Diduga Banyak Keluhan, Jokowi Minta Menkumham Ganti Pejabat Dirjen Imigrasi Beserta Jajarannya

  • Bagikan
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia) sempat memberikan perintah langsung kepada jajaran menteri untuk melakukan perubahan total terhadap sistem imigrasi yang saat ini diterapkan.

Perubahan tersebut dilakukan karena banyak keluhan yang diajukan oleh para investor hingga turis yang hendak tinggal di Indonesia. Mereka mengaku mengalami banyak kendala dan kesulitan. Jokowi juga menerima komplain langsung terkait sistem yang digunakan. Sistem tersebut dianggap terlalu mengontrol dan mengatur.

ARTIKEL LAINNYA :

Presiden Jokowi menilai kinerja Direktur Jenderal Imigrasi dan jajarannya gagal dalam menjalankan tugas terkait visa on arrival dan juga yang berkaitan dengan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas).

Kegagalan tersebut diklaim Jokowi karena masih banyak laporan yang masuk ke dirinya mengeluhkan persoalan pengurusan yang terbilang rumit.

“Auranya yang saya rasakan itu, imigrasi ini masih mengatur dan mengontrol. Sehingga apa? Akhirnya apa? Menyulitkan. Ini yang diubah total, harus. Yang seharusnya, auranya adalah memudahkan dan melayani,” kata Jokowi dalam keterangan yang dikutip dari laman Setkab.go.id, Minggu (11/9).

Dengan kegagalan seperti itu, Jokowi pun memerintahkan Menkumham Yassona Laoly untuk segera mencopot Dirjen Imigrasi serta seluruh jajarannya.

“Harus berubah total. Kalau perlu dirjennya ganti, bawahnya ganti semua, biar mengerti bahwa kita ingin berubah,” tegasnya.

“Ini memang mau tidak mau harus dilakukan perubahan total. Yang seharusnya sebagai pelayan publik bisa memberikan kemudahan dan melayani dengan baik. Kalau perlu, Dirjennya pun harus segera diganti hingga ke bawah – bawahnya. Supaya lebih paham dan jelas, jika kita ingin dan harus berubah. Kalau kita mempunyai harapan besar bisa mendatangkan turis dan investor, ya harus segera diubah,” tambah Presiden Indonesia Jokowi.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Lelea Giatkan Posko PPKM Mikro

Jokowi mencontohkan sejumlah negara yang mempermudah visa dan izin tinggal bagi warga negara asing dengan kemampuan ekonomi maupun keahlian khusus.

“Jadi, orang diberikan, baik itu yang namanya visa, yang namanya kitas-kalau kita ya-mereka melihat itu. Kalau dia investor, investasinya berapa, sih? Dia lihat, negara itu pasti lihat. Dia membuka lapangan kerja berapa ribu orang, sih? Atau memberikan kontribusi terhadap ekonomi kita berapa, sih? Orientasinya mesti harus ke sana; atau meningkatkan ekspor berapa, sih?” jelasnya.

Jokowi ingin kembali memastikan agar pelayanan imigrasi lebih melayani dan meninggalkan gaya-gaya lama. Menurut dia, visa maupun Kitas bagi para investor maupun tenaga ahli asing diyakini dapat memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia.

“Ini yang begini-begini ini bermanfaat sekali bagi rakyat kita. Kita harus mulai betul-betul, Pak Menteri, mengubah ini,” katanya.

Sementara itu, penjelasan langsung juga diberikan oleh seorang pengamat kebijakan publik terkait dengan sederet permasalahan yang ada di imigrasi Indonesia.

Berikut 3 Permasalahan yang Ada di Imigrasi Indonesia :

1. Masalah Pengurusan KITAS

“Wajar saja jika Presiden Jokowi geram, dari dulu ya gitu – gitu saja tak pernah menunjukkan perubahan. Mulai dari membuat KITAS, Visa, baik yang sifatnya on arrival atau lainnya, tidak ada yang bisa segera beres,” Kata Agus Pambagio pada (11/9).

Menurutnya, pengurusan dokumen imigrasi Indonesia seperti KITAS hingga Visa masih berpotensi koruptif. Kok bisa? Warga asing harus ketemu orang langsung dan disinilah letak permasalahannya.

2. Masalah Pengurusan Visa On Arrival

“Visa on arrival itu kan prosesnya harus melalui antre secara langsung untuk bisa membayar, jadi kita semua bisa menilai sendiri, disitu sangat rawan tindakan koruptif. Akan ada calo yang berkeliaran meski lokasinya ada di dalam bandara,” kata Agus Pambagio.

Baca juga :  Inilah Revolusi Mentalmu Jokowi ?

3. Bebas VISA Tak Ada Timbal Balik dengan Sejumlah Negara Asing

“Dimana – mana seharusnya bebas Visa itu kan reciprocal. Misalnya saja begini, jika Jepang memberikan bebas Visa, maka kita pun harus kasih bebas Visa kepada mereka,” tuturnya.

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.