banner 728x250

Ingin MIPI Jadi “Think Tank” Bidang Pemerintahan, Begini Terobosan Bahtiar

  • Bagikan
Prof. M. Ryaas Rasyid, MA, PhD (Kemeja Putih Lengan Panjang) bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Politik dan PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar yang terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), periode kepengurusan 2021-2026 (Foto Puspen Kemendagri)
banner 468x60

Jakarta, – Pasca terpilihnya menjadi Ketua Umum  Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) beberapa waktu lalu, Dr. Bahtiar, M.Si langsung tancap gas.

Pasalnya, Bahtiar yang juga Dirjen Polpum Kemendagri ingin menjadikan MIPI sebagai “Think Tank” di bidang pemerintahan.

banner 336x280

“Setelah melihat fakta di lapangan dimana ruang publik kosong dan sangat minim dengan diskusi-diskusi ilmiah yang bersifat substantif yang menyentuh persoalan-persoalan di pemerintahan saat ini. Makanya saya berinisiatif mengambil peluang dengan menggelar webinar ilmiah secara rutin setiap minggunya. Bahkan menurutnya, bila perlu dilakukan dua kali seminggu,” Kata Bahtiar saat membuka webinar perdana MIPI yang digelar secara virtual pada Sabtu (19/6/21) pagi.

webinar perdana ini membahas masalah penting dan strategis seputar pelayanan publik para pejabat pemerintah dengan mengangkat tema “Paradigma Pelayanan Publik”.

Dijelaskan Bahtiar, Jadi ini bagian dari program yang harus kita lakukan karena sesuai dengan diskusi awal kita dengan Prof Ryas dan kawan-kawan semua di MIPI, beberapa tahun ini, terasa sekali ruang publik itu kering dengan diskusi-diskusi ilmiah.

“Sebagai orang yang bekerja pada lembaga pemerintahan, dirinya melihat betapa minimnya pertarungan gagasan yang signifikan di ruang publik. Untuk itu, ini adalah momentum yang harus kita ambil,” Kata Bahtiar.

Bahtiar menerangkan, Kita ini yang bekerja di pemerintahan ya, hampir tiada ada pertarungan gagasan yang cukup signifikan di ruang publik. Jadi sangat kering diskusi-diskusi publik itu. Lembaga akademik juga hanya berakhir dengan kajian-kajian ilmiah di menara-menara kampus. Di ruang publik itu hampir kosong.

Kalau pun ada, Sambung Bahtiar, perdebatannya tentu tidak terlalu substantif. Contohnya, jika kita nonton TV baik pagi, siang maupun malam atau mendengarkan radio, membaca media baik cetak maupun online hingga media sosial hampir diisi dengan hal-hal pragmatis dan cenderung keluar dari substansi-substansi utama.

“Jadi kurang bergairah. Nah, kita coba menggerakan MIPI ini, mudah-mudahan bisa hadir untuk mengisi ruang-ruang yang kosong ini. Hari ini adalah hari perdana dan saya minta kawan-kawan pengurus MIPI, ini menjadi kegiatan rutin mingguan sambil teknologi terus kita benahi dan perbaiki,” Imbuh Bahtiar.

Untuk itu, Lanjut Bahtiar, bahwa kegiatan berupa seminar virtual, ataupun podcast dan lainnya yang dilakukan MIPI tidak terbatas bagi pengurus MIPI dan anggotanya melainkan terbuka untuk masyarakat umum.

Ke depannya, Bachtiar mengupayakan agar kegiatan seminar virtual oleh MIPI dapat ditayangkan secara Live melalui saluran Kanal YouTube dan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram sebagai metode yang dianggap sesuai dengan kondisi kekinian.

“Saya kira ini salah satu bentuk inovasi yang kita lakukan. Kepada teman-teman, silahkan mengajukan dirinya siapa yang mau mengisi kegiatan ini dan tidak harus hari Sabtu. Kalau mau dua kali seminggu atau setiap hari ada webinar ilmiah juga, dipersilahkan. Nanti MIPI siap memfasilitasi siapapun,” Kata Bahtiar.

Selain webinar, Bahtiar Mengutarakan, MIPI juga akan mengadakan program podcast. Ia juga mempersilahkan siapapun yang ingin menjadi narasumber. Materi pun, tambahnya, tidak harus hal-hal ilmiah akademis, namun menyangkut pengalaman praktis di lapangan tentang bagaimana mengelola pemerintahan dan dimensi-dimensi pemerintahan untuk di-share ke publik.

“Yang penting bagi saya adalah, ini ada kaitannya dengan masyarakat pemerintahan, sehingga organisasi MIPI ini, yang pernah besar di zamannya, bisa kembali lagi eksis mengisi ruang-ruang publik dan menjadi lembaga think tank dalam pengembangan ilmu pemerintahan dan wawasan tentang pemerintahan dan juga bisa memberikan kontribusi tentang hal-hal praktis pemerintahan,” Beber Bachtiar.

Masih Dikatakan Bahtiar, MIPI juga akan menghidupkan kembali dan mengembangkan jurnal, baik jurnal konvensional maupun e-journal serta mengadakan pelatihan, termasuk pelatihan pengembangan teknologi pemerintahan.

“MIPI juga sedang mengupayakan agar dapat menjadi lembaga sertifikasi untuk program jurusan ilmu pemerintahan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Langkah ini sedang di jajaki oleh pengurus MIPI untuk bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Kemendibkbudristek, khususnya Dirjen pendidikan,” Urai Bahtiar.

“Saya kira itu banyak hal yang bisa kita lakukan dan terbuka bagi ide dan gagasan bagi kawan-kawan semua. Siapapun bisa memberikan ide dan gagasannya, sehingga kita bisa menghadirkan MIPI sebagai lembaga alternatif di luar rutinitas dan kejenuhan dan sekaligus menjadi lembaga untuk bersilaturahmi,” Pungkas Bahtiar.

Sebagai Informasi, Materi dibawakan oleh narasumber kompeten dari Institut Pemerintahan dalam Negeri (IPDN) antara lain Drs. James R. Paulilin, M. Si selaku mantan Wakil Sekjen Pengurus Pusat MIPI dan Ketua Prodi S1 Manajemen Pembangunan IPDN serta Dr. Ahmad Averus, S. STP, M.Si selaku dosen IPDN Kampus Jakarta dan dimoderatori oleh Ramadia Arifah, S. STP, M.Si.(*/indonews.id)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *