oleh

Picu Perpecahan Bangsa, KNPI Banten Tuding Abu Janda Double Agent

TANGSEL, KICAUNEWS.COM– Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten, Rudy Gani angkat bicara, terkait perilaku rasis Permadi Arya alias Abu Janda ke Natalius Pigai, diakun twitter, dan menuding Abu Janda adalah agen asing yang disiapkan untuk memecah belah bangsa.

Menurut Rudy, selain merupakan tindakan melanggar hukum, pernyataan rasis Abu Janda itu, bisa berdampak pada perpecahan kehidupan bangsa dan negara.

“Kami dari KNPI Banten, sangat mengecam keras pernyataan Abu Janda. Kita semua bersaudara, pemuda Banten secara tegas, menolak upaya-upaya rasis yang dikembalikan di era milineal. Harusnya Indonesia sudah selesai dengan isu rasis,” katanya, Kamis (28/01) saat berbincang dengan Jurnalis, di Ciater, Kota Tangerang Selatan.

“Apapun warna kulitnya, hitam, coklat, putih semuanya adalah saudara kita. Penting untuk digaris bawahi, di dada orang Papua masih ada garuda dan NKRI adalah harga mati. Itulah kawan dan pemuda Indonesia. Abu Janda, jangan-jangan antek asing yang tugasnya untuk memecah belah NKRI.” tegas Rudy.

Seperti diketahui sebelumnya, Abu Janda melalui akun Twitter miliknya mengejek Natalius Pigai dengan sebutan evolusi. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?” twit Abu Janda.

Akibat hal tersebut, Abu Janda dikecam warganet. Desakan penangkapan Abu Janda juga ramai dicuitkan netizen di Twitter, dan tegar #TangkapAbuJanda sempat menjadi treding topic.

Tidak sampai disitu, DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) secara resmi juga melaporkan pemilik akun twitter @permadiaktivis1 ke Bareskrim Polri, atas dugaan rasisme terhadap tokoh Papua, Natalius Pigai.

Laporan DPP KNPI tersebut diterima SPKT Bareskrim Polri dengan nomor STTL/30/I/2021/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

Dalam laporan tersebut, pemilik akun twitter dijerat Pasal 45 ayat 3 Junto Pasal 27 ayat 3 dan atau Pasal 45 ayat 2 Junto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, dan Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP tentang diskriminasi etnis. (Haji Merah)

Baca juga :  Pembakaran Bendera Bintang Kejora Semakin Marak
Komite Nasional Pemuda Indonesia
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru