oleh

PT Kenzi One Indonesia Dinilai Cacat, AMP Desak Kejari Pandeglang Turun Tangan

PANDEGLANG,- Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pandeglang (AMP), Rabu (24/02) menggelar aksi protes di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pandeglang, terkait carut marutnya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilakukan oleh pemasok dari PT Kenzi One Indonesia (KOI).

Ketua Presidium Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia.

Mereka menuding, PT Kenzo One Indonesia sebagai pemasok bahan pokok pada program BPNT tersebut, telah cacat, karena mendistribusikan bahan pokok yang tidak sesuai kualitas.

“PT Kenzi One Indonesia sebagai supplier program BPNT dalam hal ini telah cacat. Perusahaan tersebut diketahui menyuplai bahan pokok berupa telor, dan telur yang dibagikan ke KPK (Kelompok Penerima Manfaat), itu busuk dan tidak layak untuk di konsumsi,” kata Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GPMI), Kiki Baheula Hakiki, dalam Press Rilisnya, Kamis (25/02) seperti diterima redaksi.

Tidak hanya itu, Kiki Badhrul juga meminta Kejari Kabupaten Pandeglang agar segera menindak tegas perusahaan pemasok program BPNT tersebut.

“Masyarakat kita ini sudah miskin jangan lagi di hisap. Oleh sebab itu kedatangan kami kali ini meminta kepada Kejari Kab. Pandeglang tegas terhadap perusahaan lintah darat yang menghisap masyarakat. Masyarakat kita ini sudah miskin jangan lagi di hisap” tegasnya

Ia juga menambahkan, pihaknya meminta agar Irna-Tanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang terpilih itu, agar segera membersihkan mafia BPNT yang selama ini dinilainya telah merugikan masyarakat.

“Kami juga meminta agar, Irna-Tanto segera bertindak membersihkan mafia BPNT di Pandeglang. Kalau memang Irna-Tanto konsisten bicara soal kesejahteraan, maka disinilah seharusnya dimulainya, sesuai dengan janjinya di Pilkada 2020 lalu,” tambahnya

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI), Hidayah juga mendesak agar Kepala Dinas Sosial dan Komisi IV segera melakukan pemanggilan terhadap Direktur PT Kenzi One Indonesia (KOI) selaku perusahaan pemasok BPNT tersebut.

Baca juga :  Sekretariat Aliansi Mahasiswa Papua Disambangi Polisi, Ada Apa ?

“Persoalan yang terjadi harus segera disikapi oleh seluruh pihak terkait. supplier yang memotong hak masyarakat harus segera diberikan sanksi tegas” kata Hidayat.

Diketahui, empat organisasi yang menggelar aksi tersebut diantaranya, Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI), Assosiasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (AGMI), Himpunan Aksi Mahasiswa dan Pemuda (HAMPA). Aksi mahasiswa dan pemuda tersebut dilakukan di dua titik, yakni di depan Kantor Kejari Pandeglang dan Kantor DPRD Pandeglang.

Informasi, sampai berita ini diturunkan, redaksi belum mendapatkan konfirmasi dari pihak PT Kenzi One Indonesia. Sampai berita ini diturunkan, pihak Jurnalis masih terus meminta konfirmasi dari pihak terkait. (Haji Merah)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru