banner 728x250

MANUSIA MAKHLUK PALING SEMPURNA

  • Bagikan
banner 468x60

KICAUNEWS.COM – Manusia makhluq yang memilki akal dan rasa, hingga secara alamiah manusia pasti selalu akan terus mencari dan mencari untuk dapat menemukan cara/ sistem yang tepat yang dapat menciptakan kehidupan yang aman nyaman, sejahtera dan sentosa, yang sejatinya selalu dicari manusia.

Hal di atas menandakan secara fitrah atau hakikatnya manusia bukanlah makhluk “Jahat Perusak” tapi sebaliknya sebagai makhluk “Pemakmur Pelestari Bumi” (Pembangun).

banner 336x280

Meskipun masyarakat dunia tidak mendeklarasikan diri secara “De jure” terbuka menyatakan menganut materialisme, tetapi secara “De facto” semua Negara menjadikan Materialisme sebagai alat dan dasar dalam mengatur kehidupannya. Hal tersebut adalah fakta dari batas maksimalnya kemampuan pencarian akal manusia saat ini dalam “Menemukan” sistem untuk mengantur kehidupannya.

Pertanyannya, “Benarkah saat ini masyarakat dunia sudah cukup puas hidup diatur oleh sistem materialisme..?

Umumnya orang pasti akan mengatakan bahwa; “Tidak ada manusia yang sempurna”! pahamkah kita apakah maksudnya..? artinya, manakala manusia nyata telah merasakan bahwa apa yang telah diupayakannya itu ternyata hasilnya kurang maksimal atau tidak sesuai harapan, maka umumnya orang orang malah gemar menjustifikasi dirinya sendiri, “memandang seolah-olah memang bukanlah makhluk sempurna”.

Penilaian semacam itu seakan-akan manusia sedang berdalih bahwa semua “Kebodohan Kesalahan” yang berbuah kerusakan yang sangat fatal sebagai buah dari prilakunya itu harus dipandang “Wajar atau Dimaklumi” dengan alasan, karena konon menurutnya tidak “ada manusia yang sempurna”.

Dan jika kita kaji lebih dalam lagi maka ujung dari justifikasi semacam itu akan menyandarkan bahwa ketidak sempurnaan itu dianggap bersifat “Azali” hingga akhirnya secara tidak langsung mereka menjadi menyalahkan Tuhan, dalam arti lain “ketidak sempurnaan itu” mereka persangkakan merupakan “Kodrat Tuhan” atau kehendak Allah.

Baca juga :  Polsek Antapani Polrestabes Bandung Sambang Sekaligus Himbau Protokol Kesehatan kepada Security

Sungguh Prasangka seperti itu terucap dari bibir orang-orang yang tingkat kebodohannya benar-benar kelewatan…

Penting dipahami; Semesta dan Seisinya ini tercipta dengan penuh kesempurnaan sekaligus manifestasi dari “Ilmu dan Hukum” yang kekuatannya Maha Dahsyat juga Maha Sempurna. Sehingga semua yang turun dari langit dan apa pun yang naik kepadanya seluruhnya bergerak dengan penuh kesempurnaan. Begitupun yang keluar dari bumi dan apa pun yang masuk kedalamnya.

Kenapa demikian..? karena langit telah sempurna tercipta menjadi langit, begitupun bumi, keduanya berfungsi sebagaimana mestinya sesuai apa yang telah ditetapkan sunnahnya Sang Pencipta hidup.
Begitu pun benda-benda semesta lainnya Matahari, Bulan, Bintang, Tumbuhan dan hewan- hewan semuanya tercipta dengan sempurna tentu tidak terkecuali manusia.

Allah mencipta manusia berbagai Ras, Etnis dan atau suku seluruhnya mutlak telah dalam kondisi sempurna menjadi manusia. Bahkan kesempurnaan manusia melebihi semua makhluk lain dengan alasan karena dianugerahinya “Akal Pikiran”.

“Sesungguhnya hewan (makhluk) yang paling buruk menurut pandangan Allah, ialah orang-orang yang pekak dan bisu yang tidak mengerti apa-apa atau yang tidak mempergunakan akalnya. ”
Qur’an surat An-Anfaal ayat 22.
“Wa yaj’alur rijsa alal ladziina laa ya’qiluun” Allah pasti menghukum atau mengazab siapa saja orang yang tidak menggunakan akalnya.
Qur’an suarat Yunus ayat 100.

kesimpulannya, bahwa manusia yang tidak sempurna itu tiada lain adalah orang-orang yang tidak mampu memfungsikan akalnya dengan baik dan benar sesuai fitrahnya.

Dan satu hal lagi penting untuk dipahami, bahwa kepastian jatuhnya hukuman Allah itu akan menimpa kepada siapa saja yang melanggar aturannya dengan tanpa mengenal kompromi. Dengan kata lain, azab Allah akan menimpa dan berproses secara sitematis otomatis persis seperti halnya barangsiapa yang menyantap empedu maka cepat atau lambat pasti akan merasakan pahitnya.

Baca juga :  Peringati Sumpah Pemuda, Taruna Akpol Gelar Baksos Serentak Di Seluruh Indonesia

fakta lainnya. Semisal tragedi “Global Warming” yang menjadi masalah sangat serius yang sedang dihadapi masyarakat dunia saat ini, disadari atupun tidak pasti akan selalu terus mengancam kehidupan manusia dengan konsekwensi terjadinya berbagai bencana alam yang tidak sedikit memakan korban jiwa dan harta benda.

Itulah azab Tuhan yang menimpa secara alamiah, yang tentu bukan hanya dari akibat “Rumah Kaca” saja tapi yang lebih besarnya adalah akibat “Perambahan Hutan, kejahatan ekologi” yang sangat berlebihan dengan tujuan untuk “Alih Fungsi”, dasarnya nyata adalah kerakusan para kapitalis yang dibackup dan difasilitasi para penguasa Negara dengan berbagai dalih dan kepentingannya.

intinya, masalah “Global Warming” merupakan buah dari perbuatan tangan-tangan para penguasa Negara yang tidak mampu mempergunakan akalnya dengan baik dan benar sesuai fitrahnya. Dan fakta kerakusan para penguasa Negara itu merupakan watak dari sistem materialisme yang dijadikan sebagai alat atau dasar pengatur hidup umat manusia diseluruh penjuru bumi sekarang ini.

Saudara semua. Pahamilah, bahwa Surga dan Neraka itu dua alam kehidupan yang sangat berbeda. Surga adalah alam kehidupan yang sarat kebahagiaan. Neraka alam kehidupan yang sangat mengerikan, memilukan & mengenaskan. Surga dan Neraka merupakan buah dari apa yang kita perbuat. Dan Dalam hal ini Allah swt sungguh sangat tidak mengenal kompromi. Artinya, barangsiapa yang kakinya telah melangkah pada jalan menuju surga, maka pasti akhirnya akan sampai pada alam kehidupan yang sarat kebahagiaan. Sebaliknya, barangsiapa yang telah menginjakan kakinya pada jalan jalur Neraka, maka akhirnya pasti pula akan sampai pada alam yang sangat mengerikan, memilukan & mengenaskan.

“Innal laaha laa yukhliful mii’ad” sungguh Allah mustahil akan mengingkari janji-Nya, dalam arti mustahil Dia akan merubah ketetapan sunnahnya. Jalur menuju Neraka pasti sampai di Neraka, dan jalur menuju surga maka pasti akhirnya akan sampai di surga. Dengan demikian Allah itu betapa sangat memperhatikan proses. Namun sekali lagi, soal buahnya neraka dan atau surga, semua itu adalah hasil akhir yang terjadi & tercipta secara sistematis otomatis.

Baca juga :  Anggota Polsek Tukdana Giat Pengamanan Rapid Test Antigen Panitia Pemilihan Kuwu

Surga jalan khusus bagi yang beriman, yaitu orang-orang yang mampu mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar sesuai fitrahnya. Dan adapun neraka merupakan jalan khusus bagi orang-orang yang tidak mampu memfungsikan akal pikirannya dengan baik dan benar sesuai fitrahnya, yaitu, orang-orang yang mengingkari dan menentang “Hukum-hukum Hidup” yang telah kokoh sempirna dan kuat tertanam dalam sunnah-Nya (Sunnatullah).

Catatan Kajian Tajug Kuring, Oleh Kang Asep Masko

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *