oleh

Cemari Lingkungan, Dansektor 22 Citarum Harum Kol. Inf. Eppy Gustiawan Sidak Cv. Tjepati

Kota Bandung,Kicaunews.com – Dansektor 22 Kol. Inf . Eppy Gustiawan Kembali lakukan infeksi mendadak ( sidak) ke Home Industri dan Restoran. Sidak dikakukan dalam rangka percepatan revitalisasi pencemaran sungai citarum sesuai perpres no.15 tahun 2018.

Kali ini Dansektor 22 didampingi Tim ahli Ipal, Sub 3, Kasie Ekbang Kelurahan Husen (Denis) dan Kasie Ekbang Kecamatan Cicendo (Sopi) dengan menyambangi Cv. Tjepati yang berada dijalan Jatayu No. 59 Kel. Husen Sastranegara Kec. Cicendo.Kota Bandung. Selasa (1/12/2020).

Sidak yang dilakukan dalam rangka menindaklanjuti laporan warga terkait adanya pencemaran lingkungan yang di duga tanpa dilakukan pengolahan  melalui IPAL.

Dari hasil pengecekan, tim yang ada dilapangan di duga CV . Tjepati membuang limbahnya tanpa adanya proses pengolahan IPAL yang benar.

Tim satgas citarum harum, selanjutnya melakukan teguran secara lisan dan dilakukan pembinaan dengan diberikan waktu dengan proses yang ada.

Pada kesempatan tersebut, Cv. Tjepati yang diwakili Widya menyampaikan, akan berhenti sementara dan akan melakukan pembuatan IPAL sesuai arahan dari satgas citarum harum.

“Kedepannya, kami akan mengikuti arahan dari satgas citarum harum, dan akan berupaya agar limbah yang dihasilkan tidak merusak ekosistem sungai atau mencemari lingkungan”. Katanya.

Bila terjadi kembali, widya mengatakan, “kami siap untuk ditegur dan dilakukan penutupan”. Ucapnya.

Selanjutnya, tim satgas citarum harum melakukan sidak ke jalan riau Kel. Citatum Kecamatan Bandung wetan tepatnya di Jardin Pavilliun Sunda dan 5asec.

Dilokasi tersebut, tim satgas masih menemukan para pemilik usaha hanya mengambil keuntungannya saja tapi tidak memperhatikan lingkungan.

Dansektor 22 Kol. Inf. Eppy Gustiawan mengatakan, Semua pelaku usaha dilarang untuk membuang semua olahan industrinya langsung ke parit atau ke saluran air.

Baca juga :  Jelang Idul Fitri 1439 H Kapolsek Pagedangan Gelar Apel Pasukan Pengamanan

“Hari ini kita sidak di tiga tempat dan Insyaallah akan terus berlanjut, agar para pemilik usaha taat akan aturan”. Katanya.

Ia tegaskan sebenarnya tak melarang orang berusaha tapi pengelolaan limbahnya harus benar. Sehingga ketika hasilnya dibuang ke parit atau sungai tidak mencemari lingkungan.

“Selama tidak ada IPAL artinya tidak baik langsung dibuang ke parit dan itu menyalahi aturan. Kalau ada IPAL kami cek lagi air dari IPALnya itu baru diperiksakan apakah sudah setandar baku atau tidak”. Pungkasnya. Red

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru