Dirjen Dukcapil Kemendagri Angkat Suara Soal 1,3 Miliar Data SIM Card yang Bocor

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Kasus kebocoran data kini kembali terjadi. Kali ini ada 1,3 miliar data registrasi SIM Card masyarakat Indonesia yang diduga bocor.

Kebocoran data ini diduga terjadi sejak 2017 lalu. Ada 1,3 miliar data registrasi SIM Card masyarakat Indonesia yang diduga bocor. Kebocoran tersebut diunggah pada 31 Agustus 2022 oleh anggota forum situs breached.to dengan nama identitas Bjorka. Pengunggah tersebut juga memberikan sampel data sebanyak 1,5 juta data.

ARTIKEL LAINNYA :

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, berdasarkan pencermatan struktur datanya, data yang dimiliki oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri berbeda dengan yang terdapat pada breached.to.

“Dari pengamatan pada sistem milik Ditjen Dukcapil, tidak ditemukan adanya log akses, traffic, dan akses anomali yang mencurigakan,” kata Zudan Arif Fakrulloh dalam pernyataannya, Jumat (2/9/2022).

Zudan pun menyimpulkan data tersebut bukan berasal dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Meski demikian, Zudan berjanji Ditjen Dukcapil akan menindaklanjuti dugaan kebocoran data tersebut.

“Ditjen Dukcapil Kemendagri akan menelusuri lebih lanjut terkait dengan berita adanya dugaan kebocoran data registrasi pengguna SIM prabayar,” tegas Zudan Arif Fakrulloh.

Disisi lain, Salah seorang pengguna mengunggah tangkapan layar (screenshot) yang menunjukkan bahwa 1,3 miliar data pendaftaran SIM card atau kartu ponsel di Indonesia bocor. Disebutkan juga bahwa data bocor berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Data pendaftaran itu meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, nama penyedia layanan atau provider, dan tanggal pendaftaran.

“Penjual menyatakan bahwa data ini didapatkan dari Kominfo,” kata salah seorang pengguna di Twitter @Rifqi, Kamis (1/9).

Data yang diduga bocor itu mencapai 87 Gibabita (GB). Tidak jelas berapa harga dari informasi yang diduga bocor ini. Namun, penjual dengan nama akun @Bjorka itu menuliskan angka $ 50.000. Ia juga hanya menerima pembayaran menggunakan kripto bitcoin dan ethereum.

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.