banner 728x250

Bersama Pakar Virus, MIPI Gelar Webinar Bahas Memahami Covid-19 Dan Dinamikanya Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Masyarakat Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) kembali menggelar webinar Sesi 13 bertajuk “Memahami Covid-19 Dan Dinamikanya Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan”.

Webinar yang dilakukan pada Kamis (30/12/2021), menghadirkan narasumber Dr. Moh Indro Cahyono (Pakar Virus) yang di ikuti perwakilan peserta semua stakeholder mulai dari Akademisi, Praktisi dan Masyarakat.

ARTIKEL LAINNYA :

Audrey Chandra selaku moderator dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran dari seluruh peserta Zoom meeting pada webinar malam hari ini yang diselenggarakan oleh MIPI untuk menghadirkan pencerahan publik terkait Covid-19 dari segi ilmu pengetahuan dan Dinamika perspektifnya.

“puji syukur pada malam hari ini, sangat luar biasa kehadiran para audiens, dari sesi pertama hingga sesi ke sembilan ini, saya sangat mengapresiasi baik dari kalangan mahasiswa, Organisasi perangkat daerah, Praktisi, Lembaga pendidikan, pers lokal, Asosiasi/Organisasi Kemasyarakatan/LSM di seluruh Indonesia yang sudah bergabung pada acara Webinar MIPI pada malam hari ini,” kata Audrey.

Dalam kesempatan itu, Dr. Moh Indro Cahyono menerangkan, awal munculnya Virus Covid-19 ini, hampir semua negara tidak percaya bahwa Covid ini akan membawa dampak yang luar biasa.

“ketika pertama kali Covid-19 ini muncul di Wuhan pada waktu itu, para pemimpin global menganggap Covid-19 ini hanya masalah Domestik dari China, sehingga respon dari berbagai Negara sangatlah kecil terkait dengan bagaimana Covid-19 ini,” Ungkap Indro.

Indro juga mengungkapkan bahwa kemajuan Teknologi sangat memungkin kan apapun itu bisa menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia.

“jarak antara China dengan Eropa hanya beberapa jam saja, apalagi ke Indonesia, ini yang kita tidak sadari pada waktu itu, sehingga tidak sampai dengan satu hari ternyata virus itu sudah sampai ke belahan dunia, baik Eropa dan Asia, termasuk Indonesia,” tambah Indro.

Baca juga :  Ajak Warga Terapkan Protokol Kesehatan, Polsek Sinjai Selatan Datangi Warga

Dr. Indro memberitahu, bahwa Lembaga PBB menyebut risiko dari varian Omicron masih sangat tinggi. Terlebih adanya kenaikan negara yang melaporkan kasus varian Omicron, baik imported cases atau transmisi lokal.

“Bukti yang konsisten menunjukkan bahwa varian Omicron memiliki keunggulan pertumbuhan dibandingkan varian Delta dengan waktu penggandaan dua hingga tiga hari dan peningkatan pesat dalam kejadian kasus terlihat di sejumlah negara,” ucap Indro.

Ia menambahkan, Omicron di Inggris dan Amerika Serikat juga telah menjadi yang dominan. Tingkat pertumbuhan yang cepat kemungkinan merupakan kombinasi dari penghindaran kekebalan dan peningkatan transmisibilitas varian Omicron secara intrinsik.

Saat ini, investigasi terhadap subvarian Omicron ini sedang dilakukan para peneliti. Sebab, kata Indro, pertumbuhan varian Omicron di dunia sangat cepat di tengah dominasi dari varian Delta.

Kendati Inggris dikenal sebagai negara dengan kemampuan testing, tracing dan surveillance genomic yang kuat, namun, ternyata kemunculan keturunan varian Omicron tetap terjadi. Keturunan varian Omicron tersebut, kata Indro, memiliki beberapa mutasi baru dari virus corona varian Delta. Kendati demikian, yang menyebabkan varian Omicron ini mengkhawatirkan bukan karena mutasi khusus yang dimiliki.

“Akan tetapi karena dia (varian Omicron) menunjukkan indikasi bisa merubah situasi dominasi varian Omicron. Ini mengkhawatirkan,” imbuhnya .

Artinya, varian Omicron berpotensi lebih menular dari varian Delta, yang selama ini dikenal lebih menular dari varian-varian virus corona yang ada.

Terkait dengan temuan ini, Dr. Indro Cahyono menghimbau masyarakat untuk tidak perlu panik dan tetap tenang. Yang terpenting segera melakukan vaksinasi COVID-19 terutama untuk kelompok rentan dan lansia serta tidak perlu bepergian ke luar negeri jika tidak mendesak, serta terus tegakkan protokol kesehatan 5M, dan memperkuat 3T.

Baca juga :  Persiapan Ramadhan, Marbot Masjid di Kelurahan Pedurenan Divaksin

“Kedatangan varian baru dari luar negeri yang kita identifikasi di karantina, menunjukkan bahwa sistem pertahanan kita atas kedatangan varian baru cukup baik, perlu kita perkuat. Jadi wajar kalau harus stay 10 hari di karantina. Tujuannya bukan untuk mempersulit orang yang datang, tapi melindungi seluruh masyarakat Indonesia” tutup Indro.

(*)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *