banner 728x250

Adanya Aduan Warga, Sektor 22 Citarum Harum, Bergerak Cepat Menuju Lokasi

  • Bagikan
banner 468x60

Bandung,kicaunews.com – Satgas citarum harum sektor 22, gerak cepat menanggapi aduan warga tentang adanya penumpukan sampah di wilayah subsektor 08, tepatnya di Rw 04 dan Rw 05 Kelurahan Ledeng Kecamatan Cidadap. Selasa (25/05/2021).

Diwakili Bamin Sektor 22, Serka Agung Setia Purnama, S.E., bersama Dansub 08, Serma Mikdan, Satgas serius menyikapi aduan tersebut langsung menuju lokasi tempat penumpukan sampah.

ARTIKEL LAINNYA :

Serka Agung menuturkan, sesuai fungsi kami dari Satgas Sektor 22 untuk menindak pembiaran sampah menumpuk, maka spontan laporan pengaduan dari warga an. Yadi (Komunitas CAI Cinta Alam Indonesia) ini kami tindak lanjuti.

“Pukul 10.30 wib sd 12.15 wib, anggota Sektor 22 didampingi kewilayahan dan perwakilan warga melaksanakan elisitasi kepada pelapor an. Yadi, dilanjutkan pengecekan ke lapangan tentang penumpukan sampah yg berada di bawah Curug Batunemprak,” jelas Agung.

Pelapor menjelaskan, penumpukan sampah berasal dari hulu, di atasnya Curug ada Tempat Penampungan Sampah (TPS) bisa menampung sebanyak 380 KK warga setempat.

Kondisi TPS berada di sempadan sungai (selokan) sehingga berpotensi sampah tersebut tumpah ke selokan.

“Entah disengaja ataupun tidak sampah itu dibuang ke selokan dan terbawa arus air ke sungai yang lebih besar,” ujar Yadi.

Pantauan di lapangan, penyelesaian sampah di TPS tersebut tidak diangkut oleh PD. Kebersihan melainkan dibakar menggunakan tungku sampah, sisa abu pembakaran dan beberapa sampah plastik masih ditemukan dibuang ke selokan.

Serka Agung menjelaskan, bahwa benar adanya titik penumpukan sampah yang berasal dari hulu dan warga sekitar, kondisinya akan terus menerus seperti ini apabila tidak ada upaya membangunan infrastruktur yang dapat menyelesaikan sampah.

“Jika sampah dibakar bukan diangkut maka kondisi ini tidak ramah lingkungan, karena menyebabkan B3 dan polusinya akan mencemari lingkungan sekitar apalagi lokasi disini padat penduduk,” jelas Agung.

Baca juga :  Sektor 22 Citarum Harum, Terus kembangkan Budi Daya Tanaman Vetiver

Menurut warga, TPS tersebut sudah berdiri 15 tahun dari status tanah wakaf (pemakaman), sudah biasa warga yang sampahnya diangkut ke TPS dikenakan biaya Rp. 5.000.

“Hal ini diketahui oleh kewilayahan, penyelesaian sampah dengan cara dibakar,” kata warga yang tidak mau disebut namanya.

Serka Agung bersama Serma Mikdan memutuskan, bahwa pada hari Kamis tgl 27 Mei 2021 pukul 08.00 wib akan dilaksanakan karya bakti bersama kewilayahan, dinas dan warga sekitar sepanjang 500 meter di lokasi titik penumpukan sampah.

Upaya lain dari satgas Sektor 22 menganjurkan, yaitu warga sekitar RW seharusnya MOU dengan PD. Kebersihan sehingga ada ikatan yang jelas supaya sampah diangkut ke TPA Sarimukti bukan dibakar.

“Jika mengacu pada jangka panjang, di wilayah ini agar dibangunkan sarana dan prasarana berupa bak sampah ataupun TPS 3R sehingga hal seperti ini tidak berulang terus menerus,” tutup Agung. (*)

Print Friendly, PDF & Email
ARTIKEL YANG DISARANKAN :
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *