banner 728x250

Ditjen IKP Kekominfo Bersama DPR RI Gelar Webinar Strategi Milenial Melawan Hoak

  • Bagikan
banner 468x60

JAKARTA, Kicaunews.com – Webinar Forum diskusi publik dengan mengambil tema ”Strategi Milenial Melawan Hoax”, di gelar oleh Ditjen IKP Kekominfo bersama Komisi I DPR RI melalui Zoom Cloud Meeting dan di siarkan langsung via youtube SwaraSenayan http://www.youtube.com/watch?v=LaOtDJLKHH8 Rabu, 28 Juli 2021

Bersama narasumber Hasbi Anshory, SE., MM selaku anggota Komisi I DPR RI, Drs Wiryanta, MA, Ph.D selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan KRMT Roy Suryo selaku Pakar Telematika Indonesia.

banner 336x280

Drs Wiryanta, MA, Ph.D selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memberikan keynote speakernya, beliau katakan, ” Akhir-akhir ini dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Jika kita tidak berhati hati, maka kita pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah.

Hati-hati dengan judul provokatif

Apabila kita menjumpai berita dengan judul provokatif, sebaiknya mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

Cermati alamat situs

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

Baca juga :  Kapolsek Batujajar Gelar Operasi Dalam Memonitoring PPKM

“Jadi bijaklah berinternet, jangan kita ikut sebarkan berita hoak,”tutupnya.

Hasbi Anshory dalam paparan materinya mengatakan, Bahwa keterbukaan informasi membuat masyarakat bisa beropini atau suarakan pendapatnya, sayang nya opini yang beredar terkadang dianggap menjadi sebuah berita benar dengan mengesampingkan fakta dan data informasi yang objektif, itulah fenomena yang dinamakan ” Post Truth” Dan istilah tersebut di populerkan oleh Steve Tesich melalui esainya pada harian The Nation tahun 1992.

Hoak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu “informasi bohong”. Hoak tidak hanya hidup dalam demokrasi, ia juga hidup subur dalam sistem politik otoriter, para tiran sangat rajin sebarkan berita berita bohong untuk di percayai rakyatnya.

Lebih lanjut Hasbi katakan,”Ciri utama berita hoak adalah ia menohok sentimen paling sensitif dalam diri kita, karena tidak membutuhkan nalar yang runtut yang di pandu oleh kerja kerja jurnalistik yang benar. Bahwa penyebaran hoak di medsos dan media online tidaklah terjadi begitu saja tanpa kepentingan yang melatarbelakangi, ada kepentingan di baliknya, sentimen pribadi dan iseng.

Pemicu hoak di Indonesia yakni beralihnya media offline pada online sehingga terkadang memancing produsen informasi membuat berita berita bombastis dan kepentingan politik praktis.

Jumlah hoaks yang tersebar di Indonesia mencapai 2024,terhitung dari tanggal 1 Januari-16 November 2020 dan angka tersebut naik dari 2019 mencapai 1221 hoaks. Lebih dari sepertiga hoaks yang beredar di Indonesia sepanjang tahun 2020 berkaitan dengan pandemi covid-19.

“Hoak tidak bisa di hilangkan, hanya bisa di reduksi, butuh pendekatan holistik, teknologi dan literasi. Mari kita manfaat kan medsos yang bermanfaat dan bijaksana,” tutupnya.

Roy Suryo sebagai narasumber terakhir mengatakan, Revolusi komunikasi membuat publik mengubah cara berkomunikasi baik di tingkat lokal maupun internasional.

Baca juga :  Kanit Binmas Polsek Antapani Polrestabes Bandung Melaksanakan Kegiatan Pengawasan Dan Himbauan AKB

Indonesia termasuk pengguna internet dan medsos terbanyak, 1 orang bisa menggunakan lebih dari 1 HP.

Kementrian Informasi dan Komunikasi sedang memprogramkan Indonesia Digital Nation dengan bermartabat, berkeadilan dan berdaya saing. Dan akhirnya menjadi pemerintah digital, masyarakat digital dan ekonomi digital.

Era Informasi membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan, timbulnya peluang baru untuk tatanan kehidupan.

Kemajuan teknologi informasi perlu di imbangi dengan tersedianya perangkat legal untuk mencegah new crimes, frauds dan negative externatilities.

Pandemi covid 19 membawa perubahan besar dalam kehidupan dan medsos sudah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat dalam segala aspek kehidupan.

“Mengantisipasi hoak selain harus bijak dan logis, bermedsos juga harus di imbangi penerapan hukum ITE untuk melindungi rakyat dari New crimes, frauds dan negative externatilities,” Tutupnya. (AW)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *