banner 728x250

Diduga Ingin Serobot Lahan Perhutani, Kades Panikel Sumaryo Usir Wartawan Masuk Ruang Pertemuan

  • Bagikan
banner 468x60

Cilacap, Kicaunews.com – Menanggapi tentang adanya sengketa lahan garapan di Desa Panikel kecamatan Kampung laut kabupaten Cilacap akhirnya diadakan pertemuan antara pelapor dan yang dilaporkan, di kantor pemerintahan desa Panikel. Senin (21/6/2021).

Kepala Desa Panikel Sumaryo menganggap bahwa pengelolaan lahan yang di sengketa kan adalah masuk wilayah Desa Panikel dan siapapun yang menggarap di lahan tersebut harus meminta surat yang diketahui dan ditanda tangani kepala Desa panikel Sumaryo.

banner 336x280

Di saat awak media kicau news masuk ruang pertemuan untuk duduk dikursi belakang oleh Kepala Desa Parnikel Sumaryo awak media Kicau news langsung di usir untuk keluar dari ruang pertemuan.

Saat ditanyakan mengapa awak media kicau news yang ingin meliput disuruh keluar ruangan pertemuan, kades Sumaryo mengatakan bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan internal dan bukan untuk publikasi.

Acara berlangsung dari pagi hingga sore dan wartawan kicau news hanya dapat melihat dan mendengar dari kejauhan.

Saat wartawan kicau news meminta untuk mendokumen lewat photo kades Sumaryo juga tidak memperbolehkan untuk di photo.

Diadakan Pertemuan di ruang kantor pemerintahan Desa Pernikel karena adanya laporan dari pihak Abu Amar pada pemerintahan Desa Panikel yang merasa lahan garapan yang dikuasai Abu Amar ada yang mengadakan kegiatan dilokasi lahan tersebut.

Setelah menerima laporan kades Sumaryo memanggil kedua belah pihak termasuk memanggil mantan kades bringkeng Sukir untuk dimintai keterangan oleh kades Panikel Sumaryo.

Dalam pernyataannya kades Sumaryo menjelaskan bahwa kades Sumaryo tidak mengakui adanya lahan perhutani di lahan garapan yang disengketakan tersebut.

Bahwa tanah yang digarap warga yang di sengketakan menurut Kades Sumaryo bukan area lahan perhutani jadi apabila ada yang melakukan kegiatan di lahan tersebut harus melalui pemerintahan Desa Parnikel.

Baca juga :  Sertu Dwi Bhakti, Patroli Dialogis Sosilisasikan Program Citarum Harum

Kades Sumaryo bahkan tidak mau tanda tangan dengan adanya kepengurusan LMDH yang dketuai Sapon yaitu LMDH yang ada di Desa Panikel.

Mantan Kades Panikel Gun menjelaskan bahwa lahan garapan Abu Amar ada sekitar 50 hektar lebih yang ada di lokasi tersebut.

Saat di tanya awak media Kicau news Mantan kades Bringkeng Sukir membantah pernyataan kades Parnikel Sumaryo yang mengatakan lahan tersebut bukan lahan perhutani.

Menurut mantan kades Sukir bahwa lahan garapan tersebut adalah lahan perhutani bahkan Abu Amar mendapatkan lahan tersebut karena abu Amar dulu adalah salah satu pengurus KTH.

Sehingga aneh bila sekarang justru malah tidak mengakui lahan tersebut bukan lahan perhutani karena abu Amar justru ditunjuk oleh perhutani untuk membagi lahan pada para petani penggarap.

Abu Amar ditugasi untuk membagi lahan tersebut untuk di garap oleh para petani penggarap lahan namun tidak dibagikan oleh Abu Amar tapi justru digarap sendiri oleh abu amar.

“Lahan seluas 50 hektar lebih garapan Abu Amar bila mengaku beli itu abu amar beli kesiapa ? Mana bukti pembeliannya. Ngga mungkin bisa membuktikan,”singkat Sukir.

Sugeng selaku pegawai perhutani pada awak media kicau news saat ditemui awak media Kicau news menjelaskan bahwa lahan yang di garap oleh Abu Amar adalah lahan perhutani dan itu masuk wilayah yang ada di peta Topdam.

“Apabila kades panikel Sumaryo mengatakan bahwa lahan tersebut bukan milik perhutani ya itu silahkan saja ,tapi dari kementrian kehutanan juga sudah pernah melihat lokasi langsung dan Kepala Desa Panikel Sumaryo bahkan pernah di beri surat dan Kades Sumaryo untuk memberi balasannya namun hingga saat ini Kades Sumaryo belum memberikan jawabannya ” ungkap Sugeng. (Mugiono).

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *