banner 728x250

Jelang Masa Pensiun Jenderal Idham Azis, FRAKSI NKRI: Presiden Butuh Pengganti yang Visioner, Berkinerja Baik, Berprestasi, Dekat Dengan Masyarakat dan Ulama

  • Bagikan
Ketua Umum Fraksi NKRI, Tajuddin Kabba, S.T
banner 468x60

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Menjelang Kapolri Jendral Idham Azis yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun di Januari 2021, Forum Advokasi dan Kajian Strategis Negara Kesatuan Republik Indonesia (FRAKSI NKRI) turut memberikan saran dan masukan kepada Presiden Jokowi Dodo dalam menjaga kebijakan pemerintah selanjutnya.

Hal ini dilakukan Fraksi NKRI Agar Institusi Polri semakin maju, dan lebih profesional dan modern sesuai dengan Promoternya.

banner 336x280

Dengan ramainya Berbagai elemen Lembaga, Peneliti, Para Tokoh, Para Akademisi yang juga ikut memberikan masukan dan saran dengan cara menggelar diskusi dan pandangan serta penilaian terkait nama yang cocok menggantikan Jendral Pol Idham Azis, Fraksi NKRI pun tak mau ketinggalan untuk memberikan rekomendasi Nama yang cocok dengan berbagai kredibilitas dan kinerjanya untuk menggantikan Jenderal Idham Azis yang sebentar lagi pensiun.

Dalam keterangan Rilis yang diterima redaksi pada Minggu malam, 3/1/2021, Ketua Umum Fraksi NKRI Tajuddin Kabba menilai siapa yang cocok untuk mendampingi Presiden Jokowi Dodo dalam mengakawal kebijakan-kebijakan pemerintah serta membawa Institusi Polri semakin dicintai masyarakat.

Dari Penilaian Fraksi NKRI, Pasca dilantiknya Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareskrim Polri oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis di Gedung Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada 16 Desember 2019 patut menjadi perhitungan Presiden Jokowi untuk menggantikan Jendral Idham Azis.

Pasalnya, Setelah dilantik menjadi Bareskrim Polri, sepanjang tahun 2020 tercatat Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sudah melakukan banyak penanganan, pengungkapan dan penyelesaian perkara besar yang begitu menyedot perhatian publik.

Tak hanya itu, pembenahan di internal tubuh Reserse juga terus digalakkan dibawah komando Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Mengawali pasca dilantiknya, Ketua Fraksi NKRI Tajudin Kabba menilai, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo langsung tancap gas Full dalam mengkawal seluruh kebijakan pemerintah.

Dengan membentuk beberapa Satuan Tugas (Satgas), di antaranya Satgas Pangan, Satgas Migas dan Satgas Kawal Investasi menjadi hal yang dilakukan Komjen Pol Listyo memimpin Bareskrim Polri.

Fraksi NKRI menyebutkan salah satu kasus terbesar yaitu dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan Pada 27 Desember 2019, menjadi awal gebrakan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo setelah dilantik sebagai Kabareskrim Polri.

Baca juga :  Anggota Polsek Cikedung Antisipasi Virus Covid-19 Gelar Ops Yustisi KRYD

Dimana Kabareskrim Komjen Pol Listyo mengumumkan secara langsung penangkapan dua terduga pelaku kasus tersebut diantaranya RM dan RB dimana keduanya merupakan oknum anggota kepolisian.

Tak lama berselang setelah pengungkapan Kasus penyiraman Air Keras kepada Novel, Komjen Pol Listyo juga berhasil menangani sebuah kasus dugaan korupsi Kondensat PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang sudah bergulir sejak tahun 2015 dan sempat mangkrak.

Namun, dengan adanya koordinasi yang kuat antara Bareskrim dan Kejaksaan Agung akhirnya perkara Dugaan Korupsi Kondensat bisa selesai setelah dinyatakan lengkap atau P21 dan Bareskrim Polri akhirnya melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang buktinya ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Setelah kasus dugaan korupsi Kondensat teratasi, Fraksi NKRI juga menyebutkan Sepak Terjang Komjen Pol Listyo yang memimpin langsung bersama tim melakukan penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020 di Malaysia.

Atas penangkapan Djoko Tjandra yang juga adanya keterlibatan dua oknum jenderal yakni, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte, menjadi bukti Komitmen Komjen Pol Listyo dalam menjaga Marwah Institusi Polri dalam penegakan hukum yang tak pandang bulu sekaligus mewujudkan komitmen dalam melakukan pembenahan internal ditubuh Bareskrim Polri.

Sebelum menangkap Djoko Tjandra, Komjen Pol Listyo sebagai Kabareskrim Polri bersama Kemenkumham juga menangkap Maria Pauline Lumowa yang telah menjadi buronan selama 17 tahun dalam kasus pembobolan bank senilai Rp. 1,7 triliun.

Dan baru-baru ini juga Fraksi NKRI menyebutkan KaBareskrim Polri sedang menangani kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada aparat kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek.

Dimana dalam Penyidikan dilakukan secara transparan, objektif dan merangkul seluruh pihak seperti Komnas HAM dan lembaga independen lainnya.

Bahkan, kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan yang melibatkan Rizieq Shihab, mulai dari Petamburan, Jakarta Pusat, kerumunan di Mega mendung dan RS Ummi Bogor juga semua diambil alih oleh Bareskrim Polri.

Baca juga :  Majlis Miftahul Barokah Membuka Kembali Kegiatan Talim

Tidak hanya itu, Pengungkapan kasus besar lainnya dibawah Komando Komjen Pol Listyo dan jajarannya adalah kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dimana Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Kemudian penanganan kasus korupsi, jajaran Bareskrim Polri tercatat menyelamatkan uang negara sebesar Rp. 310.817.274.052. Jumlah tersebut merupakan hasil penanganan dari 485 perkara korupsi yang ditangani Bareskrim Polri.

Tidak hanya penyelesaian kasus Korupsi, Fraksi NKRI juga menilai Dalam penanganan kasus dunia siber, Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020 tercatat telah mengungkap 140 kasus dugaan tindak pidana penyebaran informasi palsu atau hoaks terkait pandemi Covid-19.

Selain Kasus-kasus diatas, Kabareskrim juga melakukan pengungkapan dugaan provokasi yang menyebabkan kerusuhan dalam demo tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Lalu kasus dugaan penghinaan terhadap NU yang menetapkan satu orang sebagai tersangka. Kemudian, kasus yang menjerat Ruslan Buton terkait dengan ujaran kebencian, perkara pembobolan E-Commerce jaringan internasional, kasus illegal akses ke situs resmi Pengadilan Jakarta Pusat, dan Illegal Akses ke Linkaja. Serta penangkapan terduga pelaku penghinaan terhadap terhadap Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. Lalu penghinaan terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Tak hanya itu, Ditipideksus juga telah mengungkap kasus penipuan oleh sindikat kejahatan internasional terkait dengan pembelian ventilator dan monitor Covid-19.

Di sisi lain, kinerja Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus penipuan alat medis dengan korban perusahaan Belanda mendapatkan apresiasi langsung dari otoritas Negara Belanda.

Hal itu terwujud dari kunjungan kerja Duta Besar Belanda dan Atase Kepolisian Belanda.L dimana Pada kesempatan tersebut, otoritas Belanda memberikan apresiasi kepada Bareskrim Polri karena mengungkap kejahatan yang merugikan keuangan sebesar Rp. 51.206.450.722,90.

Kasus besar lainnya juga berhasil dibongkar jajaran Bareskrim atas mengungkap narkoba jenis sabu sebanyak 1,2 ton. Barang bukti tersebut disita dari jaringan Iran-Timur Tengah yang ditangkap di 2 lokasi berbeda yakni di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat.

Bareskrim Polri bersama dengan Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkotika jenis sabu jaringan Timur Tengah, di Petamburan, Jakarta Pusat. Polisi menangkap 11 orang dengan barang bukti sabu seberat 200 Kg.

Baca juga :  Polsek Sukasari Polrestabes Bandung Monitoring, Sholat Jum'at Berjamaah Dalam Fase Adaptasi Kebiasaan Baru

Kemudian, kasus yang menonjol ditangani Bareskrim Polri soal kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Sepanjang 2020, kasus karhutla mengalami penurunan jika dibanding tahun 2019.

Dan sepanjang Tahun 2020, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla telah menetapkan 139 orang dan dua korporasi sebagai tersangka. Dimana 99 perkara telah diselesaikan oleh jajarannya sementara 131 perkara masih dilakukan penyidikan. Area yang terbakar juga mengecil menjadi 274.375 hektare dengan titik api 2.875.

Sementara tahun 2019, jumlah tersangka Karhutla mencapai 398 orang dengan 24 korporasi. Sedangkan jumlah area yang terbakar mencapai 1.649.258 hektare atau terjadi penurunan drastis dibanding tahun 2019.

Tidak hanya Kasus-kasus yang diselesaikan, Penilaian Fraksi NKRI Terhadap Komjen Pol Listyo saat menjadi Kapolda Banten pun terkenal dekat dengan Para ulama.

Kedekatan Listyo dengan ulama mulai tampak saat ia berhasil memboyong ulama ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Jokowi. Berbekal kedekatannya dengan Jokowi, Listyo mempertemukan ulama dengan Presiden pada November 2016 silam.

Selain para ulama, Semasa menjabat Kapolda Banten, Komjen Listyo Sigit Prabowo mampu merangkul para pendekar dan jawara sehingga kondisi Banten dalam rentan 2016 hingga 2018 kepempinan Listyo aman dan kondusif.

peragaan besar yang digelar di Alun-Alun Serang, Banten, November 2017 silam, berhasil mencatatkan Rekor MURI. Pagelaran itu atas inisiasi dan peran Listyo.

Para pendekar dan jawara tergabung dalam perkumpulan tapak karuhun ini, berasal dari berbagai paguron (perguruan). Antara lain Paguron Terumbu, TTKDH Cimande, Bandrong dan Macan Guling.

Selama menjadi Kapolda, Listyo juga dikenal dekat dengan tokoh kasepuhan adat di Banten, termasuk Banten Kidul.

Dari banyaknya Gebrakan dan Komitmennya dalam menjaga Marwah Institusi Polri dengan Slogan “PROMOTER” khususnya ditubuh Bareskrim, Fraksi NKRI menilai Nama Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo tidak bisa dianggap sebelah mata dan Patut di perhitungkan di bursa Calon Kapolri untuk terus mengkawal kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi Dodo kedepan dalam menggantikan Jenderal Idham Azis yang sebentar lagi memasuki masa pensiun.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *