan berubah menjadi sistem Pemerintahan puncaknya pada saat memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 tahun 2016 di Istana Negara Republik Indonsesia dikarenakan sejak kepemimpinan Presiden RI Bapak Jokowi Bendera-Bendera Kerajaan Nusantara diundang dalam perayaan HUT RI dan TOMBI Kerajaan Konawe telah tercatat sebanyak 4 kali dihadirkan di Istana Negara, Melalui undangan Presiden RI ditindaklanjuti oleh Aparat TNI melaksanakan penjemputan dan pengawalan TOMBI Kerajaan Konawe yang berada di Meluhu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe dirumah Adat Tolaki /Laika Mbu’u yang dihuni oleh Bapak Ajemain Suruambo (Pembuat Duplikat TOMBI) untuk dibawa ke Istana Negara di Jakarta.

Baca juga :  Pemerintah Kabupaten Pangandaran Lakukan Banding Terhadap Keputusan Pengadilan Negeri Ciamis
Rumah Adat Suku Tolaki

Oleh karena hal tersebut, Penulis menilai bahwa apa yang telah diperbuat oleh Bapak Ajemain Suruambo adalah sebuah gagasan yang sangat visioner dan penulis membayangkan jika tidak diciptakannya kembali TOMBI maka sudah barang mustahil masyarakat Suku Tolaki dapat melihat TOMBI Kerajaan Konawe saat ini.

Mengutip Bahasa Mantan Presiden Amerika Serikat mengatakan “Small minds discuss people, Average minds discuss events,Great minds discuss ideas ; Pikiran kecil membicarakan orang, Pikiran sedang membicarakan peristiwa dan Pikiran besar membicarakan ide”.

Oleh karena itu, di Hari Pahlawan 10 Nevember tahun 2022 ini Momentum bagi Lembaga Adat Tolaki yang berhimpun dalam Forum Pemuda Adat Tolaki mengapresiasi dengan menyematkan Gelar Kebudayaan kepada Bapak Ajemain Suruambo atas dedikasinya dalam melestarikan Budaya Tolaki dalam 2 karya nyata dalam Kebudayaan Suku Tolaki yaitu Membuat Duplikat TOMBI (Bendera) Kerajaan Konawe Dan Membangun Rumah Adat Tolaki yang asli atau LAIKA MBU’U dengan tujuan kita jadikan motivasi bagi generasi muda Tolaki dimasa kini dan dimasa yang akan datang agar dapat mencintai khazanah budaya dan adat istiadat yang melekat pada jati diri kita sebagai Suku Tolaki. Jika bukan kita siapa lagi yang akan menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya telah dititipkan oleh para leluhur kita.(Red/Rilis)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *