banner 728x250

Sekjen FRAKSI NKRI Mempertanyakan status Eks IUP PT MM yang sudah Kadaluarsa dan Siapakah dibalik oknum aparat keamanan yang merestui penambangan di lahan eks PT MM

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, KicauMews.com — Sekjen Dewan Pengurus Pusat Forum Advokasi dan Kajian Strategis Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPP FRAKSI NKRI) Ahmad Faisal, ST. Yang juga aktivis pemerhati pertambangan menyayangkan adanya Aktivitas memulainya kegiatan pertambangan di Kabupaten Kolaka Utara khususnya Saat ini dilokasi eks IUP PT MM yang sangat jelas bahwa IUP Eksplorasi PT MM telah berakhir tahun 2013 dan tidak ada perpanjangan atau peningkatan, mati sejak tahun 2013.

Ahmad Faisal Selaku Sekjen DPP FRAKSI NKRI Mempertanyakan status IUP PT MM yang sudah Kadaluarsa.

banner 336x280

Dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Kamis, 29/7/2021 Faisal menjelaskan upaya yang dilakukan oleh manajemen PT. MM dianggap upaya mengulur waktu seolah-olah melakukan pembenaran penguasaan lahan yang sudah status quo.

Dan pantauan Tim Investigasi kami dilapangan diketahui, beberapa waktu lalu Pihak Perusahaan PT MM tampak melakukan pendudukan di Eks Lokasi IUP nya dan Terpantau beberapa Oknum Aparat Keamanan yang lengkap dengan senjata.

Dengan dalih alasan tidak terjadi ilegal mining, padahal PT MM sendiri justru memulai kegiatan dengan adanya pengerahan beberapa alat berat untuk membuat jalan Yang secara fisik di lapangan untuk perluasan persiapan hauling, basecamp dll.

Ini bisa ditinjau langsung kebenarannya di lapangan, Dan sejak kapan PT MM mengambil alih kewenangan penegak hukum dengan menjaga area eks IUP ekplorasi PT MM yang telah mati dokumennya, Justru Pemda Setempat yang lebih punya kapasitas untuk menjaga asset daerahnya.

Yang menjadi pertanyaan siapakah dibalik oknum aparat keamanan yang merestui penambangan dilahan eks PT. MM Yang jelas jelas bahwa Eks IUP PT MM sudah mati, Sambung Bung Faisal sambil tersenyum dan menggeleng gelengkan kepala

Baca juga :  Sat Pol Air Polres Ciamis Giat Patroli di Kawasan Pantai Barat Pangandaran

Bung Faisal menegaskan, bahwa sangat jelas Izin IUP Eksplorasi PT. MM telah mati dan kadaluarsa, bukan dicabut oleh pemerintah setempat saat izinnya masih aktif karena data dan dokumen yang dipegang , Ahmad Faisal mempertegas bahwa penyesuaian KP Eksplorasi ke IUP Eksplorasi telah berakhir atau mati ditahun 2013 tanpa lanjutan ke IUP operasi produksi,” tuturnya.

Sehingga kata dia, ini dipertegas oleh pemerintah daerah Kolaka Utara mencabut IUP Eksplorasi PT. MM tahun 2014 yang substansinya 2013 IUP penyesuaian telah mati.

Selain itu kata Bung Faisal sangat jelas penyesuaian Kuasa Pertambangan Eksplorasi menjadi IUP Eksplorasi berdasarkan surat edaran Dirjen Minerba Nomor 1053/30/DJB/2009 tertanggal 24 Maret 2009 perihal kuasa pertambangan (KP) yang masih berlaku wajib disesuaikan menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Dimana tertuang pada keputusan Bupati Kolaka Utara tentang persetujuan penyesuaian kuasa pertambangan eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi kepada PT. MM dengan jangka waktu berlaku IUP Eksplorasi terhitung tanggal 20 Oktober 2008 sampai dengan tanggal 20 Oktober 2013 (Jangka 5 Tahun) meski penyesuaian ini ditandatangani Bupati Kolaka Utara saat itu Rusda Mahmud Tahun 2010, jadi bukan 5 tahun terhitung dari tahun 2010,” tegas Bung Faisal.

Untuk itu kata dia meminta kepada manajemen PT. MM tidak arogan menduduki bekas lahan konsesi tersebut dengan “Show Of Force” dengan menempatkan pengamanan yang diperhadapkan dengan masyarakat pengelola lahan perkebunan saat ini karena bisa memicu konflik vertikal dan horisontal.

Ahmad Faisal juga dikenal sebagai Jubir Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI SULTRA) dengan tegas akan melayangkan surat atas nama lembaga Perhapi untuk menyampaikan ke komisi VII DPR RI melalui perwakilan DPR RI Rusda Mahmud, yang saat itu menandatangani IUP Eksplorasi PT. MM hingga PT. MM berakhir IUP Eksplorasinya dan tidak ada perpanjangan.

Baca juga :  Patroli Strong Point Wiralodra Polsek Kroya Antisipasi C-3

“yang nantinya akan diteruskan kepada Dirjen Minerba untuk melakukan evaluasi mengenai lahan PT. MM yang berada di Kabupaten Kolaka Utara,”imbuh Bung Faisal.

“Intinya, PT MM silahkan tertib keluar dari klaim penguasaan eks IUP Eksplorasinya dan tidak menggunakan pengamanan yang terkesan Abuse Of Power yang berpotensi bergeraknya People Power yang titik jenuh yang dirasakan dan yang pasti, Kami tidak akan tinggal diam,” Kesal Bung Faisal yang juga putra daerah Kolaka Utara.

terakhir Bung Faisal menambahkan, Terkait dengan adanya pengerahan aparat keamanan dilokasi eks IUP PT MM, Kami akan mencari infomasi kebenarannya di Bareskrim Mabes Polri khususnya di Direktorat Tipidter akan prihal keberadaan aparat keamanan di lokasi eks IUP PT MM.

“Kalau perlu kami akan kembali berkunjung ke Trunojoyo untuk memperjelas,” kata Bung Faisal tutupnya.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *