oleh

Sindir Kerja KPK Soal Korupsi Bansos, KBIM Minta Demokrat Jangan Buat Opini Liar

JAKARTA, KICAUNEWS.COM- Direktur Korps Bangun Indonesia Mandiri (KBIM), Hendri Asfan meminta agar partai Demokrat tidak membuat opini liar, terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait penanganan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) yang menyeret mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara.

“Hari masih pagi dan KPK tetap bekerja, percayakan saja kepada penegak hukum. Tidak perlu membangun opini liar untuk mendapat simpati publik. Apalagi dengan menyeret-nyeret ketua DPR RI Puan Maharani yang masih belum jelas keterlibatannya,” katanya, Rabu (27/01) di Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman dalam akun Twitter pribadinya, mengaku pesimis dengan menilai KPK tidak mempunyai nyali yang kuat, untuk menangkap mafia kakap, dan dalang korupsi Bansos.

“KPK Dalami Keterlibatan Puan Maharani di Kasus Korupsi Bansos. KPK berani? Tangkap ikan “kakap besar” di laut dangkal saja ndak bernyali, apalagi di laut dalam,” sindir Benny pesimis.

Benny lantas menyarankan agar KPK bekerja senyap dan tidak mengumbar harapan semu ke publik yang nantinya hanya sebatas janji palsu belaka.

“Baiknya KPK bekerja dalam diam, jangan obral harapan. Dan jangan doyan main ci luk ba! Liberte,” Seru Anggota DPR RI itu.

Menurut Hendri, opini liar yang ditudingkan Demokrat kepada KPK terkait penanganan kasus korupsi Bansos lebih mirip agenda buzzer untuk mengaburkan informasi duduk perkara orang-orang yang terlibat yang tengah didalami oleh KPK.

“Penyelidikan masih berlanjut, KPK itu lembaga kredibel yang berani menunjukkan eksistensinya dengan mengusut korupsi bansos ini. Jadi ngapain Partai Demokrat bermanufer sendiri seolah keadilan punah? Jangan kaburkan informasi dengan satu sumber saja. Demokrat jangan seperti buzzer,” pungkas Hendri. (Haji Merah)

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru