PATRIA PMKRI Soroti Dugaan Diskriminasi Peserta Didik Beragama Kristen di SMAN 2 Depok

banner 120x600
banner 468x60

DEPOK, KICAUNEWS.COM– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) yang itu adalah wadah para alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menyesalkan, adanya dugaan tindakan diskriminasi kepada peserta didik yang beragama Kristen di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Depok.

Dimana para siswa dan siswi yang beragama Kristen dan Katolik di SMAN 2 Depok itu, dilarang memakai dan menggunakan ruang kelas untuk kegiatan ekstrakurikuler Rohani Kristen (RohKris) oleh Kepala Sekolah.

ARTIKEL LAINNYA :

Bukan hanya itu, pihak sekolah yang meliputi Staf Kesiswaan SMAN 2 Depok itu juga berencana akan membubarkan ekstrakurikuler tersebut dan memberikan ancaman kepada para guru yang berani memberikan informasi tersebut kepada wartawan.

Ketua Bidang Lintas Iman dan Budaya DPP PATRIA PMKRI, Alexander Philip Sitinjak mengatakan bahwa, permasalahan yang terjadi pada peserta didik yang beragama Kristen di SMAN 2 Depok itu, harus menjadi perhatian khusus dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Menristek Dikti).

Agar bagaimana, mendapatkan jaminan hak bagi peserta didik, serta melarang bagi siapa pun untuk melakukan tindakan diskriminasi terhadap siswa berdasarkan latar belakang agama.

“Prinsip non-diskriminasi ini ditegaskan UUD 1945 Pasal 28I ayat 2, dimana disebutkan bahwa, setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif,” kata Philip Sitinjak.

Alumni PMKRI dari Cabang Bogor itu lebih jauh menjelaskan bahwa, sekolah berkewajiban untuk bagaimana memperlakukan para siswa dan siswinya secara berkeadilan dan setara serta memberikan keleluasaan bagi para siswa untuk menjalankan agamanya masing-masing.

“Dalam hal ini, tentu sekolah itu berkewajiban memperlakukan siswanya secara berkeadilan dan setara baik dalam pemberian keleluasaan bagi siswa menjalankan agamanya masing-masing, maupun pelayanan pendidikan dan pengajaran agama, penyediaan fasilitas dan sarana peribadatan secara layak sesuai agama dan keyakinan para siswa.” jelasnya.

Baca juga :  KH Yusuf Sholeh : Diantara Keutamaan Malam Al Qodr

Informasi, keberadaan ekstrakurikuler Rohani Kristen di SMAN 2 Depok itu diyakini dapat menampung para peserta didik yang tidak hanya beragama Kristen, akan tetapi juga agama Katolik.

Cristian SMADA People disingkat Chandle adalah sebutan untuk ekstrakurikuler Rohani Kristen di SMAN 2 Depok. Selain itu, Chandle juga adalah wadah atau tempat para siswa dan siswi yang beragama Kristen dan Katolik untuk bersekutu dan beribadah serta menjalin kasih dan persahabatan dalam tuhan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak SMAN 2 Depok. Untuk kepentingan berita dan keberimbangan sebuah berita, wartawan masih terus melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. (Haji Merah)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *