banner 728x250

Pengguna Jalan RE Martadinata Ciputat Mengeluhkan Kemacetan yang terjadi depan pintu Tol Pamulang

  • Bagikan
banner 468x60

TANGSEL, Kicaunews.com – Pengguna Jalan RE Martadinata Ciputat mengeluhkan kemacetan yang terjadi depan pintu Tol Pamulang, antrean kendaraan sampai atas flyover Gaplek dengan panjang sekitar 500 meter terjadi belakangan ini.

Suhandi (45) salah satu pengendara yang tinggal di perbatasan Kota Tangsel dan Kota Depok mengaku sejak beroperasinya Tol Pamulang menjadi penyebab kemacetan parah. Terlebih ketika hari libur, Sabtu dan Minggu, antrean kendaraan sampai di atas Flyover Gaplek. Dirinya mengaku baru saja menikmati lancarnya simpang Gaplek yang menjadi kemelut bertahun-tahun lamanya. Tapi dibuat ulah lagi dengan problem yang sama, yaitu macet.

banner 336x280

“Kami pulang pergi kerja di Jakarta mulai dipusingkan lagi akibat kemacetan. Sejak ada tol kondisi jalan macet parah. Saya saja yang menggunakan sepeda motor harus susah payah apalagi pengendara mobil,” tuturnya kesal.

Dirinya berharap kajian lalu lintasnya perlu dibuka kembali. Siapa tahu ada yang keliru atau tidak memprediksi sejak awal bahwa di persimpangan Gaplek ada Flyover. Jika tidak ada solusi, maka keberadaan Flyover Gaplek yang dirancang mengatasi kemecetan tidak ada fungsinya. Sebab hasilnya sama saja macet-macet juga.

“Bisa saja salah dalam kajian lalu lintas karena jaraknya sangat dekat antara pintu tol yang dipasang lampu merah dengan Flyover Gaplek,” tandasnya.

Baik pengendara sepeda motor atau mobil saat turun dari flyover harus memperhatikan pengendara lain, utamanya dari lajur kiri arah bawah flyover yang hendak putar balik mengarah ke permukiman Pondok Cabe Ilir dan sekitarnya. Kendaraan sepeda motor harus merayap disela-sela mobil. Bahkan bahu kiri habis karena digunakan pengendara roda empat.

Yang membuat parah memang selain ada lampu merah di depan pintu tol ada penyempitan jalan, Saat pengendara berada di atas flyover leluasa dengan kecepatan tinggi, setelah turun harus memperhatikan kondisi jalan karena di depan harus ambil jalur sebelah kanan sebab jalan eksisting kondisinya berbeda.

Baca juga :  Tahun Politik, KASN: ASN Terombang Ambing

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tangsel H Ika menyampaikan persoalan macet di Tol Pamulang memang sudah cukup banyak keluhan sampai ke dirinya. Karena memang faktanya kondisi di lokasi belakangan ini seperti itu, jauh sebelum itu Dishub Tangsel telah menyampaikan masukan kepada pihak PT CSJ (Cinere Serpong Jaya) selaku pengelola Jalan Tol Cinere Serpong yang melintasi Pondok Cabe Udik, Pamulang hingga Ciputat.

“Memang CSJ sudah melakukan kajian Lalin,  dalam kajian Lalin ini, yang dikaji adalah jalan milik nasional yaitu Jalan RE Martadinata yang mana dibawah BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek), namun demikian kami juga memberikan masukan-masukan juga,” ujarnya.

Upaya sumbangsih dari Dishub Tangsel agar tidak terjadi kepadatan di lokasi yaitu merekomendasikan untuk dibuatkan pembatasan jalan sebidang, namun lagi-lagi yang memiliki kewenangan adalah CSJ dan BPTJ.

Disaat kondisi macet parah maka pengguna jalan protesnya ke Dishub Tangsel karena memang sesuai wilayah. Apa yang dilakukan Dishub adalah hanya sebatas kordinasi kepada pihak CSJ dan itu telah dilakukan.

“Sebetulnya ada flyover sehingga tidak ada crosing di bawah saat masuk dan keluar tol, Itu alternatif dan kemungkinan akan dilakukan pembangunanya tahun depan,” jelas Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tangsel.

Red/tr

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *