oleh

Ungkap Tindak Pidana Penganiyaan Kanit Reskrim Polsek Lelea

Indramayu, kicaunews.com- Tindak pidana penganiayaan itu sendiri diatur dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”): hal ini sudah tertuang tegas dalam KHUP Rabu 20/01/2021.

Kanit Reskrim Polsek Lelea Wahyudin menjelaskan secara detail dengan awak media kicaunews.com di kantornya awal mula kejadian penganiyaan ini pelapor WS asal Desa Tungulpayung Kecamatan Lelea Indramayu di telepon oleh terlapor OD disuruh pulang ke rumahnya dengan alasan untuk dicerai pada hal terlapor dan pelapor belum nikah resmi, setelah WS dan OD ketemu di rumanya terlapor OD, lalu ketemu di rumah dicekik oleh terlapor OD dengan menggunakan ke dua tangan ke arah leher pelapor WS.

Hal ini terjadi dengan alasan untuk menanda tangani surat tanah kemudian saya melawan minta tolong dan lari lalu ketemu RUSLAN dan Pelapor merasa sakit di leher dan juga pipi kanan dan kiri, dengan adanya kejadian ini pelapor langsung melaporkan ke polek Lelea guna diusut secara hukum berlaku. ungkapnya.

“Setelah ada pelaporan maka korban kami minta untuk pisum kedokter dan perkara ini sudah di anggap lengkap dari kesaksian dan bukti buktinya pisum dan yang lainnya maka kami langsung proses secara hukum yang berlaku dan proses sampai hari ini masih dalam penyelidikan” ujurnya.

Maka dengan adanya perkara penganiyaan ini antara terlapor dan polapor belum nikah resmi secara negara maka kami terapkan pasal 351 KHUP ,maka dari itu saya jelaskan jika ada seseorang yang mengalami pemukulan dengan luka memar biru akibat pemukulan, maka perbuatan pemukulan itu tergolong sebagai penganiayaan, tindak pidana penganiayaan itu sendiri diatur dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) . Pungkasnya.

Baca juga :  Polres Subang Giat Edukasi Protokol Kesehatan kepada Warga Sukamelang

Wr. Kajen

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru