banner 728x250

Bersama Pakar, MIPI Bahas Dinamika Covid-19 Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, KicauNews.com – Masyarakat Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) kembali menggelar webinar bertajuk “Memahami Covid-19 Dan Dinamikanya Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan”.

Webinar yang dilakukan pada Rabu malam (22/9/2021), menghadirkan dua narasumber Drs. Imran MSi, M.A (Wakil Ketua III MIPI) dan Dr. Moh Indro Cahyono (Pakar Virus) yang di ikuti perwakilan peserta semua stakeholder mulai dari Akademisi, Praktisi dan Masyarakat.

ARTIKEL LAINNYA :

Wakil Ketua III MIPI Imran dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran dari seluruh peserta Zoom meeting pada webinar malam hari ini yang diselenggarakan oleh MIPI untuk menghadirkan pencerahan publik terkait Covid-19 dari segi ilmu pengetahuan dan Dinamika perspektifnya.

“puji syukur pada malam hari ini, sangat luar biasa kehadiran para audiens, saya mengapresiasi baik dari kalangan mahasiswa, Organisasi perangkat daerah, Praktisi, Lembaga pendidikan, pers lokal, Asosiasi/Organisasi Kemasyarakatan/LSM di seluruh Indonesia yang sudah bergabung pada acara Webinar MIPI pada malam hari ini,” kata Imran.

Dalam kesempatan itu, Imran juga menerangkan, awal munculnya Virus Covid-19 ini, hampir semua negara tidak percaya bahwa Covid ini akan membawa dampak yang luar biasa.

“ketika pertama kali Covid-19 ini muncul di Wuhan pada waktu itu, para pemimpin global menganggap Covid-19 ini hanya masalah Domestik dari China, sehingga respon dari berbagai Negara sangatlah kecil terkait dengan bagaimana Covid-19 ini,” Ungkap Imran.

Imran juga mengungkapkan bahwa kemajuan Teknologi sangat memungkin kan apapun itu bisa menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia.

“jarak antara China dengan Eropa hanya beberapa jam saja, apalagi ke Indonesia, ini yang kita tidak sadari pada waktu itu, sehingga tidak sampai dengan satu hari ternyata virus itu sudah sampai ke belahan dunia, baik Eropa dan Asia, termasuk Indonesia,” tambah Imran.

Baca juga :  Cipta Kondisi Aman Kapolsek Pangkalan Sambang Tokoh Agama
Dr. Moh Indro Cahyono Dalam Memberikan Paparan

Sementara itu, Dr. Moh Indro Cahyono (Pakar Virus) dalam paparannya menyampaikan, pasien Covid-19 dipastikan bisa sembuh bila memahami prinsip paparan infeksi virusnya, justru yang membuat orang meninggal adalah kepanikan dari informasi yang salah sehingga membuat keputusan yang tidak tepat. Hal ini disampaikan Indro Cahyono saat menjadi narasumber pada webinar MIPI melalui zoom meeting.

Menurut dokter hewan yang sudah melaksanakan penelitian berbagai virus termasuk Covid-19 selama 16 tahun terakhir ini, data nasional menunjukan bahwa pasien yang terpapar COVID-19 dan sembuh sebanyak 93 persen, yang meninggal 2 persen dan 5 persennya dalam kondisi sakit yang bisa sembuh juga.

“Yang membuat banyak korban meninggal dunia adalah akibat kepanikan dari informasi yang salah, sehingga mengambil keputusan yang tidak tepat. Jika paham prinsip penyakit virus maka akan bisa ditangani dengan tenang dan logis sesuai kaidah ilmiah,” urainya.

“Tidak ada satupun virus yang membunuh manusia secara cepat dalam 5-7 hari di dunia ini kecuali Ebola,” ujar Indro Cahyono menegaskan.

Oleh karena itu, menurut dia, seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 akan mengalami gejala demam selama 4 hari + anosmia 2 hari + 3 hari lemas namun akan sembuh di hari 14. Ini sebagai respon tubuh untuk mengenali virus melalui sel memori yang selanjutnya mengeluarkan antibodi.

“Di hari 1 sampai ke 4 demam. Hari ke 5 sampai hari ke 7 hilang indera penciuman. Hari ke 8 sampai hari ke 10 badan lemah karena energi banyak yang dibutuhkan untuk mengeluarkan antibodi. Dan di hari ke 11 sampai ke 14 proses sembuh. Jadi jangan pernah takut atau panik,” katanya.

Di penghujung acara, Ia juga menjelaskan, kelebihan COVID-19 ketika sudah menempel di hidung bisa bertahan sampai 5 bulan. Sedangkan kelemahannya cepat mati pada sinar matahari dalam 5 menit. Covid 19 juga mudah hancur atau mati pada pelarut seperti deterjen dan sejenisnya.

Baca juga :  Sukseskan Pemilu dan Pilkada 2024, MIPI Gelar Webinar Sesi I

“Covid-19 tidak tahan pada air laut 3,7 persen, hancur oleh sinar matahari dan hancur pada asam lambung dengan PH-3,” Pungkasnya.(Red/Ageng)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *