oleh

Kurangi Pencemaran Sungai, Sektor 22 Citarum Harum Sub 16 Jadikan Kohe Pupuk Kompos

Lembang,kicaunews.com – Pembuatan Kompos oleh satgas Citarum Harum sektor 22 dilakukan oleh sub 16 kian masif dilaksanakan, salahsatu upaya untuk mengurangi tingkat pencemaran sungai dari kotoran hewan yang dihasilkan dari para peternak sapi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Dansub 16 sektor 22, Serma Api Nana Rukmana terus menyemangati anggotanya supaya program citarum harum bisa berjalan lancar tercapai sesuai dengan target yang ditentukan, Minggu (11/04/2021).

“Pembuatan kompos sebagai langkah untuk memanfaatkan kotoran sapi yang berlebihan di wilayah lembang, selain manfaatnya banyak untuk pertanian juga tingkat pencemaran ke sungai bisa dikurangi,” jelas Epi Nana.

Panen pupuk kompos yang diproduksi di sub 16-22 selama 45 hari lamanya, dengan hasil maksimal satu kali panen sebanyak 3 Ton kompos.

Kompos ini digunakan sebagai kebutuhan pribadi satgas sektor 22, yaitu untuk pemeliharaan penghijauan tanaman keras di sub 17 juga sub 15 sebagai bidang pembibitan yang bertempat di  Kecakatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Kami terus mengupayakan produksi dikarenakan kebutuhan pupuk untuk penghijauan di Cimenyan sangat banyak,” imbuh Epi Nana.

Adanya rumah kompos dari satgas, namun permasalahan pencemaran kohe di Kecamatan Lembang masih belum terselesaikan, muncul rencana dari Dansektor 22 (Kol. Inf. Eppy Gustiawan) rumah produksi kompos akan dikembangkan, supaya masalah kotoran hewan bisa tuntas Ditempatny.

“Dansektor 22 sudah tembus ke aparat dinas terkait di tingkat Kabupaten, dan lahanpun sudah disiapkan seluas 1.500 M, untuk lahan olahan dari 1400 ekor sapi, yang,” masih kata Epi Nana.

Rencana pembukaan lahan olahan kotoran hewan ini diinisiatif oleh Dansektor 22 persuasif ke semua dinas terkait. Dengan bergerak bersama sama dalam menyelesaikan maslah kotoran heewan di Kecamatan Lembang.

Baca juga :  Bripka Sigit Sambang Dialogis Kepada Masyarakat Berikan Himbauan 3M

“Soalnya meskipun dihilirnya terus dibersihkan, akan percuma jika di hulunya masihbuang kohe ke sungai, permasalahan pencemarannya tidak akan selesai,” tegas Epi Nana.

Satgas Citarum Harum terus berupaya untuk segera menyelesaikan permaslahan ini, sosialisasi kepada masyarakatpun semakin ditingkatkan. Dengan harapan masyarakatpun supaya sadar bahwa dari peternakannya itu sangat merugikan orang banyak, terutama di wilayah hilir Bandung. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru