oleh

Lumadi, Kegagalan Tidak Membuat Putus Asa

Boyolali, Kicaunews.com – Lumadi laki laki asal Boyolali Jawa Tengah ini dalam masalah pembuatan patung sudah tidak bisa di ragukan lagi bisadi bilang profesional.

Tepatnya di Desa Randusari Rt. 04. Rw. 01 Keposo Tamansari Boyolali, tim media mendatangi kediamannya. Begitu sopannya Lumadi mempersilahkan masuk, terlihat pajangan souvenir patung dari tanah liat maupun dari fiber berjejer di lemari kaca.

Lebih kurang satu jam Tim media bincang bincang mengoreng keterangan, terkait Lumadi bisa cinta dengan seni patung.

Perlahan dan jelas Lumadi mulai bercerita terkait bagaimana awalnya dirinya mencintai seni patung, “Awal saya memulai seni patung. Saya masuk SMK 9 Surakarta mengambil jurusan seni rupa.

Disana lebih spesifik jurusan lukis untuk tugas tugas pelajarannya.

Setelah lulus SMK saya memilih ke Yogya ikut perusahaan CV untuk belajar memahat patung” tutur Lumadi pada wartawan, Minggu (7/3/2021).

Disana saya lanjut dia, mempelajari banyak hal tentang patung dari 0, kurang lebih 2 tahun Lumadi pindah ke Jakarta ikut cv juga yang masih satu bidang soal patung. “3 tahun di jakarta saya belajar patung di CV tersebut saya memilih pulang kampung dan belajar membuat sovenir” terangnya.

“Saya mencoba memasarkan menitipkan ke toko toko dan keliling mencari pemasaran kurang lebih 2 tahun” imbuhnya.

Selama 2 tahun Lumadi belum bisa memanagement akhirnya berantakan dan dirinya memilih cari pemasukan dulu dengan daftar kerja jadi sales alat kesehatan.

“Selama setengah tahun saya di keluarkan karena yang di tawarkan bukan alat kesehatan malah produk jasa pribadi tak lain adalah karya seni rupa patung dan lukisan, lalu saya pindah ke Yogya untuk ikut pabrik gula untuk mencari modal usaha, selama 3 bulan saya merasa kecapekan hingga drop jatuh sakit” papar dia.

Baca juga :  Kreatif Pemuda Belendung, Menyulap Limbah Menjadi Pundi Rupiah

Setelah itu saya memilih resain dan ikut teman saya membakingi pengiriman usahanya yang tak lain adalah patung.

Lalu saya ada kesempatan untuk mencoba membantu bagian pembuatan patung.

“Berawal dari itu saya mulai ikuti langkah demi langkah pengerjaan tersebut, masih blm cukup setelah sekian lama saya coba pindah ke Klaten untuk belajar di sebuah sanggar seni.
Disana saya di gembleng kinerja saya” jelasnya.

Bagaimana membuat patung bagus bagaimana membuat patung cepat bagaimana kerja efisien maksimal dan sebagainya.

Disana saya sempat membuat patung hampir 60 patung pahlawan. “Adapun kesempatan dari sana saat patung saya di gunakan untuk upacara hari pahlawan di surabaya yang kebetulan saat itu adalah pemimpin upacara adalah bapak Presiden RI” ujarnya.

Kesan dan pengalaman tersebut membuat dirinya semakin ingin terus berkarya.

Setelah dari Klaten lanjut ke Yogja lagi untuk mencoba mengesub pekerjaan di sebuah PT. hampir 2 tahun dalam menangani proyek2.

“Lalu saya pulang boyolali dan ikut pameran di berbagai kota di Jateng D.I.Y surabaya. Memulai dari itu pesanan demi pesanan relasi semakin tambah dan akhirnya sampai saat ini pesanan patung terus mengalir” jelasnya.

“Kami juga siap menerima panggilan pembuatan segala souvenir maupun Patung apa saja, pngkasnya.

Whatsapp lumadi27 081228263757

Viosari. SE.088235695525.

Viosari / Tim

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru