oleh

Menjawab Fakta Aktual Penangkapan Pelansir BBM Premium Illegal Yang Diduga Hasil Rekayasa

Batam, Kicaunews.com- Berdasarkan hasil pantauan dan investigasi yang lebih dalam, tim awak media ini menemukan oknum terduga Pelansir BBM Premium illegal inisial (ZL), yang ditangkap oleh pihak tim unit reskrim Polsek Batam Kota yang dipimpin oleh Kanit reskrim Iptu Marganda Pandapotan, S.H berawal dari laporan masyarakat dan langsung ditindak lanjuti oleh Pihak Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchy lebih kurang tiga pekan yang lalu menaruh kontroversi ditengah-tengah masyarakat Batam saat ini.

Diduga ada keganjalan kasus ini kembali mencuat, pernyataan konferensi pers, Jumat, (30/10/2020).

ZL mengatakan ada dua hal yang ingin saya luruskan Yang pertama saya tidak pernah mengatakan, kalau saya ditangkap oleh Polsek Batam Kota lalu lintas, lagi 86 atau damai ditempat,” katanya

“Yang kedua, saya juga tidak pernah mengatakan, bahwa ada Barang Bukti (BB) yang hilang, saya sudah cek langsung Barang Bukti minyak milik saya masih ada disini, lengkap semuanya, “tambahnya
kepada Pemilik/Wartawan Media KEPRIAKTUAL.COM.
(Seperti dikutip atau dilansir dari berita Media online KEPRIAKTUAL.COM).

Tim awak media ini secara tidak sengaja melihat ZL sedang melansir BBM Premium dari unit sepeda motor Thunder biru ke jerigen berwarna putih, kemudian menyimpan atau menimbunnya di dalam warung tersebut.

Yang menjadi pertanyaan dan tanda tanya besar…???””” kok bisa BB berupa satu unit sepeda motor Thunder berwarna biru dan jerigen tersebut berkeliaran beserta terduga (ZL),,,???

Sementara menurut pemberitaan di media on line KEPRIAKTUAL.COM kasus aneh tersebut adalah masih dalam proses penyelidikan pihak Polsek Batam Kota, kedua BB tersebut sebagai barang bukti tangkapan di Mapolsek Batam Kota.

Berikut temuan kejanggalan atau keanehan kasus penangkapan Dugaan oknum Pelansir BBM illegal yang dilakukan oleh pihak Polsek Batam Kota yakni :

Baca juga :  Anggota Polsek Lohbener Bersama Muspika Kecamatan Lohbener Gelar Razia Masker

Surat Penangkapan dan Barang Bukti (BB) sudah ada saat ini di Mapolsek Batam Kota menurut hasil konfirmasi tim awak media ini ke pihak media online KEPRIAKTUAL.COM.

Adakah semua hal tersebut diatas hasil rekayasa pihak Polsek Batam Kota bersama si pelansir dan terduga wartawan yang sering ngepos disana…???”””

Hingga saat ini oknum Pelaku yang diduga sebagai Pelansir BBM Premium illegal belum ditetapkan sebagai tersangka.

Ada empat orang oknum terduga wartawan dengan inisial (RD), (FT), (STL),(GS) dimintai tolong oleh oknum Polsek Batam Kota sebut saja (Abd) untuk mendamaikan atau melapan enamkan pemberitaan tersebut dan mengiming-imingi dengan sejumlah uang namun tim awak media ini menolak.

ZL sempat memohon kepada Tim awak media ini agar kasus permasalahan salah prosedur penangkapan tersebut ditutup atau dihapus beritanya, bahwasanya diduga oknum polisi (Abd) dan seluruh oknum pihak kepolisian Batam Kota yang terlibat dalam kasus permasalahan salah prosedur penangkapan tersebut akan dicopot semua pangkatnya.

Menolaknya (ZL) saat diajak oleh tim awak media ini melaporkan langsung perkara salah prosedur penangkapan tersebut ke unit Ditpropam Polda Kepri.

Ditemui disela-sela waktu diruang kerjanya kompleks ruko manalagi Batam centre FERY I.S, S.E selaku Ketua DPW LSM Suara Keadilan Rakyat (SUAKARYA) Provinsi Kepulauan Riau, mengatakan dengan tegas masukan dan sarannya terkait kasus aneh tersebut sebagai berikut agar permasalah ini cepat diselesaikan sehingga tidak berlarut-larut dan menjadi isu nasional, serta dapat menyebabkan kelangkaan BBM MIGAS dimana-mana yang berakibat merugikan negara dan masyarakat umum tidak dirugikan.

Saya berharap Pihak Kapolda Kepri Irjen Pol. Aris Budiman, M.Si harus menyeret dan menangkap semua pihak-pihak atau jaringan yang bermain dalam melansir dan mengoplos atau menyuling BBM Premium, pertalite, pertamax, solar, gas dan mafia migas Illegal lainnya sesuai dengan hukum dan UU Migas yang berlaku saat ini, termasuk pihak Kepolisian Batam Kota yang melakukan salah prosedur penangkapan atau tidak sesuai dengan SOP Kepolisian Republik Indonesia,”harapnya

Baca juga :  Kasat Lantas Polres Ciko, Apelkan randis dalam rangka persiapan Ops Ketupat Lodaya 2021

Mendesak pihak Pemerintah Pusat baik Kementrian yang terkait, KAPOLRI dan PRESIDEN RI terkasih untuk langsung melakukan SIDAK (Inspeksi mendadak) ke Kota Batam khususnya dan Provinsi Kepulauan Riau umumnya.

Membuat razia rutin setiap harinya kepada seluruh Pertamini Ilegal yang tidak mengantongi izin resmi dari kantor Ditjen Pertamina, Ditjen ESDM dan Disperindag atau dari Gedung bersama PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Atap).

Menjaga dan mengawasi langsung setiap pergerakan penjualan BBM dan Migas di semua Pom bensin di seluruh Kota Batam khususnya dan Provinsi Kepulauan Riau umumnya agar tidak disalahgunakan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya yang dapat mengakibatkan penimbunan minyak dan gas sehinggga pasokan minyak dan gas tersebut yang seharusnya kuotanya cukup digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seluruh masyarakat menjadi langka dan susah didapat.

Membuat regulasi UU MIGAS yang terbaru, lebih jelas dan terperinci, yang super ketat agar kebocoran dan kerugian uang negara tidak dapat dibobol oleh jaringan mafia migas.

“Saya yakin dan percaya sekali Kapolda kita tercinta ini Irjen Pol. Aris Budiman, M.Si orangnya jujur, adil, dan sangat tegas dalam bertindak, apalagi kita semua mengetahui dengan pasti prestasi beliau di bidang penyidikan dan penyelidikan sang luar biasa sekali, terbukti 18 (delapan belas) kasus tindak pidana korupsi (tipikor) saat beliau menjabat sebagai Direktur Penyidik KPK (2015-2018), semua berhasil diungkap dan dituntaskanya, ditambah 4 (empat) kasus terkini tindak pidana korupsi (tipikor) baru-baru ini di Kepri juga berhasil diungkap dan dituntaskanya dengan sangat baik, “ujarnya.

“Jadi wajar dong,,, ekspektasi saya terhadap Bapak Kapolda kita tercinta ini sangat tinggi sekali terhadap penyelesaian kasus mafia BBM MIGAS illegal ini bisa tuntas dan terselesaikan, “ucap Fery I.S, S.E dengan penuh keyakinan.

Baca juga :  PT. Polytama Propindo Salurkan Bantuan Korban Banjir

Pidana berupa penjara paling lama 6 tahun dan denda sampai Rp 60 miliar sesuai Pasal 55 UU Migas. Jadi, jika ingin membuka usaha Pertamini maka harus ada izin usaha sebagai syarat wajib.

#TIM FERRA-RI#

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru