oleh

UNGKAP JARINGAN PERJUDIAN TERSELUBUNG DI BILYARD CENTER (BC) NAGOYA BATAM

Batam kicaunews.com Hal Pembahasan mengenai kebijakan sanksi pidana dalam UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian kkalau kita mengacu, pasal 303 bis ini semula adalah pasal 542 yang ancaman pidananya lebih rendah yaitu pidana kurungan paling lama satu bulan atau pidana denda paling banyak tiga ratus ribu rupiah dan dengan diundangkannya UU No. 7 Tahun 1974 pasal 542 diganti dengan pasal 303 bis dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sepuluh juta rupiah. Ini berarti perjudian dalam bentuk pelanggaran dalam pasal 542 tersebut dinyatakan sebagai tindak pidana kejahatan.

Dalam ketentuan UU No. 7 Tahun 1974 tidak mengatur tersendiri mengenai jenis-jenis pidana tambahan. Maka, ketentuan pidana tambahan dalam pasal 10 KUHP tidak secara otomatis berlaku. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Barda nawawi Arief yang menyatakan,” walaupun pidana tambahan diatur dalam aturan umum, namun menurut sistem KUHP untuk jenis-jenis pidana tambahan hanya diancamkan untuk jenis-jenis pidana tertentu. Apabila dalam aturan khusus perumusan delik yang bersangkutan, tidak mencantumkan secara tegas maka pidana tambahan itu, tidak dapat dijatuhkan. Khususnya untuk pidana tambahan berupa pengumuman putusan hakim, KUHP antara lain menyebutkan secara tegas dalam pasal 128 (3), 206 (2), 361, 377 (1), 395 (1) dan 405 (2).[2], berdasarkan ketentuan, disini sudah jelas sanksi hukum bagi Pengelolah atau Pemilik bisnis, bahkan pekerja di lokasi Perjudian, tetapi seakan hukum di Kota Industri Pulau Batam ini sudah di beli dan Supremasi hukum yang menjadi Landasan hukum Idiil kita sudah sangat dilecehkahkan, seolah-olah Pemilik atau Pengelolah bisnis perjudian ini “KEBAL HUKUM”. Salasa 10/11/2020.

Tim awak media ini sempat mewawancarai salah satu Tokoh LSM ,Pemuda dan juga tokoh masyarakat di sekitaran warung kopi di daerah nagoya, namun sebelum tim ini mewawancarai khusus, beliau mohon tolong namanya di rahasiakan. Pria setengah baya, berambut keriting, berkumis tebal dan berkulit hitam ini, menuturkan, ” Sebenarnya di Batam ini bukan rahasia umum lagi, kalau Perjudian sengaja di pelihara, Saat ini kota batam keadaan ekonominya kan sangat sulit atau terpuruk.
“Agar keamanannya tertib dan terkendali maka Bisnis Perjudian harus terpelihara, sebab di Kota Batam ini kan sangat banyak pengangguran, semua orang disini perantau penduduknya pak/bu, serta terkotak-kotak dan terdiri dari banyak suku dan agama yang berbeda, jadi kalau judi tak dibuka Batam, Batam ini akan jadi kota mati lho, sementara banyak perusahaan industri pada gulung tikar dan terjadi PHK besar-besaran.
“Ditambah lagi Kesenjangan sosial yang begitu tajam, antara si kaya dan si miskin, bisa-bisa kota Batam ini terjadi konflik kerusuhan massal di berbagai kota, seperti yang terjadi di Era Reformasi sebelumnya, seperti rusuhnya : Kota Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung,
Makassar dan kota -kota besar lainnya, pada saat Itukan kerusuhannya hampir serentak meledak, “tuturnya sambil menghela nafas dan meminum kopinya yang masih hangat.”
“Maaf pak/bu saya ngobrolnya sambil merokok ya, tim ini menjawab tak apa pak lanjut aja. ” Izin pak, satu pertanyaan saja, Izin judi apa yang di pakai mereka Dan Jaringannya siapa-siapa saja orangnya..???. ‘” Pak/bu Mana ada Perjudian yang pake izin di Batam ini, izin yang dikeluarkan hanya izin Gelper atau Gelandang Permainan saja, itupun khusus permainan ketangkasan buat anak-anak saja, biasanya yang mengeluarkannya dahulu Dinas Pariwisata kota Batam, lalu diganti sama Dinas Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batam, namun saat ini izin Gelper pengurusannya harus melalui Pusat atau Jakarta secara online,
Yakni : Melalui Website OSS.go.id (ONLINE SERVICE SUBMISION) artinya Pelayanan online satu atap, jadi semua masalah bentuk perizinan apapun sudah harus melalui OSS, buka saja websitenya pak/bu Entar di beritahu kok, “Apa-apa saja syarat dan ketentuannya, Tentang Jaringan Judi di BC ini sebenarnya tidak banyak yang tahu, khusus orang-orang dalam saja, Hahahaaa.. Sambil tertawa, beliau mengernyitkan keningnya, sebenarnya mengungkap rahasia jaringan judi ini nyawa kita lho jaminannya, tetapi saya sudah bertekad harus berani mengungkap kebenaran dan Keadilan di kota Batam ini khususnya, ‘”Begini pak, kami tim inipun tak memaksa bapak untuk berterus terang, langsung bapak ini menyela, pak/bu tak usah khawatir sayakan tokoh masyarakat dan pemuda, massa atau kawan saya sangat banyak yang setia sama saya hingga detik ini. Saya akan uraikan jaringan laporannya satu persatu nama-namanya dari yang tertinggi sampai terendah yakni Inisialnya BT berperan sebagai Pemilik atau Pemodal, aktor terpenting yang berada di balik layar, inisial Aw berperan sebagai Pengelolah atau aktor yang berani pasang badan, Inisial Ag berperan sebagai manajer, inisial As berperan sebagai koordinator humas, inisial Sm berperan sebagai pengatur dana-dana/ jatah koordinasi ke semua pihak baik pihak as parat keamanan ataupun instansi/lembaga yang terkait. Seremkan jaringan praktek tindak pidana perjudian terselubung di BC ini pak/bu. ” “‘Bapak/ ibu tak usah khawatir memberitakan yang benar di Batam ini, Tuhan YME akan selalu menjaga dan melindungi kita, lagian negara kita inikan Negara Hukum lho, seluruh penduduk dan warga negara di NKRI kita tercinta ini harus dilndungi secara hukum dan undand-undang, karena haknya seluruh rakyat Indonesia sama kedudukanya di mata hukum, tidak ada Satu orangpun di Republik ini yang tidak taat dengan hukum atau terlebih-lebih Kebal Hukum, ” tutupnya.

Baca juga :  _Catatan Egy Massadiah dari Sulbar dan Kalsel sebelum dan sesudah Doni Monardo terpapar Covid 19

Lanjut Tim awak media inipun langsung crosscheck dan konfirmasi ke semua instansi terkait baik dari Polsek, Poltabes dan Kepala Dinas Penanaman modal Batam PTSP Gustian Riau, sebagai pihak yang paling berwenang mengeluarkan izin inipun tidak bersedia di wawancarai dan di mintai keterangan, semua bisu, seakan takut kasus ini terkuak ke permukaan.

#TIM FERRA-RI/LN

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru