oleh

Satpol PP Kota Tangerang Amankan Dua Pasangan Diduga Selingkuh

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan dua pasangan diduga selingkuh di Hotel berbasis daring di bilangan Periuk dan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat dini hari kemarin.

Dalam operasi yang dilakukan dikedua Hotel tersebut, lantaran diduga tidak mengantongi ijin dan banyak dikeluhkan masyarakat.

Kasi Hubungan Antar Lembaga pada Satpol PP Kota Tangerang Saprudin kepada wartawan mengaku, bahwa kegiatan yang dilakukan mendadak tersebut dilakukan lantaran sebelumnya banyak dikeluhkan oleh masyarakat sekitar yang resah akan keberadaan Hotel tersebut.

“Warga taunya itu kos kosan, ngga taunya setelah kita lakukan penelusuran ternyata kedua tempat itu adalah hotel berbasis aplikasi,” kata Saprudin kepada wartawan.

Lebih lanjut Saprudin Menuturkan, selain harganya yang murah dan diduga belum mengantongi ijin, kedua hotel tersebut dikhawatirkan akan menjadi sarang prostitusi online yang saat ini tengah diberantas oleh Pemerintah Kota Tangerang.

“Berdasarkan pengakuan dari salahsatu tamu hotel yang kita mintai keterangan ternyata tarif kamar dihotel itu relatif murah, tapi itu tergantung aplikasinya ya kalau tadi sih bilangnya semalam cuma 88ribu rupiah,” jelas Saprudin yang juga tercatat sebagai PPNS Satpol PP Kota Tangerang.

Ditemui dilokasi yang sama, Kabid Trantibum pada Satpol PP Kota Tangerang, Agapito De Araujo menuturkan, sebelum melakukan penyisiran pihaknya terlebih dahulu melakukan serangkaian observasi didua lokasi tersebut.

“Kami tidak mau tergesa – gesa dalam mengambil tindakan, jadi kita tanam dulu beberapa orang disana,” jelas Agapito.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh jajarannya sebelumnya, masih menurut Agapito, pihaknya belum menemukan indikasi kedua lokasi tersebut dijadikan sarana bagi pelaku prostitusi daring, namun demikian ia mengaku akan terus melakukan pemantauan dilokasi tersebut.

Baca juga :  Anggota Polsek Cikedung Giat War-war dan Himbauan Bahaya Virus Covid-19

“Untuk yang di wilayah Kecamatan Periuk itu kawasan padat penduduk, namun untuk yang disekitaran Kecamatan Cipondoh dia kawasan ruko dan sedikit sepi untuk itu kami akan terus pantau kedua hotel tersebut,” ungkap Agapito.

Agapito menuturkan, dalam operasi tersebut pihaknya juga menyisir kebeberapa griya pijat dan sarana kebugaran yang nekat buka dimasa pandemi.

“Tadi saat anggota melintas kami sempat melihat ada griya pijat yang buka, ternyata setelah kami hampiri mereka tengah berbenah dan kami tidak menemui satupun teraphis didalamnya,” kata Agapito.

Di lokasi berbeda, saat melakukan penyisiran ke beberapa griya Pijat petugas mendapati belasan remaja yang tengah berkumpul disalahsatu kedai jamu, namun saat petugas menghampiri para remaja belasan tahun tersebut lari tunggang langgang sehingga menimbulkan kecurigaan.

Benar saja, di lokasi tidak jauh dari kedai jamu tersebut petugas menemukan minuman keras yang dituang kedalam botol air mineral, yang diduga dibeli dari kios jamu tersebut.

“Setelah kita geledah didalam warung jamu itu ternyata ada 3 kardus minuman keras berbagai merek,” tandas Agapito.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru