oleh

Harta Karun Laut Cirebon Siap Dikeruk Investor, Susi Pudjiastuti : Harusnya Milik Bangsa Kita

Cirebon, Kicaunews.com – Laut Cirebon yang banyak menyimpan harta karun peninggalan kesultanan Cirebon siap-siap akan di eksplorasi oleh insvestor yang akan menanamkan modal nya untuk proyek tersebut.

Perizinan investasi tersebut kini menjadi kontroversi dan banyak menuai kritik karena Cirebonlah yang sangat terdampak atas hal tersebut.

Di kutip dari laman Radar Cirebon salah satu kritik datang dari mantan mentri kelautan Susi Pudjiastuti melalaui akun twiter pribadi nya menyampaikan permintaan nya kepada pemerintah untuk mengelola sendiri harta karun bawah laut dan tidak mengizinkan pihak asing untuk mengambil nya karena banyak benda-benda bersejarah yang berpotensi menjadi milik negara.

“Pak Presiden @Jokowi & Pak MemKP @Saktitrenggono @kkpgoid, mohon dengan segala kerendahan hati untuk BMKT dikelola dan diangkat sendiri oleh pemerintah. Sudah banyak kita kehilangan benda-benda bersejarah yang seharus nya jadi milik bangsa kita”, tulis Susi melalui akun twiter nya Kamis (04/03/2021).

Atas ada nya Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja BMKT yang tadinya adalah investasi tertutup melalui Undang Undang Nomer 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, kini melalui Undang Undang Cipta Kerja menjadi terbuka dan siapapun bisa mengeksplor nya termasuk pihak asing.

Pemerhati Budaya Cirebon, Jajat Sudrajat di tempat terpisah menyarankan agar pemerintah bijak dalam hal ini, bila mau mengangkat harta karun bawah laut harus kulonuwun dengan pemerintah daerah juga para pemangku budaya, karena menurut Jajat Cirebon adalah wilayah terdampak dari kebijakan tersebut sebab diperkirakan masih ada ratusan titik kapal karam peninggalan masa lalu yang masih terpendam di dasar laut Cirebon.

“Kalau di Cirebon ya dengan orang Cirebon, dalam hal ini melibatkan para sejarahwan, melibatkan keraton”, jelas Jajat yang di kutip dari Radar Cirebon.

Baca juga :  Polri dan TNI Bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali Mendirikan Dapur Umum diwilayah Polsek Lohbener

Menurut nya barang-barang tersebut tidak lepas keberadaan nya dengan keraton Cirebon, tidak hanya di Cirebon permasalahan eksplorasi harta karun seandai nya barang-barang itu nanti nya di angkat akan seperti apa pemanfaatan nya “Yang pernah terjadi Cirebon tidak dapat apa-apa inilah yang di khawatirkan”, kata nya.

Seandai nya dilakukan eksplorasi Jajat juga meminta para pemangku adat diikutsertakan, bila dilakukan di Cirebon pihak kesultanan harus di ikutsertakan di dalam nya karena barang-barang tersebut tidak terlepas dari sejarah masalalu dan harus jelas pembagian nya, jangan sampai barang-barang bersejarah di angkat dari Cirebon tetapi Cirebon hanya jadi penonton “Sah saja kalau di gunakan untuk kemaslahatan, tapi tolong Cirebon nya diperhatikan pembagian nya harus merata dan melibatkan orang-orang Cirebon”, tegas nya.

Di ketahui beberapa wakty yang lalu harta karun dari laut Cirebon pernah di angkat dan di lelang di Singapura dan Cirebon tidak dapat pembagian apa-apa.
(Red/AW)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru