Golkar Jadi Partai Populer, Kaum Muda Dambakan Pemimpin Masa Depan Tidak Korupsi dan Jujur

Rilis Survei Nasional dan Diskusi Publik, Centre For Strategic and International Studies (CSIS) di Jl. Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Haji Merah)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KICAUNEWS.COM- Centre For Strategic and International Studies (CSIS) secara resmi merilis hasil survei nasional, bertajuk “Pemilih Muda dan Pemilu 2024: Dinamika dan Preferensi Sosial Politik Pascapendemi” Senin (26/09) di Auditorium CSIS, Jl. Tanah Abang Jakarta Pusat.

Dari hasil riset CSIS itu tercatat bahwa, partai politik paling populer dan disukai kaum muda atau generasi milenial adalah partai Golkar, kemudian PDI Perjuangan dan disusul partai Gerindra.

ARTIKEL LAINNYA :

Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes mengatakan bahwa, tingkat kesukaan kaum muda pada partai Golkar terccatat mencapai pada angka popularitas 94,0 persen, disusul PDI Perjuangan 93,5 persen, dan partai Gerindra 92,7 persen.

“Popularitas dan kesukaan pada partai politik, relatif perkenalan pada kita sudah cukup tinggi dengan jarak antar partai ini tipis-tipis saja. Terlihat disini, Golkar ada diurutan paling atas, ” kata Arya, Senin (26/09) di Auditorium CSIS, Jl. Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Selain soal kesukaan pada partai politik, generasi milenial atau kaum muda juga mendambakan karakter pemimpin di masa depan, adalah sosok yang jujur dan tidak korupsi. Survei itu dilakukan kepada mayoritas pemilih muda berusia 17-39 tahun.

Menurut Arya, terdapat pergeseran kesukaan kaum muda terhadap kepemimpinan nasional. Ia menjelaskan, ke depan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Di mana Pemilu 2014 dan 2019, populasi muda ingin pemimpin yang merakyat dan sederhana.

“Dalam survei, kami menanyakan seperti apa karakter paling dibutuhkan untuk memimpin Indonesia ke depan. Sekarang terjadi perubahan, menjelang 2024 nanti sebagian besar pemilih muda kita menginginkan karakter pemimpin yang jujur dan tidak korupsi sebesar 34,8 persen,” kata Arya.

Setelah jujur dan tidak korupsi, Arya menjelaskan bahwa, kaum muda juga ingin pemimpin kedepan, adalah yang merakyat dan sederhana.

Baca juga :  Peringati Hari Sumpah Pemuda, JARNAS Ajak Kaum Muda Rawat Kebhinekaan Indonesia

“Pemilih ingin pemimpin yang merakyat dan sederhana sebesar 15,9 persen, tegas dan berwibawa 12,4 persen, prestasi/kinerja 11,6 persen, pengalaman memimpin 10,1 persen, kecakapan memimpin 6,7 persen, taat beragama 4,1 persen, cerdas dan pintar 3,6 persen, lainnya 0,3 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab 0,5 persen.” kata Arya.

“Jadi orang butuh pemimpin yang jujur, berintegritas, dan bersih dari korupsi. Ini yang diinginkan oleh anak-anak muda kita ke depan,” jelasnya.

Survei dilakukan pada periode 8-13 Agustus 2022 dengan populasi survei penduduk Indonesia berusia 17-39 tahun melalui wawancara tatap muka.

Survei menggunakan metode survei multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,84 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Haji)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :

Respon (23)

  1. memang seharusnya mencari pemimpin yang jujur, berintegritas, dan bersih dari korupsi. Ini yang diinginkan oleh anak-anak muda kedepanya

    1. Golkar setelah Soeharto kagak ada yang jadi Presiden. Baru hanya sebatas Wakil Presiden aja oleh Jusuf Kalla. Itu juga awal awal gak di dukung partai.

  2. Itu akurasi data hasil surveinya kredibel gak yah? Bukannya PDI Perjuangan ya yang paling pro anak muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *