banner 728x250

Bahan Material Bangunan SMPN 1 Pagelaran Tidak Sesuai Spesifikasi, APH Diminta Turun Gunung

  • Bagikan
Kondisi Sekolah SMPN 1 Pagelaran, Pandeglang.
banner 468x60

PANDEGLANG, KICAUNEWS.COM- Proyek Pembangunan dalam bentuk rehabilitasi maupun revitalisasi ruang kelas dalam bentuk kegiatan Revitalisasi Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, dibeberapa wilayah sangat berpotensi adanya penyalahgunaan wewenang dan terindikasi adanya dugaan praktek korupsi.

Salah satunya, kegiatan revitalisasi di SMP Negeri 1 Pagelaran yang terletak di Jl. Raya Pagelaran-Bama, Kampung Sawah, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran-Pandeglang. Informasi, saat ini, di SMP Negeri Pagelaran tengah berlangsung proses rehabilitasi sarana dan prasarana dan utilitas (daya guna) sekolah, dengan alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar lima ratus juta lebih.

banner 336x280

Pemerhati Kebijakan Publik, Iding Gunadi saat dimintai komentar mengatakan, pada umumnya, setiap proyek pekerjaan fisik, dalam bentuk pembangunan seperti rehabilitasi maupun revitalisasi sekolah, para kontraktor sering kali abai soal spesifikasi bahan-bahan bangunan.

“Melihat dari proses pengerjaan Rehabilitasi yang sedang dikerjakan 6 ruangan kelas itu, biasanya ada yang dikurangi spesifikasinya. Contohnya, dari bahan-bahan material, seperti semen, itu juga patut dipertanyakan, apakah menggunakan kualitas yang standar SNI, begitu juga dengan pemasangan rangka baja, silahkan cek,” kata Iding.

Lebih lanjut, Iding menjelaskan bahwa, “Dengan anggaran sebesar lima ratus juta lebih itu, seharusnya bukan hanya bisa sebatas melakukan rehab saja, tapi juga bisa membangun 5 gedung atau ruang kelas baru.” jelas Iding, kepada wartawan kicaunews.com, Senin (21/06).

Informasi, Proyek pembangunan revitalisasi sarana dan prasarana SMP Negeri 1 Pagelaran itu, dilaksanakan oleh pihak ketiga, yakni PT Banten Putra Kontruksi. Seperti terpantau wartawan, revitalisasi pembangunan tersebut, tampak terlihat asal-asalan dan tidak sesuai dengan beban anggaran yang di alokasikan pada Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang.

Baca juga :  Razia Pak Ogah Wilayah Majalaya

“Masalah ini harus diungkap, tentu Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera melakukan pemeriksaan. Karena, dalam skema revitalisasi sekolah ini, diduga ada semacam konspirasi antara dinas dan pihak ketiga, (PT Putra Banten Kontruksi) itu,” jelas Iding.

Terpisah, Pelaksana Proyek Revitalisasi Sekolah, dari pihak PT Banten Putra Kontruksi, Wahyu saat dikonfirmasi mengatakan, proses pembangunan revitalisasi ruang kelas yang dikerjakan itu, sesuai dengan gambar perencanaan yang berikan Dinas.

“Mengenai hal lain, kami tidak tau hanya pelaksana pekerjaan yang sesuai dengan gambar perencanaan pa. Terkait revitalisasi di papan proyek, itu nama pekerjaannya, kalau ingin lebih jelas silahkan konfirmasi ke Dinas Pendidikan,” jelas Wahyu.

Dia mengatakan, pihaknya hanya mengerjakan sebanyak 6 ruang kelas, dan memasang rangka baja. “Ada 6 ruangan kelas yang dikerjakan, kilah Wahyu sebagai pelaksana pekerjaan. Ya pak, pekerjaan rangka baja atap sekolah itu hanya direposisi,” tutup Wahyu.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak dinas terkait. Demi kepentingan pemberitaan, wartawan Kicaunews.com masih terus melakukan konfirmasi pada pihak terkait, agar berita ini berimbang. (Cecep)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *