oleh

Objek Wisata Situgede Tasikmalaya Abaikan Protokol Kesehatan Dan Diduga Rugikan PAD Pemerintahan Tasikmalaya

 

Tasikmayala-kicaunews.com,
Munggahan atau piknik menjelang Bulan Puasa adalah tradisi lawas yang masih dilakukan umat Muslim di beberapa daerah, khususnya di Tasikmalaya, Munggahan di lakukan bersama kerabat atau bersama keluarga mengadakan botram (makan bersama) di tempat wisata.

Situgede yang terletak di Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Tasikmalaya adalah salah satu objek wisata yang banyak di minati masyarakat, baik dari lokalan ataupun dari luar daerah (luar kota).

Namun sangat di sayangkan di saat Pemerintah sedang giatnya memutus mata rantai Virus Covid-19, pihak pengelola Objek Wisata Situgede di duga mengabaikan protokol kesehatan.

Objek Wisata Situgede yang di kelola oleh Dinas Pariwisata dan KSDA sepertinya lebih mengutamakan pendapatan, dan tidak memperdulikan program Pemerintah terkait Protokol Kesehatan.

Menurut salahsatu pengunjung Yanto (47) warga Ciharalang Ciamis, dirinya datang ke Situgede dalam rangka Munggahan bersama keluarganya. (Minggu, 11/04/2021)

“Kami masuk ke Situgede membayar Rp 30,000,- (Tiga Puluh Ribu)/ kendaraan, namun tidak di beri tiket masuk, saat kami menanyakan tiketnya pihak petugas tersebut menyuruh kami jalan dengan alasan banyak pengunjung lain di belakang.

“Sedangkan pada hari itu, pengunjung yang datang lebih dari 1.000 pengunjung, baik menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat (mobil). Dan di perkirakan yang tidak di beri tiket masuk hampir 50%,” jelasnya.

Banyaknya pengunjung yang bayar tiket masuk, namun tidak di berikan karcisnya, ini berarti sangat merugikan PAD Pemerintahan Tasikmalaya.

Dengan berjubelnya pengunjung, tidak menutup kemungkinan sangat rawan dengan adanya penularan Virus Covid-19, dan juga sangat bertolak belakang dengan program Pemerintah yang sedang giat-giatnya memutus mata rantai penularan Virus Covid-19.
***Nur***

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru