banner 728x250

Peduli Ketahanan Pangan, Dansektor 22 Citarum Harum Bersama Walikota Bandung, Meresmikan Pekarangan Pangan Lestari

  • Bagikan
banner 468x60

Bandung,kicaunews.com – Peduli ketahanan pangan di Pemerintah Kota Bandung, Kol. Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P., selaku Dansektor 22 Citarum Harum turut berjibaku dalam pelestarian lingkungan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di masa pandemi covid-19.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada acara Peresmian Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dienduskan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, bersama Dansektor 22 Citarum Harum mengisi acara tersebut dengan penanaman pohon keras jenis buah-buahan.

ARTIKEL LAINNYA :

Menurut Kolonel Eppy, giat yang berisikan penghijauan merupakan harapan dari Program Citarum Harum dalam menjaga kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu pada percepatan pencegahan kerusakan Daerah Aliran Sungai, Kamis (14/10/2021).

“Tepatnya mencegah bencana alam yang biasa terjadi di daerah perkotaan, seperti banjir dan longsor. Menjaga populasi makhluk hidup seperti hewan dan manusia,” singkat Eppy.

Tema yang mendasar digiat ini adalah pada penyesuaian iklim yang dihadapkan dengan Fase Pandemi Covid-19 yaitu marak dengan penyelamatan ketahanan pangan bagi masyarakat sebagai kebutuhan utama setiap hari supaya tidak terputus oleh bencana covid-19 yang mendunia.

Hadirnya Satgas Citarum Harum yang notabene Prajurit TNI yaitu mengerucut pada TNI Manunggal Rakyat. Yang bertolak ukur pada kesejahteraan masyarakat banyak.

“Kiprah prajurit-prajurit TNI, tidak hanya penguasaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Namun, satuan dan prajurit militer pun dituntut untuk menguasai kondisi wilayah. Hal itu penting agar prajurit dapat membantu mengatasi pelbagai kesulitan masyarakat,” imbuh Eppy.

Hal diatas Satgas Kolonel Eppy Gustiawan mengaplikasikannya dengan penyelamatan sungai yang bersih dan sehat ditunjang dengan aksi reboisasi sebagai upaya penyelamatan lahan kritis yang berkaitan dengan penyelamatan Daerah Aliran Sungai.

Baca juga :  Terindikasi Melakukan Kebohongan Publik, Rahayu Saraswati dan Ruhamben Dilaporkan Ke Bawaslu

Sementara Wali Kota Bandung, dikesempatan yang sama menyimpulkan, dengan melebarkan sayap daya pertanian ke lahan pekarangan rumah, yaitu sebagai penyelamat ketahanan pangan di masa Pandemi, sehingga warga bisa berakselarisi dengan kebutuhan mendadak bidang pangan.

“Menghadapi Pandemi yang serba susah oleh batasan peradaban, maka tema pekarangan pangan lestari bisa juga sebagai aksi Mitigasi Inflasi Hortikultura kepanjangan dari Program Bandung Menanam Jilid III,” ujar Oded.

Program ini sangat bersentuhan dengan Buruan Sae, yaitu suatu program Pemkot Bandung yang diisyaratkan kepada masyarakat supaya meningkatkan keuletan pada bidang bercocok tanam mengisi lahan yang kosong supaya produktif.

Sama dengan tujuan Program Citarum Harum, adalah sebuah program yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat banyak, dengan penyelamatan sungai dari bahaya limbah kimia maupun padat berikut penyelamatan lahan kritis sebagai mitigasi lingkungan hijau.

Pejabat yang hadir; Brigjen TNI Sutjipto (Ir Pussenif), Brigjen TNI Joko (Dirum Pussenkav), Brigjen TNI Ayi (Dirum Kodiklat), Walikota Bandung Oded M. Danial, Ketua DPRD Kota Bandung Tedi, Dandim 0618/Kota Bandung Kolonel Inf Sapta Budi Purnama, Kolonel Kav. Hudiono, Letkol Kav Bambang Winarmoto (Pussenkav), Mayor Kav Kiswanto Y.K (Pabandya Wanwil Sterdam III/Slw. , Waka Polres Kota Bandung, Forkopimcam Rancasari, Unsur Staf Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Kota Bandung. (*)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *