Pengamat IPO Dedi Kurnia Menilai Bahtiar Tepat Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar, paling potensial menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Dedi, ada dua alasan kuat mengapa Bahtiar paling layak menduduki jabatan tersebut.

ARTIKEL LAINNYA :

“Pertama, latar birokrat Bahtiar dan berada dilingkaran pemerintah pusat, serta tidak punya tendensi kedekatan secara personal dengan elit kekuasaan, ini penting karena menjamin netralitas dalam memimpin DKI Jakarta, agar tidak ada celah upaya politik 2024 di kontestasi politik,” ujarnya, Kamis.( 22/9/2022).

“Sementara tokoh lain yang diajukan, utamanya Heru Budi jelas punya kedekatan personal dengan Presiden, ini miliki peluang jika Heru membawa kepentingan kedekatan itu, imbasnya bisa politis,” imbuhnya.

Kemudian Dedi mengungkapkan alasan kedua alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor yang lulus pada tahun 1995 tersebut paling layak ditunjuk sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta.

“Alasan kedua, sebagai ASN Bahtiar memahami batasan dalam mengelola sumber daya manusia di DKI Jakarta, meskipun hanya di masa transisi, hal ini agar seluruh sumber daya di DKI Jakarta tetap bekerja sebagaimana seharusnya, tidak dijadikan sebagai alat dukungan politik di 2024, karena Bahtiar tentu tidak miliki kepentingan politis itu,” terangnya.

Selain itu, Bahtiar juga pernah dipercaya Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian untuk menduduki jabatan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).

“Jadi DKI Jakarta saat ini sangat cocok jika PJ Gubernurnya dipimpin Dr Bahtiar yang telah terbukti sukses dalam menerapkan akuntabilitas di birokrasi dan pelayanan publik, Dengan prestasi-prestasi itu, Bahtiar diharapkan mampu melanjutkan program-program yang sudah dikerjakan Anies,” tambah Dedi.

Baca juga :  Sambang Dialogis Polsek Tirtajaya

Disisi lain, lanjut Dedi, Bahtiar juga sangat memahami psikologi politik warga Jakarta. Apalagi di Jakarta banyak dihuni oleh kekuatan-kekuatan politik nasional.

Sehingga dibutuhkan Pj Gubernur yang independen tidak terkait politik apapun, apalagi menjadi kaki tangan atau agen daripada oligarki.

Dedi berharap, Presiden Joko Widodo tidak salah pilih dalam menentukan siapa yang akan menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta, sebab kata Rian, masa-masa transisi seperti saat ini, Jakarta kini lebih membutuhkan Sosok pemimpin yang memiliki kompetensi memadai, paham alur pemerintahan dan memiliki rekam jejak baik, serta berpengalaman di dunia pemerintahan.

“Saya menilai semua kriteria ini ada pada sosok Bahtiar, ia cukup tepat menjadi Pj Gubernur DKI dengan sikap nya yang netral dan Independent yang dapat menjalin komunikasi dengan berbagai pihak secara vertikal maupun horizontal, hal itulah yang menjadikan jembatan bagi Bahtiar sukses dalam mengelola pemerintahan,” Tutupnya.

Untuk diketahui, nama pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan pada 16 Januari 1971 mencuat sebagai kandidat PJ Gubernur DKI Jakarta setelah dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab) DPRD DKI Jakarta yang digelar pada Selasa 13 September 2022 memperoleh dukungan enam suara dari total sembilan fraksi yang ada di DPRD.

Nama Bahtiar baru muncul ke permukaan sebagai calon PJ Gubernur DKI di detik-detik terakhir untuk memimpin ibu kota usai Gubernur DKI Anies Baswedan habis masa jabatannya pada 16 Oktober.

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.