banner 728x250

Koalisi Peduli Jakarta Mengapresiasi Kerja Kejaksaan Tinggi Dalam Berkarya Untuk Bangsa

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Di bawah pimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI, Dr Asri Agung Putra S.H., M.H, rakyat menaruh harapan besar dalam menumpas kejahatan korupsi di DKI Jakarta. Ketua Koalisi Peduli Jakarta (KPJ), Amos Hutauruk mengapresiasi kinerja baik tersebut.

Kejaksaan Tinggi DKI, yang telah menetapkan dua tersangka dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi, yang melibatkan unit usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta, PT. Jakarta Toursindo (Jaktour) yaitu Grand Cempaka Resort and Convention.

banner 336x280

Disinyalir kasus korupsi tersebut dilakukan para tersangka sejak tahun 2014 sampai dengan bulan Juni tahun 2015, yang menyebabkan indikasi adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp 5.194.790.618. Pengungkapan kasus korupsi seperti ini di harapkan terus bergulir, untuk mengembalikan uang rakyat yang telah dicuri. Apalagi masa pandemi Covid-19, negara butuh dana untuk memberikan bantuan kepada rakyatnya.

Temuan BPK akan hilangnya uang rakyat DKI Jakarta cukup signifikan. Sementara oknum yang melakukan korupsi belum juga di tetapkan sebagai tersangka.

“Dari catatan BPK, Pemprov DKI telah membayar kepada FEO Ltd., selaku promotor dan pemegang lisensi Formula E sebanyak GBP 53 juta Poundsterling Inggris atau jika dirupiahkan mencapai Rp 983,31 miliar pada tahun 2019-2020. Sampai saat ini jadwal kegiatan balapan Formula E tahun 2021-2022 di Jakarta masih menjadi tanda tanya,” terang Amos.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan, pada UPT Alkal Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, tahun anggaran 2015, saat ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Tim Penyelidik Tindak Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta melakukan kegiatan penyelidikan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : Print-04/M.1/ 04/2021 tanggal 08 April 2021.

Baca juga :  Anggota Polsek Arahan Gelar Ops Yustisi Pendisiplinan Prokes

Tim Penyelidik menyimpulkan bahwa berdasarkan bukti-bukti permulaan yang ditemukan dan dikumpulkan terdapat dugaan mark up atas pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan yang mengakibatkan adanya indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp 13,43 miliar.

“Semoga dalam waktu dekat penyidik kejati DKI Jakarta akan menetapkan aktor utamanya sebagai tersangka, guna menjadi contoh para pejabat DKI yang lain untuk tidak coba-coba,” tambah Amos.

KPJ (Koalisi Peduli Jakarta) beberapa hari lalu telah menyambangi Kantor Kejati sementara, di Wisma Mandiri, kebon sirih. KPJ (Koalisi Peduli Jakarta) memberikan surat dukungan moral kepada penyidik Kejati dan terlebih kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI karena telah bekerja cepat dan tepat, tanpa lama-lama menetapkan tersangka para koruptor. Kerja nyata ini sejalan dengan semangat Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 yang mengambil Tema ”BERKARYA UNTUK BANGSA”, tandasnya. (Red/ysf)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *