oleh

Meski Jalan Dibuka, Warga Kemangkon Tetap Tolak Adanya Penambangan Pasir

Purbalingga, Kicaunews.com – Protes warga Desa Kemangkon dengan adanya penambangan Pasir yang menggunakan beberapa Unit alat berat Exavator di daerah Desa Kemangkon Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga.

Penolakan warga masyarakat Desa Kemangkon dilampiaskan dengan pemasangan berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan protes penolakan keberadaan penambangan pasir tempelkan di sepanjang sisi jalan yang dilewati kendaraan truck pengangkut Pasir.

Puncak penolakan adalah penghadangan dan penutupan jalan khusus untuk truck pengangkut pasir oleh warga yang mayoritas ibu ibu rumah tangga karena merasa dengan banyaknya Truck pengangkut pasir yang melewati Desanya telah membuat kenyamanan warga Desa terganggu dan merusak jalan.

Pada tanggal 25/1/2021 diadakan musyawarah antara warga masyarakat Desa Kemangkon dengan pihak pengelola penambangan pasir yang juga di hadiri oleh Camat Kemangkon, Polsek Kemangkon, Koramil Kemangkon, Kepala Desa Kemangkon serta Dari perwakilan Dinas PU Purbalingga membahas tentang rencana pembukaan jalan yang di blokir warga.

Beberapa warga yang di temui awak media Kicau news menjelaskan bahwa penutupan jalan truck pengangkut pasir oleh warga Masyarakat Desa dan pemasangan poster spanduk berisi penolakan adanya penambangan pasir yang dipasang oleh warga telah di buka dan poster serta spanduk diturunkan oleh beberapa orang yang diduga dari pihak pengelola penambangan pasir pada Hari Minggu tanggal 17 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 Wib

“Namun meski demikian warga tetap bersikukuh menolak dengan keberadaan penambangan pasir yang ada di Desa Kemangkon,”terangnya

Karena adanya kegiatan penambangan pasir di Desa Kemangkon dianggap telah mengganggu kenyamanan warga pengguna jalan di Desa Kemangkon dan merusak fisik jalan yang jalan tersebut karena jalan tersebut merupakan jalan yg tiap hari di lalui warga untuk kegiatan warga Desa Kemangkon.

Baca juga :  TNI-Polri Bersinergi Peduli Covid-19 Bagi Bagi Paket Sembako Kepada Masyarakat

“Karena keberadaan puluhan bahkan kadang ratusan armada truck pengangkut pasir yang lalu lalang setiap harinya mengganggu pengguna jalan lain dan juga menjadikan jalan yang tiap hari di lewati warga jadi rusak parah,”jelasnya

Meski nantinya ada rencana perbaikan jalan yang saat ini rusak parah tersebut, warga tetap menolak dengan keberadaan kegiatan penambangan pasir di Desa Kemangkon karena keberadaan banyaknya truck pengangkut pasir yang lewat dianggap oleh warga kegiatan warga pengguna jalan terganggu kenyamanannya.

Saat awak media Kicaunews mencoba mendatangi kediaman Kepala Desa Kemangkon menurut putri pak Kades bahwa Pak kades Sarengat sedang tidak ada di rumah.

Kepala Dusun I Desa Kemangkon ibu Titi Mugi saat diminta tanggapan oleh awak media Kicaunews tentang adanya penolakan warga dusun I mengenai keberadaan penambangan pasir yang ada di Wilayah Kadus. II dan Kadus III Desa Kemangkon yang juga melewati jalan di Wilayah Kadus I, Kadus Titi Mugi menolak memberikan tanggapan dengan alasan masih ada atasannya yaitu kepala Desa untuk memberikan penjelasan.

Saat awak media kicaunews mendatangi rumah yang dijadikan tempat untuk para pengurus kegiatan penambangan terlihat sepi tidak ada yang bisa ditemui.

Dengan adanya konflik yang saat ini terjadi tentang keberadaan penambangan Pasir Di Desa Kemangkon semoga Pihak Dinas terkait seperti Dinas ESDM Propinsi dan Dinas Perijinan tidak berdiam diri tetapi untuk segera secepatnya bisa turun ke lokasi melihat legalitas perijinan penambangan pasir yang ada di Desa Kemangkon Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga.

Agar imbasnya bagi lingkungan dan keseharian masyarakat warga Desa Kemangkon tentang persoalan perselisihan yang saat ini terjadi tidak terus berlangsung dan berlarut larut. (Mugiono).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru