banner 728x250

Menuju Pencapaian Visi Institusi, Kampus ISTA Jakarta Gelar Pengajian Rutin

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com — Dalam pencapaian visi Institut Sains Teknik Al-Kamal (ISTA) adakan pelaksanaan pengajian rutin kamis untuk pencapaian IMTAQ kepada seluruh sivitas akamedika ISTA dalam mengingatkan kembali kisah Nabi Muhammad SAW.

Pembahasan materi tentang Kisah mulia Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadi wawasan serta cerminan hidup bagi mahasiswa dan sivitas akademika ISTA dalam menjalani kehidupan sehari-sehari.

ARTIKEL LAINNYA :

Adapun Ust. H. Ahmad Mufti Hamdani, Lc., MA menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Rutin Kamis Institut Sains Teknik Al-Kamal Jakarta pada Kamis (14/10) siang ini secara virtual yang diikuti oleh sivitas akademika Institut Sains Teknik Al-Kamal Jakarta

Pada kesempatan itu, Ust. H. Ahmad Mufti Hamdani, Lc., MA mengisahkan kejujuran Nabi Muhammad SAW yang dijuluki Al-Amin (Amanah, Jujur dan dapat dipercaya).

Dalam ceramahnya dengan topik “Kisah Mulia Nabi Muhammad SAW “, itu, Ust. H. Ahmad Mufti Hamdani, Lc., MA menjelaskan bahwa pada saat 10 tahun menginjak usia pernikahannya dengan Khadijah, terjadi banjir yang melanda kota Mekkah dan merusak bangunan Ka’bah. Penduduk Mekkah beramai-ramai memperbaiki bangunan tersebut.

Perselisihan mulai timbul ketika akan meletakkan Hajar Aswad. Masing-masing suku di Mekkah merasa berhak untuk meletakkan batu suci itu. Akibatnya terjadi perkelahian diantaranya.

Hingga akhirnya mereka saling berembug dan sepakat bahwa orang yang pertama kali memasuki Masjidil Haram maka berhak memutuskan perkara ini.

Diketahui Nabi Muhammad saw adalah orang yang pertama masuk ke Masjidil Haram. Dengan penuh kebijaksanaannya, Rasulullah meletakkan Hajar Aswad di atas sorbannya dan meminta perwakilan dari masing-masing suku di Mekkah untuk memegang ujung sorban dan meletakkannya bersama-sama.

Atas kebijaksanaan Rasulullah dalam memutuskan perkara dengan penuh kejujuran, sejak saat itu orang-orang Quraisy memberikan gelar Muhammad “Al Amin”. Al Amin artinya dapat dipercaya.

Baca juga :  Danlanud SIM, Kukuhkan dan Sematkan Bagde Babinpotdirga Kepada 3 Personel Lanud SIM Yang Mendapat Kep KASAU

Sebagai nabi terakhir yang membawa kebenaran, Rasulullah selalu memberikan contoh suri tauladan yang baik kepada seluruh umat. Bahkan sejak Nabi hidup dengan pamannya, Abu Thalib untuk membantu berdagang ke Negeri Syam, Rasulullah dikenal dengan kejujurannya dalam berdagang.

Diakhir akhir pembahasan beliau berharap kita semua dapat mengimplementasikan sifat Al Amin yang dimiliki Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal kecil seperti berkata jujur kepada sesama teman, menyelesaikan setiap amanah dengan baik, dan membantu sesama. (Red)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *