oleh

Di Saksikan Dansektor 22 Citarum Harum, Tower Mitra Tel Di Sempadan Sungai Cipamokolan di Segel 

Bandung,kicaunews.com – Dansektor 22 Citarum Harum, menyaksikan penyegelan Tower Pt. Daya Mitra Telekomumikasi (Mitra Tel) yang berdiri di atas sempadan Sungai Cipamokolan Kelurahan Cisaranten Endah Rw. 03 Kecamatan Arcamanik Kota Bandung, Jumat (26/02/2021).

Tower tersebut sudah berdiri belasan tahun dan dinyatakan ilegal tidak memiliki izin yang sah, tanahnya pun berada di sempadan Sungai yang merupakan milik BBWS Citarum sehingga tidak bisa memproses perizinan terbentur oleh syarat yang tidak komplit.

Menurut Joko Dwi Priyono (PPNS BBWS), mengatakan bahwa segala jenis bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai itu tidak ada aturannya, kecuali bangunan khusus sebagai aset pemeliharaan sungai dari instansi.

“Tidak dibolehkan adanya bangunan diatas sempadan, kecuali bangunan fasilitas pemeliharaan sungai, itupun dinas kami yang mendirikan,” tegas Joko.

Penyegelan tower disaksikan langsung  oleh para dinas terkait, dilakukan penyegelan oleh Kasi Edukasi dan Penertiban SatPol PP Kota Bandung (Das An) dengan hasil musyawarah mufakat dengan para pemangku jabatan di Kota Bandung.

Masalah perizinan, Ir. Mahyudin, M.M., (Kabid Infrastruktur Diskominfo Bandung) membenarkan bahwa tower milik Pt. Mitra Tel tidak ada legalitasnya, karena semua terbentur persyaratan yang tidak dimilikinya.

“Maka saya menyetujui atas penyegelan ini, dia tidak miliki izin, kalo secara kata kata dia sudah nertanya ke dinas bahwa tower ini akan dipindah ke sebrang diatas lahan milik masjid,” ucap Mahyudin.

Sebelumnya, Aparat kewilayahan Arcamanik sudah memberi surat bahwa semua bangunan yang ada di sempadan sungai akan di bongkar, namun secara birokasi pihak Mitra Tel sangat susah.

“Sejak Bulan November 2020 kami melayangkan surat tentang pembongkaran, namun mereka tidak pro aktif, kesininya mereka bisa komunikasi namun putusan sepakat dibongkar tidak ada,” ujar Camat Arcamanik, Drs. Firman Nugraha, M.Si.

Baca juga :  Rute Jakarta-Penang Siap Dibuka Pada 25 Maret 2018 Mendatang.

Camat Arcamanik pun akan melayani perizinan baru, bila lahan tempatnya memenuhi koridor hukum yang sah.

Pada kesempatan pembongkaran mereka baru ada menghadiri rapat yang diwakili GM Legal (Lucki dkk), namun itupun hanya memplintirkan argumen dari direkturnya, bahwa pihaknya minta waktu.

Para audens sepakat memutuskan Bongkar, karena pihak Pt Mitra Tel sudah membubuhkan tanda tangan pada rapat pembongkaran yang hadir diwakili oleh bagian lapangan, Rabu (24/02/2021), diputuskan bahwa penanda tanganan tersebut dinilai syah untuk mewakili pemangku kebijakan dari Pt. Mitra Tel.

Penyegelan dilakukan oleh pihak SatPol PP, yang merupakan bagian dari tugasnya, sedangkan pembongkaran akan dilakukan secara mandiri oleh pihak Pt. Mitra Tel.

Penyegelan disaksikan oleh Dansektor 22 (Kol. Inf. Eppy Gustiawan) yang selama ini selalu bekerja bersama sama dengan pihak Pemerintah Kota Bandung dalam pembenahan sungai dan lingkungan.

“Kami ya setuju, soalnya ini kan termasuk bangunan liar yang didirikan diatas bantaran Sungai Cipamokolan dan tidak memiliki izin dari pemerintah, apa yang benar menurut aturan pemerintah ya jalankan, harus bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat semua,” jelas Dansektor 22.

Hal diatas sangat jelas mengacu pada Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2018, dan beberapa aturan mengenain tata kelola sungai juga tentang sungai yang dikeluarkan oleh Kemen PUPR. Penegasan pelarangan membangun suatu bangunan di atas sempadan sungai.

Hadir pada kesempatan tersebut, BBWS Citarum, Kepala Dinas PU Kota Bandung, Dinas Tata Ruang, Dinas Kominfo, Dinas LHK, Satpol PP, DPMPTSP, Camat Arcamanik, UPT DAS DPU, Kapolsek Arcamanik, Danramil 1810/AAM Kodim 0618/BS, Lurah Cisaranten Endah, Manager PLN ULP Ujung Berung, GM. Area Office (PT. Dayamitra Telekomunikasi) (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru