oleh

Normailisasi Sungai Cipamokolan Terus Dilakukan Sektor 22 Citarum Harum

Bandung,kicaunews.com – Dansektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P., fokus pada target yang dihadapinya, penertiban Limbah kimia dan organik tidak lepas dari penataan sungai.

Sebagai daya dukung pada penciptaan tata kelola sungai yang benar sesuai dengan perencanaan planologi pada lingkup drainase kota, saat baru terfokus di Sungai Cipamokolan wilayah Derwati Kecamatan Rancasari.

Menurutnya, satgas citarum harum Sektor 22 mendorong pemerintah pada tata kelola sungai yang benar adalah sebagai upaya untuk mencapai hasil Program Citarum yang sesuai dengan perencenaan maksimal dari kota setempat.

“Sikap ini terdorong sesuai dengan tujuan Perpres 15 Tahun 2018, yaitu untuk menciptakan kembali sungai yang benar sesuai kodratnya, selain airnya bersih tanpa limbah juga kondisi sungai yang sehat, sehingga mampu mengendalikan alur sungai yang cukup,” ujar Eppy.

Adalah Sungai Cipamokolan wilayah Gedebage yang terkenal dibeberapa tahun ke belakang sebagai sungai yang tidak terkondisikan dalam tata kelola debit air jika hujan deras. Bencana banjir kerap terjadi

Namun jika kemarau tiba airnya bau dan membusa karena tumpukan limbah detergen mengendap bersama lumpur, sedangkan air sangat dibutuhkan untuk mengairi lahan pertanian.

“Atas hasil survay kami diawal tahun 2021 lokasi ini perlu adanya pengerukan dengan standar lebar sungai yang cukup, kanan kiri sudah ada jalan inspeksinya, sebagai upaya untuk menghindari bahaya banjir disini,” imbuh Eppy.

Satgas sektor 22 mendorong pihak yang berwenang supaya sungai ada dalam tata kelola yang jelas, sehingga sungai akan bersahabat bahkan jadi sumber yang dibutuhkan masyarakat.

Wilayah ini terus dipantau oleh Dansub 09 Sektor 22 (Peltu Ihwan) Normalisasi Sungai tepatnya di Rw 01 Kelurahan Darwati Kecamatan Rancasari, menggunakan Excavator Sumitomo SH 210 dan Kobelco Long Arm SK 210 LC.

Baca juga :  Cegah Corona, Polsek Bojongloa Kaler Polrestabes Bandung Wajibkan Tamu Memakai Masker dan Cuci Tangan

Peltu Ihwan menerangkan, pada giat ini pasukannya berhasil menata area hasil pengerukan oleh alat berat.

“Diantaranya menumpuk disposal pada pengerukan di kirmir sepanjang 110 M lebar 1 M tinggi 2 M dan pengangkatan sedimen 20 m²,” katanya.

Hasil pengerukan diangkat melalui dum truk sebanyak 4 Mobil, dengan harapan Sungai Cipamokolan menjadi salah satu sungai yang terkondisikan di Kota Bandung. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru