BBM Naik, Tarif Ojol Ikut Naik ! Berikut Harga Rinciannya

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Penetapan kenaikan harga tarif Ojek Online (Ojol) akhirnya resmi diberlakukan pada Minggu (11/09/2022), setelah ditunda pada 28 Agustus 2022.

Penyesuaian tarif ini diberlakukan seiring dengan penetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 3 September 2022 melalui Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP 677 Tahun 2022.

ARTIKEL LAINNYA :

Sebelumnya dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP 564 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi, komponen biaya tarif Ojol dibagi menjadi Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung.

Biaya Langsung sendiri meliputi: biaya penyusutan kendaraan, bunga modal kendaraan, biaya pengemudi (penghasilan, jaket, helm, dan sepatu), asuransi (untuk kendaraan, pengemudi, dan penumpang), pajak kendaraan bermotor, BBM, ban, pemeliharaan dan perbaikan, biaya penyusutan handphone, dan biaya pulsa atau kuota internet.

Seluruh unsur Biaya Langsung tersebut dijumlahkan ke dalam Sub Total A, lalu profit untuk Mitra (driver) adalah Sub Total A x Persentase Keuntungan Mitra.

Sementara untuk Biaya Tidak Langsung hanya terdiri dari biaya sewa penggunaan aplikasi yang ditetapkan tidak lebih dari 20 persen. Dari total Biaya Langsung dan Tidak Langsung tersebut akan menjadi Total Biaya Jasa (Rp/Km).

Tarif Ojol yang baru ini kemudian dibagi ke dalam 3 zonasi wilayah yaitu Zona I, Zona II dan Zona III.

Zona I meliputi daerah Sumatera, Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dan Bali; Zona II meliputi daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi; dan Zona III meliputi daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku, dan Papua.

Berikut adalah pembagian harga tarif Ojol yang baru berdasarkan zonasi tersebut.

Baca juga :  Para Ojek Online Galang Dana Guna Bantuan Andriyansyah Penderita Hidrosefalus

Tarif Ojol Baru Berdasarkan Zonasi Wilayah
Zona I:

Tarif batas bawah: Rp2.000

Tarif batas atas: Rp2.500

Tarif minimal: Rp8.000 sampai Rp10.000

Zona II:

Tarif batas bawah: Rp2.550

Tarif batas atas: Rp2.800

Tarif minimal: Rp10.200 sampai Rp11.200

Zona III:

Tarif batas bawah: Rp2.300

Tarif batas atas: Rp2.750

Tarif minimal: Rp9.200 sampai Rp11.000

Dilansir dari Antaranews, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno,dalam konferensi pers menyatakan bahwa penetapan kenaikan tarif Ojol yang baru ini merupakan hasil revisi yang menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM, upah minimum regional (UMR), dan komponen perhitungan jasa lainnya.

Penyesuaian dan kenaikan tarif ini disambut oleh tanggapan positif dari para mitra atau driver ojol di Indonesia.

Sejumlah pengguna ojol mengeluhkan kenaikan tarif tersebut. Kenaikan tarif dinilai terlalu besar.

“Sebagai pengguna ojol ini kan ada kenaikan tarif dampaknya gede banget ya, berasa banget tarifnya naik juga. Jadi berasa ngeluarin uang buat ongkos doang. Ya rada kesel ya sebenernya karena ya itu makin boros,” ujar Yulia (26) saat ditemui di Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (11/9).

Di sisi lain, Yulia juga merasa kasihan kepada nasib para driver ojol jika tarif tersebut tidak naik. Ini disebabkan harga BBM saat ini yang juga sudah naik sejak seminggu lalu.

“Jadi permasalahannya kan di BBM gitu,” ucapnya.

Keluhan yang sama disampaikan pengguna ojol bernama Fika (25). Fika, yang setiap hari menggunakan jasa ojol untuk berangkat ke kantor, merasa terbebani kenaikan tarif ini.

“Ya soal tarif sekarang lumayan ya, karena kan saya setiap hari menggunakan ojol gitu jadi ada kenaikan harga juga dari ojol. Karena biasanya saya keluarin Rp 50 ribu jadi keluarin Rp 60-70 ribu. Jadi agak terbebani sih dengan kenaikan tarif ojol ini,” ungkapnya.

Baca juga :  Aiptu Suherman Lakukan Pengecekan Rutan Polsek

Namun, di sisi lain, Fika berharap kenaikan tarif tersebut berdampak baik bagi para driver ojol. Ini disebabkan para driver juga mendapat potongan dari aplikator.

“Tapi kan ini kenaikan tarif juga berdampak sama ojol, karena setahu saya ada potongan aplikasi 20 persen. Semoga dengan kenaikan ini bisa mensejahterahkan driver ojol yang pendapatannya juga bisa lebih meningkat,” ungkapnya.

Para driver ojol menanggapi kenaikan tarif. Driver ojol di Jakarta Selatan menyebut kenaikan tarif lebih menguntungkan perusahaan.

Salah seorang driver ojol, Aulia Muchtar (38), mengatakan pihaknya hanya menerima untung dari kenaikan tarif sebesar Rp 500. Dia menyebut ada biaya potongan dari aplikasi sekitar 10 persen dari total pembayaran penumpang.

“Naiknya juga sebenarnya tidak sesuai sama harapan kita. Naiknya itu cuma Rp 500. Terus kalau bisa, potongan dari aplikatornya itu 10 persen, biar tidak membebani ke customer-nya. Jadi yang ngebebanin ke customer itu bukan mahalnya argo, tapi biaya pemesanan, asuransi, sama macam-macam dari aplikasi,” tutur Aulia saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (11/9/2022).

Aulia menyebut untuk jarak dekat pengantaran kurang dari 3 kilometer, penumpang harus membayar Rp 14.000. Sementara, kata Aulia, driver hanya menerima Rp 8.500 dari biaya tersebut dan sisanya untuk aplikator.

“Bersihnya Rp 8.500 jadi banyaknya itu ke kantor, kalau tidak salah biaya pemesanan Rp 1.500-2.000, terus ada biaya asuransi sama potongan 20 persen. Itu kan kasihan di customer, seakan-akan kalau naik itu driver sejahtera padahal mah nggak,” ungkapnya.

Dia menilai kenaikan tarif ojol itu sudah mulai berdampak pada jumlah pengguna ojol. Hal itu, kata Aulia, dirasakannya saat hari libur yang biasanya banyak pemesanan, saat ini berkurang.

Baca juga :  Pengawasan Rutin IPAl, Baops Sektor 22 Citarum Harum, Ajak Para Pelaku Usaha Jaga Lingkungan

“Percuma naik argo, kalau potongan sama biaya lain-lain masih banyak. Harapan saya potongan sama biaya pemesanan lebih di-press,” ujarnya.

 

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.