oleh

Mencari Airin Lagi: Catatan Singkat Untuk Ibu

SERANG, KICAUNEWS.COM- Tentu saja judul tulisan diatas bukanlah sesuatu yang disebut anak zaman sekarang sebagai “gagal move on”.

Judul itu sesungguhnya berangkat dari sebuah harapan kedepan. Akankah sosok seperti Airin Rachmy Diany, yang pada hari ini sudah purna tugas sebagai Walikota Tangsel bisa ditemukan kembali?

Atau justru sebaliknya, sosok seperti Airin ini kelak Tuhan turunkan untuk yang pertama dan terakhir bagi kota Tangsel? Hmmm..

Dalam kajian kepemimpinan, ada istilah pemimpin by “nasab dan by nasib”.

Kalau dikategorikan dalam konteks ini, Airin memang memiliki keduanya.

Pertama, dalam konteks nasab, Airin dinikahi oleh Wawan yang juga adik dari Ratu Atut dan sekaligus ratu Tatu. Keluarga ini adalah penguasa di Banten. Airin memiliki kekuatan sekaligus jaringan dari keluarga ini. Meskipun Airin pernah gagal sebagai cawabup Kabupaten Tangerang, selang beberapa waktu kemudian Airin terpilih bersama pasangannya Benyamin Davnie sebagai Walikota pertama yang dipilih langsung oleh Masyarakat Tangsel.

Gagal di Kabupaten tak menyurutkan keluarga dan Airin untuk terus mengabdi bagi masyarakat. Airin yang kala itu pendatang baru di politik Banten, nyatanya mampu bersinar dan mematahkan berbagai mitos.

Ketika Pilwalkot Tangsel pertama digelar, Terbukti, Airin-Benyamin menguasai kota yang baru mekar ini selama 10 tahun.

Tidak hanya itu. Insting politik memimpin Airin juga mampu menyeimbangkan berbagai kekuatan di dalam kekuasaannya. Bahkan, selama 10 tahun memimpin, praktis tidak ada gejolak yang berarti dihadapinya. Airin bisa dibilang “clean n clear”.

Namun bukan berarti kepemimpinan Airin-Benyamin sempurna. Tahun 2013 Ibu dari dua anak ini mengalami gejolak yang cukup krusial. Kepemimpinan Airin diuji.

Musibah politik dan hukum datang menerpa kepemimpinan Airin. Kasus korupsi sang suami dibuka secara luas.

Baca juga :  RAK HMI Cirendeu Telah Usai, Rahmat Luang Ditetapkan Jadi Formature

Airin sebagai walikota sekaligus istri TCW berada pada situasi sulit yang mungkin bagi kita orang awam belum tentu kuat menghadapinya.

Namun, Airin tegar. Sebagai seorang perempuan sekaligus manusia politik, ketegaran Airin itu mampu meredam berbagai cibiran.

Puncaknya, Airin terpilih kembali sebagai walikota Tangsel di periode kedua.

Disitulah konteks nasib memainkan perannya. Nasib Airin sungguh baik. Secara politik, Airin memang sudah berada di titik nadir. Tetapi, karena nasib yang bagus ditambah masyarakat Tangsel puas pada kinerjanya, jadilah ia memimpin untuk kedua kalinya.

Faktor “nasab dan nasib” Airin berhasil menghantarkan dirinya menjadi top leader, khususnya di Provinsi Banten.

Namun, karir Airin dan nasibnya mungkin tidak sebagus Risma. Meski sama-sama Walikota, yang satu Surabaya dan Tangsel, secara karir Risma lebih beruntung.

Namun, secara subyektif Jika boleh membandingkan, sebagai warga Tangsel, kinerja Risma dan Airin pastilah lebih topcer Airin. Sayang Pak Jokowi tidak memilihnya meskipun nama Airin semoat digadang masuk bursa menteri reshuffle kemarin.

Mungkin niat itu memang belum ada di dalam diri Airin sehingga semesta pun bekerja untuk menunda jabatan itu bagi Airin.

Terlepas dari itu semua, sebagai warga Tangsel yang pernah berinteraksi dengan Ibu Airin secara langsung, bahkan pernah ikut melakukan demonstrasi serta mengkiritik beliau, atas nama pribadi saya memohon maaf.

Sebab, saya meyakini, bahwa kritikan yang pernah saya sampaikan padanya adalah vitamin untuk Ibu agar lebih kuat dalam memimpin masyarakat suatu hari nanti.

Tugas ibu sudah selesai. Saatnya ibu menapaki karir yang lebih tinggi lagi. Sayap ibu sudah terbentang luas di Tangsel, namun kiprah ibu selalu dinanti oleh ratusan juta rakyat Indonesia.

Baca juga :  Ovan Kelas 8 A Peserta Didik SMPN 2 Cisaga Mewakili Komisariat 5 SMP Ke Tingkat Kabupaten Dalam Kegiatan Lomba FlS2N

Semoga kedepan ibu semakin bijak, adil dan berpihak pada masyarakat. Terima kasih atas pengabdian ibu. Terima kasih atas segala kesetiaan Ibu pada NKRI dan UUD 1945 yang dijewantahkan dalam bentuk kepemimpinan ibu selama di Tangsel.

Ibu sudah mendarat dengan mulus. Harapannya, pengganti ibu meneruskan apa yang baik yang sudah ibu berikan selama ini. Teruslah kawal dari luar, teruslah berkarya untuk Indonesia. Kiprah ibu selalu kami nantikan bagi Indonesia dan dunia.

Ciptakan lagi pemimpin perempuan seperti ibu di masa yang akan datang. Sebab, seorang pemimpin yang besar adalah orang yang mampu mengkader pemimpin selanjutnya. Dan saya yakin, ibu sudah berpikir kearah sana.

Salam takzim, bu.

Rudy Gani
Founder Tangsel Institute

**Ditulis dalam perjalanan menuju Serang

Walikota Tangerang Selatan, H. Airin Rachmi Diany
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru