oleh

Nelayan Geram, Kapal Penyedot Pasir Laut Menabrak Trumbu Karang dan Tapak Kelong di Jembatan 2

Batam, Kicaunews.com – Sebuah kapal minitanker yang bernama  KM Gunung Mas 88,  membuat gerah warga nelayan yang ada di sekitar jembatan 3, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang Kota Batam. Insiden itu membuat warga nelayan yang berasal dari pulau Nipah, Pulau Panjang, dan Pulau Akar, meradang. Sebab kapal itu diduga telah menabrak tapak kelong dan juga terumbu karang.

Kenapa warga nelayan marah sebab, selama ini mereka mencari ikan di sekitar lokasi terumbu karang yang kini kondisinya sudah rusak.Nelayan menyebut selain mencari ikan di sekitar terumbu karang yang menjadi sarang ikan, nelayan juga mencari ikan di dekat tapak kelong atau lokasi atau lahan untuk meletakkan bubu atau keramba untuk mencari ikan. Namun karena insiden ini nelayan tidak bisa mencari ikan lagi.

Dorahim menceritakan bahwa kapal yang diduga sudah menerjang terumbu karang pas di samping Jembatan 2 dan keesokan hari nya warga mendatangi kapal tersebut dan kapal tersebut bergegas pindah ke belangkang didekat pulau Akar.

“Pada saat ingin menambatkan kapal tersebut mereka gak tau juga bahwa tempat penambatan kapal mereka itu adalah tempat warga untuk mencari ikan,” ujarnya.

Sekjend LSM Peduli Lingkungan Hidup dan Kelautan (PLH-K), Suardi menyerukan/menghimbau kepada pemilik kapal untuk bertanggung jawab atas insiden ini, Karena alur di situ tidak layak untuk di lewati kapal yang ukuran besar, apalagi saat kapal mereka ingin menambatkan dilokasi sekitar kemarin apakah tidak menggunakan pandu navigasi kapal ? jadi kita minta pihak terkait dalam hal ini syahbandar agar memberikan keterangan terkait keberadaan kapal KM gunung mas 88 apakah sudah sesuai dengan standar operasional olah gerak sesuai aturan pelayaran.

Baca juga :  Buka Puasa Bersama Majlis Dzikir dan Munajat Al Imdadil Musthofa PWI

“Selain itu juga beliau juga mendampingi warga nelayan mengatakan usai kejadian tersebut, sudah ada pihak pihak yang turun ke lokasi kapal, seperti pihak Syahbandar tapi sampai saat ini juga tidak ada tindak lanjut dari pihak mereka. Namun sampai hari ini juga, belum ada komunikasi dari pihak kapal yang baik dengan nelayan.

“Warga nelayan hanya ingin mereka mendapatkan haknya, Mereka sangat merugi karena tidak bisa mencari ikan dinkis di lokasi sandar kapal. Padahal setiap tahun jelang imlek, mereka bisa mendapatkan banyak ikan dinkis,” tegas Suardi.

Senin siang (1/03/2021) nampak kapal itu teronggok persis di tepian sebuah lahan kosong tak jauh dari jembatan 3  Pulau Nipah, Kelurahan Setokok Kecamatan Bulang kota Batam. Pantauan di lokasi puluhan warga nelayan yang sudah kesal, mendatangi kapal beramai ramai dengan menggunakan kapal mesin sangkut.

“Kapal yang diduga salah parkir karena berhenti di atas lahan tapak kelong yang merupakan lahan warga nelayan untuk memasang kelong. Menurut warga nelayan, kapal dengan panjang mencapai 100 meter itu sebelumnya juga telah menabrak terumbu karang di antara Pulau Tembuan dan Pulau Bokok,”terangnya

Mereka saat ini menunggu itikad baik dari pemilik kapal pnyedot pasir laut atau Kapal Minitanker yang bernama  KM Gunung Mas 88, Yang membuat gerah warga nelayan yang ada di sekitar jembatan 3, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang Kota Batam dan insiden itu membuat juga membuat warga nelayan yang berasal dari tiga pulau:Nipah, Pulau Panjang, dan Pulau Akar, meradang/merugi.

(LN)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru