banner 728x250

BPNT Kecamatan Pancatengah Carut marut Di Duga Ada e-Warung Yang Nyalahi Aturan Pedum

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya-kicainews.com, Di duga regulasinya tidak sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) Program Bantuan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya akibatkan kacau dalam pengkondisian pengumpulan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), juga di duga ada oknum Agen e-Warung yang melakukan perbuatan melanggar aturan dengan cara mengambil uang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sementara sembakonya belum diberikan.

Salahsatu KPM warga Desa Jayamukti yang enggan disebut namanya mengungkapkan, “Saya hanya diberi satu paket sembako, sementara uang bantuan yang sudah masuk di Kartu sebesar 600 ribu peruntukkan 3 bulan sudah digesek semuanya, diambil oleh Agen e-Warung,” ucapnya.

banner 336x280

Di tempat yang sama, ada juga KPM yang tidak tahu menahu soal berapa nilai jumlah bantuan yang masuk ke KKS nya. Dirinya hanya tahu bahwa bantuan sudah cair dan mengambil ke Agen e-Warung hanya dikasih satu paket sembako saja.

Unyuk memastikan kebenarannya, setelah di di mesin EDC, ternyata saldo KKS milik KPM tersebut kosong (tidak ada saldonya).

Menanggapi persoalan tersebut, Jeplin Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) wilayah Pancatengah mengatakan, perbuatan Agen e-Warung yang seperti demikian itu salah, sebab bertentangan dengan aturan Pedum. “Saya tidak pernah menginstruksikan kepada Agen e-Warung untuk melakukan itu,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat Selular, Senin (26/07/2021).

“Seharusnya pengambilan uang di KKS oleh Agen e-Warung mestinya sesuai dengan jumlah Paket Sembako yang diberikan. Kalau Paket Sembakonya yang dikasih hanya satu, ya uang yang diambilnya hanya untuk satu paket pula, yaitu senilai 200 ribu, tidak harus semuanya di ambil,” jelasnya.

“Sebagaimana diketahui, uang bantuan yang masuk ke KKS para KPM saat ini adalah untuk tiga bulan dengan nilai 600 ribu. Pengambilannya bisa dilakukan secara bertahap,” paparnya.

Baca juga :  Datangi Rumah Ghifari, Kapolres Sukoharjo Sampaikan Bantuan Tabungan Pendidikan Dari Presiden

Masih lanjut Jeplin, dalam aturan Pedum tidak diperbolehkan adanya Pemaketan Sembako yang ditentukan secara sepihak oleh Agen e-Warung. Para KPM belanja kepada Agen e-Warung dan berhak memilih komoditi sesuai dengan keinginannya,” pungkasnya.

Sementara, Hakim selaku Ketua Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) KSM Pancatengah menilai, perbuatan yang dilakukan oleh Oknum Agen e-Warung itu sudah kelewatan karena sudah keluar jalur dari aturan Pedum.

“Sekarang, uang para KPM terkumpul di oknum Agen e-Warung tersebut, sementara Sembakonya belum diberikan karena belum ada. Patut diduga diendapkan dan ada unsur kesengajaan, hal itu disinyalir merupakan suatu perbuatan yang berpotensi Hukum, sebab sudah keluar dari aturan yang sudah ditentukan,” tandasnya.

Hakim menduga, uang yang sudah terkumpul itu bisa saja dipergunakan untuk hal lain, diputarkan terlebih dahulu, atau patut diduga ditransferkan ke pihak Perusahaan. Apapun dalihnya, kejadian ini tidak boleh dibiarkan, karena sudah menyalahi aturan dan harus ada tindakan tegas dari para pihak terkait yang menangani program BPNT, jangan ada pembiaran,” pungkasnya.
***NZ***

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *