oleh

Sektor 22 Citarum Harum Sosialisasi Percepatan ODF di Wilayah Sukaluyu  Kec. Cibeunying Kaler Kota Bandung

Bandung,kicaunews.com – Percepatan open dification free (ODF) adalah sebuah ideu tentang pelarangan bebasnya buang berak secara terbuka bagi masyarakat, sebuah program Pemerintah Kota Bandung menuju air sungai bersih dan sehat.

Hal ini satgas sektor 22 melakukan sosialisasi di Kelurahan Sukaluyu Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung, Senin (19/04/2021).

Sebuah program yang bersinergi dengan program Citarum Harum, pada pelaksanaannya Satgas Sektor 22 bergerak bersama aparat kewilayahan mensosialisasikan sebuah keharusan bagi masyarakat untuk memiliki Seftick Tank (Kakus) di tiap rumahnya masing masing.

Adalah Serka Agung Setya Purnama (staf sektor 22) bersama Pelda Nur Suhud (Dansub 02/22) mendampingi Lurah Sukaluyu (Ami Rahmiani, S.Sos.,) secara door to door kepada masyarakat mensosialisasikan tentang perlunya memiliki seftick tank di rumah masing masing warga.

“Kami dari satgas Citarum Harum, mendampingi Ibu Lurah bermaksud untuk menyampaikan kepada warga bahwa Pemkot Bandung memiliki Program ODF, maka warga semua diharuskan memiliki Kakus di rumah masing masing,” kata Agung kepada Ika (warga sukaluyu) ketika door to door mensoaialisasikan Seftick Tank.

Serka Agung lebih memamaparkan pungsi dan manfaatnya seftick tank, yaitu sebuah pungsi membuat netral air yang terbuang ke sungai dari sisa filterisasi pada prosesi tinja berak melalui seftick tank.

Sehingga air sungai tidak terjangkit oleh bakteri ecolly yang sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bakteri ecolly ini bisa menghambat pertumbuhan anak bahkan berakibat pada gizi buruk dan diare pada orang dewasa.

“Kita harus peduli pada masyarakat lain terutama pada anak dan generasi yang akan datang, karena dampak air sungai yang mengandung berak manusia akan menjadikan anak keterbelakangan fisik,” imbuh Agung.

Perlunya memulai pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat bantaran sungai sangat memerlukan dorongan yang kuat dari pemerintah maupun steackholders, sehingga perubahan paradigma mereka bisa drastis berubah walaupun berawal dengan keterpaksaan. Namun akan berakhir dengan penuh kebaiakan yang merata.

Baca juga :  Polsek Arsel Cegah Karhutla Melalui Imbauan Maklumat Kapolda Kalteng

Team sektor 22 Citarum Harum melakukan sosialisasi ini melibatkan Camat Cibeunying Kaler, Lurah Sukaluyu, Dansubsektor 02, Staf posko Sektor 22, Kasi Ekbang Kec. Cibeunying Kaler, Kasi PM Kec. Cibeunying Kaler, Kasi Pemerintahan Kel. Sukaluyu, Ketua RT 01 RW 06 dan Ketua RT 02 RW 06.

Kegiatan ini menghasilkan pencedahan, yaitu pada Pendataan KK / rumah / masyarakat secara door to door kategori mampu yang masih buang air besar (BAB) ke sungai, dari 31 KK yang masih BAB ke sungai seluruhnya masuk dalam kategori mampu (segala kebutuhan primer, sekunder dan tertier terpenuhi).

Sedangkan 31 KK tersebut sudah masuk data administrasi bagi satgas citarum harum sektor 22, dengan nama warga lengkap dan alamat yang komplit.

Team Satgas menginstruksikan, agar masyarakat tersebut wajib membuat Septick tank mandiri, septic tank komunal ataupun dialirkan ke saluran BUDP.

“Dengan batas waktu pembuatan septic tank tgl 25 Mei 2021, apabila masih tidak membuat akan dilakukan pengecoran saluran pembuangan kakus yang ada,” kata Agung. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru