oleh

Sektor 22 Citarum Harum Kembangkan Tekhnik Tanam Untuk Inovasi Ketahanan Pangan

Cimenyan,kicaunews.com – Di Dago Resort Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan tempat Pembibitan sub 15 sektor 22 Citarum Harum, produksi tanaman keras terus dikembangkan.

Dipimpin Serma Mikdan Arif Pr. pembibitan tanaman keras diatas lahan seluas 3 Ha, sudah menghasilkan puluhan ribu tanaman berikut yang sudah ditanam di lahan kritis Kawasan Bandung Utara (KBU).

Menurut Serma Mikdan, lahan seluas ini dipersiapkan pula percontohan tanaman produktif musiman yaitu jagung, ada juga sayuran dengan teknik pola tanam Hidro Ponik yang semua ini untuk digunakan ketahanan pangan di fase pandemi Covid-19.

“Pembukaan lahan bibit tanaman keras saat ini kami persiapkan untuk mengembangkan tanaman keras jenis Mahagoni Uganda, sedangakan anggota lainya ada yang menyelia bibit di polybag nurcesery juga pemeliharaan hidroponik,” kata Mikdan.

Bibit tanaman keras buah buahan jenis Alpokat saat ini sudah mencapai usia 6 bulan, dengan pengawasan perawatan yang intensip dari satgas bisa tumbuh sesuai dengan nalurinya.

Dengan usia tanam 6 bulan pohon alpokat mulai pindah media tanam dari polybag asal kini ke polybag akhir hingga masuk usia tanam satu Tahun.

Mikdan menambahakan, hasil tanam sayuran dengan teknik hidro ponik, kini satgas mencoba tanaman kangkung, setelah percobaan yang pertama dengan jenis sayuran sosin.

“Kalo tanaman kangkung sampai saat ini masuk di usia satu bulan, dengan menggunakan pupuk kimia jenis Orea alhamdulillah kangkung terlihat tumbuh subur,” imbuh Mikdan

Untuk inovasi ketahanan pangan, satgas sektor 22 siap berkarya dengan tujuan mengembangkan teknik tanam sebagai penopang masa pandemi Covid-19, yang akan dikembangkan di pelosok wilayah seperti pada pengembangan di Kota Bandung ada program buruan sae.(*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru